CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Aug 29, 2014

Sahabat dari Perancis



Ini adalah teman saya namanya Houda Elka, dia kelahiran Maroko namun berkewarganegaraan Perancis. Setelah hampir setahun tinggal di KAUST akhirnya saya menemukan teman baik yang bukan berasal dari Indonesia. Biasanya kalo kenalan sama orang  China, India, dan Pakistan hanya sekedar kenal namun tidak terlalu akrab. Namun Houda agak berbeda, entah kenapa saya merasa cocok jika ngobrol dengannya.
Houda merupakan nama panggilannya, saya kenal dari kelas Bahasa Inggris yang diadakan untuk para dependent di KAUST yang ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Kami sama-sama sedang belajar  Bahasa Inggris yang diadakan di Horbor Library KAUST. Disamping  itu, kami juga sedang menanti kehadiran buah hati. Kami selalu saling mengingatkan untuk mendoakan satu sama lain,“Don’t forget my name in your du’a” merupakan kalimat yang selalu kami ucapkan 4 tahun. Sebagai  dependent menemani suami berkerja di KAUST, kami ga punya “kerjaan”. Oleh karena itu, kami sering ngobrol bareng untuk menghabiskan waktu luang.
Pekan lalu kami umroh bareng ke Mekkah karena suaminya masih ada kerjaan sehingga tidak bisa menemaninya. Ini pengalaman yang gak akan pernah saya lupakan. Setelah umroh,saya ajak Houda untuk makan di Restoran Malaysia karena masakannya ga jauh beda dengan masakan Indonesia. saya perkenalkan satu per satu menu yang ada dan dia terpesona dengan telur balado. Dia kaget karena baru menemukan bahwa telor bulat bisa jadi makanan, biasanya telur di negaranya hanya dibuat omlet atau pelengkap sandwich. Dia suka dengan telur balado, bahkan dia meminta saya untuk mengajarkan cara membuat telur balado.
Disela-sela percakapan, kami saling bertukar bahasa masing-masing. Saya minta ajarin dia bahasa Perancis dan sebaliknya dia minta ajarin bahasa Indonesia. “Thank you = Terima kasih”  
Kemarin saya baru saja nge-mall bareng dia,ini pertama kalinya saya ke Mall tanpa ditemani suami. Kami berkeliling Mall of Arabia di Jeddah dengan bis yang disediakan oleh KAUST. Seru tapi capek banget ngikutin bule shopping karena dia ternyata bule seneng cari barang branded tapi berdiskon. Dia juga ngasih tau brand-brand yang terkenal di Eropa dan berkualitas bagus.
Saya juga belajar tentang hidup sehat dari dia. Orang Eropa biasanya tidak makan nasi melainkan roti, sedangkan makan-makanan Arab atau India di sini selalu dengan nasi. Dia lebih senang makan masakan dia sendiri. Dia rela minum jus doang atau ga makan karena menurut dia itu gak bagus buat kesehatan. Pernah suatu ketika saya makan siang bareng dia, saya ambil cake sebagai desert saya, dia mengingatkan saya ternyata itu gak bagus buat kesehatan karena banyak butternya. Akhirnya saya ga jadi makan. Belajar dari pengalamannya saat ini saya sedang mengurangi nasi dan banyak makan sayur.  Insya Alloh kami mau masak bareng dengan masakan dari negara kami masing-masing.
Ternyata orang tua Houda senang dengan orang Indonesia. Pada saat melaksanakan haji tahun lalu, ada kesan tersendiri dengan orang Indonesia karena orang Indonesia sopan dan ramah. Dia cerita ke orang tuanya kalau dia punya teman orang Indonesia. Kata orang tuanya, kalau saya ke Eropa jangan lupa mampir ke rumah mereka di Paris.
Saya bersyukur bisa merasakan persaudaraan sesama muslim yang ga cuma sama saudara-saudara Indonesia tapi antarnegara. Gak kebayang kalau nanti kami berpisah.

by : @aniksofiyah

No comments:

Post a Comment