CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sep 22, 2019

Enam tahun roller coaster di perantauan


MasyaAllah Tabarakallah


Enam tahun menikah sama abang dan enam tahun pula kami melewati suka dan duka di perantauan.⁣
Mungkin orang melihat, wah enak yg merantau di arab saudi. Raja minyak, raja emas. Mereka tak tau bahwa biaya hidup di saudi jg mahal.😁⁣
Alhamdulillah ala kulli hal, apalagi beasiswa suami lumayan besar bila di rupiahkan. ⁣
Sebagai tulang punggung keluarga, suami harus menanggung kehidupan keluarga besar suami