CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Aug 7, 2022

Pindah ke Swedia!

Hej! (kalimat sapa dalam bahasa swedish)😁


Apa kabar? Semoga kita baik-baik saja.
Bagaimana kabar iman? Bila turun, semoga segera naik. Bila sedang naik, semoga bs istiqomah. Aamiin

Tak terasa sudah setengah tahun kami sekeluarga pindah ke Swedia. Sejujurnya tak pernah terbayangkan sejauh ini merantau dari ibukota tempat saya dan suami dibesarkan. Awalnya, gak mau lama-lama di Luar negeri. Ternyata Qodarullah, malah gak mau balik atau berkarya di Ibukota yg sangat padat penduduknya.

Swedia, negara ini sebenarnya sudah ada pembahasanya 2/3 tahun lalu sebelum abang lulus phdnya. Karna negara ini, salah satu negara terbesar dalam riset baterai, sangat dekat dengan karir abang yg memang cinta sekali dunia riset. 

Awalnya memang masih mau bertahan di Arab Saudi, qodarullah funding yg abang dapat belum rezeki untuknya. Tapi, tidak apa-apa. Selalu percaya skenario-Nya Allah lebih indah. 

Selalu ingat kata-kata Ali bin abi thalib
"Saat doaku terjawab, aku bahagia karena itu adalah keinginanku.
Saat doaku tidak terjawab, aku bahkan lebih bahagia karena itu adalah keinginan Allah".

Alhamdulillah abang seneng riset di sini, karna kampusnya lebih dari 100 orang riset di bidang baterai. Punya banyak teman untuk berbagi ide-idenya. Punya professor termasuk 15 besar terbaik di dunia di bidang baterai. 

Di Swedia kami tinggal di daerah bernama Uppsala. 1 jam kalo ke Stockholm, ibukotanya Swedia. 45 menit kalo dari Bandara Arlanda.

Di negara ini akan gelap sekali bila winter, dan terang sekali bila summer. Karna kami delat dengan kutub. Tapi, Alhamdulillah 
lingkunganya indah, nyaman, hidup juga tenang, seimbang. Swedia termasuk salah satu 10 negara terbahagia di dunia. Sayangnya, semua serba mahal. 😁

4 bulan pertama, dana darurat/celengen kami habis terkuras. Karena memang tinggal di negara baru butuh penyesuaian. Mulai lagi "isi" rumah. Rumah yg sebenarnya bukan rumah kita. 😂
Memang penting sekali dana darurat itu. Memang ada ayatnya di Al-Qur'an. 😊

Ada doa yg di sunnahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di pemukiman baru, karya Ibn al-Sunni dan al-Nasa’I seperti disebutkan Imam al-Nawawi dalam al-Ad. Riwayat ini bersumber dari Shuhaib Ra.,

 اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ ، وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ ، فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

Ya Allah Tuhannya langit berlapis tujuh dan naungannya, Tuhan tujuh lapis bumi dan yang memanggul kami, Tuhan para setan dan upaya penyesatannya, Tuhan angina dan hembusannya, kami memohon pada-Mu kebaikan kampung ini dan penduduknya. Kami juga memohon ampun dari keburukan kampung, penduduknya, dan apa yang terjadi di dalamnya.

Dalam riwayat lain yang juga dikutip oleh Ibn al-Sunni dalam karyanya ‘Amal al-Ya, bersumber dari ‘Aisyah Ra. belirau berkata,

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا أشرف على أرض يريد دخولها ؛ قال : اللهم ! إني أسألك من خير هذه الأرض ، وخير ما جَمَعْتَ فيها ، وأعوذ بك من شرها وشر ما جمعت فيها ، اللهم ارزقنا حياها ،وأعذنا من وباها ، وحبِّبْنا إلى أهلها، وحَبِّبْ صَالِحِي أَهْلِهَا إلينا

Rasulullah Saw. ketika tiba di suatu kampung dan ingin memasuknya. Beliau berdoa, Allahumma Inni As’aluka min Khairi Haadzihi al-Ardh, wa Khairi Ma Jama’tu Fiha. Wa A’udzu bika min Syarriha wa Syarri Ma Jama’tu Fiha. Allahummarzuqna Hayaha. Wa A’idznaa min Wabaaha. Wa Habbibnaa ila Ahliha. Wa Habbib Shalihi Ahliha Ilayna.

(Ya Allah, sungguh aku bermohon kepada-Mu kebaikan wilayah ini, serta kebaikan yang Engkau kumpulkan disini. Aku berlindung pada-Mu dari keburukan wilayah dan yang ada didalamnya. Ya Allah, karuniakanlah kami kesuburannya. Ya Allah selamatkan kami dari keburukannya, karuaniakan kecintaan penduduknya serta orang-orang shalih diantara mereka kepada kami). 

Semoga dimanapun kita tinggal, kita dapat memberikan manfaat kemaslahatan bagi sesama. Aamiin

InsyaAllah nanti lanjut lagi ya..



Jan 7, 2022

Qodarullah we get covid 19!

29 Desember kemarin harusnya kami meninggalkan negara ini. Dua hari sebelumnya, si bungsu masih demam kurang lebih 4 hari lamanya. Akhirnya suami harus meminta izin untuk reschedule jadwal penerbangan kami.
2 Januari, tanggal selanjutnya penerbangan kami. Tapi, setelah si bungsu sakit. Suami sakit. Saya akui beliau kelelahan karena masih harus beresin lab, sample risetnya, bantu packing, nemenin begadang karena Hamim nempel sama daddynya. 3 hari sebelum penerbangan, akhirnya kami harus reschedule lagi. Abang dinyatakan positif covid 19. Selang sehari saya dan anak-anak harus swab karna kami memiliki symptoms. Benar saja saya dan Hijaz positif, dan hamim negatif. Alhamdulillah kami hanya bergejala ringan.

Sejujurnya kulkas kami sudah kosong, uang riyal kami menipis karna memang tak menyangka akan terjadi seperti ini.

Qodarullah.
Alhamdulillah ala kulli hal. Allah dengan Arrahimnya, memberikan ujian memberikan juga solusi.

Allah kirim orang-orang baik sampai hari ini tiada henti memberikan makanan, menawarkan jasa "mbak, mau apa? Mba butuh bantuan WA ya," setiap hari nanya kabar. Sehat una? Anak2?". Bahkan orang yg jauh pun memberikan doa, memberikan nasihat untuk semangat melewati ujian ini. Rasanya malu, Allah baik banget sm hamba-Nya yg ibadahnya gini-gini aja.. 🥺

Rezeki itu tak sebatas uang, teman-teman yg baik, lingkungan yg baik, tetangga yg baik adalah rezeki yang tak terhingga.

جزاك الله خيرا

"Tidak ada satupun yang bergerak di muka bumi ini kecuali Allah yang menanggung rizkinya. (QS. Hud: 6)."

Cerita ini bukan untuk dikasihani, tapi saya akan selalu ingat bahwa sebelum kami meninggalkan tempat ini, saya bersaksi mereka benar-benar tetangga, saudara yang Allah kirimkan sebelum kami pergi dari negara ini yang sangat sangat baik banget.









Dec 19, 2021

Congratulations Dr. Wandi

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.

Qodarullah Alhamdulillah phd 8thn memang jauh dari target kamu. Tapi, ternyata ini adalah salah satu jawaban doa-doa kita untuk bs lebih lama di sini. 




Menjadi #phddad, aku tahu ini gak mudah tapi, kamu yang selalu percaya takdir Allah akan selalu terasa indah. Karena sebagai seorang muslim bila diberi nikmat kita bersyukur dan ketika diuji kita bersabar, keduanya mendapatkan pahalanya tersendiri insyaAllah.


It's your day, sayang. Barokallahu fiik buat ilmunya. Meski kamu 8 tahun untuk menyelesaikan S3, citations kamu meningkat jauh. Masyaallah tabarakallah. Semoga ilmunya bermanfaat. Mambruk mambruk!

Semoga Allah mudahkan selalu mimpi-mimpi kamu, sayang. Aku dan anak-anak selalu mendukungmu.


I am proud of you! ❤
"Lets spread your wings and fly to makes difference in this world" -Antonia-

"Acquire knowledge, and learn tranquility and dignity." -Umar ibn Khatab-

KAUST,
17 Des 2021
#phddad #ceritarantautepilautmerah #ceritanik #sakinahbersamamu

Dec 13, 2021

Wada!

Tawaf wada'
"Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalannya di Mekah adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’). Hanya saja, ada keringanan bagi wanita haid.” (HR. Bukhari 1755 dan Muslim 1328).

Meninggalkan tempat suci ini adalah hal yg terberat buat kami. 

Tapi, saya percaya Allah selalu memberikan rencana-rencana yg terbaik untuk hamba-Nya. 

Jum'at, 3 Desember kemarin saya dan keluarga umroh terakhir sebelum meninggalkan negara ini. Seperti biasa, saya lakukan bergantian. Kali ini, abang jadwal umroh pagi dan saya ba'da ashar. Padahal hari itu hari Jum'at, biasanya penuh. Hari itu, Allah izinkan saya lama sekali di depan hajar aswad, berdoa, manangis, tanpa di usirin askar (polisi yg jaga). Allah Maha Tahu, ada hamba-Nya yg akan berpisah dari kota yang Allah berkahi. Tapi, kami percaya Allah selalu dekat kok dengan hamba-Nya.





Keesokan harinya, hari sabtu saya dan suami tawaf berdua. Anak-anak saya titipkan ke salah satu teman yg sudah seperti saudara (manda vika, om rino, a zidane) karna anaknya udah dekat dengan Hijaz dan Hamim. Insyaallah kami bs tenang. Ini pertama kali mereka, kami titipkan ke orang lain. Jazakumullah khoiron ya kak.

Setelah membawa anak-anak ke hotel ka vika. Ternyata tawaf berada di lantai 1. Yang 1 puterannya bisa menghabiskan waktu sekitar 10-15 menit. Awalnya ragu. Karna takut kelamaan dan kalo secara logika pasti pegel banget karna hari sebelumnya kami habis umroh, gak enak ninggalin anak-anak kelamaan. Bismillah di jalani. 






Abang mengingatkan "tawaf santai aja, pelan-pelan istirahat, sholat dulu setelah selesai 1 puteran". 
Kalo di pikir2 hikmahnya adalah Allah ingin kami lama-lama di setiap putarannya. 
Tertatih-tatih kami berdua saling menyemangati, seakan seperti kehidupan ini. Ada kalanya lelah, semangat, istirahat dulu boleh kok tapi, tetap jangan jauh dari Allah. 

Alhamdulillah bini'matihi tatimmush sholihaat. 😇
Bye bye mekkah, See you again insyaallah!

Terima kasih Allah untuk 8 tahun skenario yg indah. Insyaallah aku siap untuk perjalanan selanjutnya! 😊


Dec 12, 2021

Random Talk! Tentang keluarga 😊



Hello.. apa kabar teman-teman?
Sudah lama saya tidak menulis. Uneg-uneg banyak banget ingin di keluarkan. Apa daya butuh waktu yang tenang. Terkadang free time lagi sering ngobrol ke suami.

17 hari lagi saya dan keluarga akan meninggalkan tempat ini.
KAUST, tempat suami saya berkarya, melanjutkan mimpinya. Menuntut ilmu. He loves learning. Dari kecil saya kenal beliau, memang beliau suka banget belajar. Belajar apapun. Tp, dulu tak pernah menyangka kalo beliau bakal jadi suami saya.

KAUST, tempat ini abang suka sekali. Karna abang yang notabennya suka riset, alat-alat di sini canggih-canggih, beliau bisa pakai sesuka hati. Bahkan ada alat yg cuma ada 3 di dunia, salah satunya di KAUST.

KAUST, tempat saya belajar menjadi istri, menjadi ibu, tempat saya menurunkan ego-ego.
Di tempat ini saya belajar mengenal karakter orang bukan hanya berbagai daerah tapi, berbagai negara.

Saya banyak belajar mengenal teman-teman di sini. Teman-teman di sini baik-baik banget. Itulah yang saya rasa berat meninggalkan tempat ini. Tempat ini benar-benar seperti rumah buat saya.


Tapi, kita memang harus keluar dari zona nyaman. Supaya keluarga kita lebih kompak dan kita bisa mencari pengalaman di luar lebih banyak lagi.

Dalam sebuah kajian keluarga salah satu ustadz mengatakan, Setiap keluarga harus punya visi misi. Mau di bawa kemana keluarga kecil kita. Jadi  ketika salah satu dari kita jauh dari visi misi, kita bisa saling mengingatkan.

Saya sama abang, sama-sama liqo tarbiyah. Kita sama-sama punya tujuan yang sama. Jadi kita waktunya saya ngaji atau beliau ngaji. Kami gak protes.
Begitupun ketika saya harus ngisi mentoring anak-anak, sy izin terlebih dahulu ke suami dan berdiskusi waktu yang pas. Dalam kegiatan pasti ada yang perlu di relakan. Dan kita sebagai istri harus tau mana yg di prioritaskan.
Ini bukan berarti keluarga saya paling baik. ENGGA! 
Kita punya ujiannya masing-masing. Dan kita gak bisa membandingkan keluarga kita dengan keluarga teman kita. Karna kita punya tujuan keluarga yang berbeda, ujiannya pun berbeda.

"My greatest treasure is my family! We may not be perfect, but I love the will all my heart". -unknown-



Masyaallah tabarakallah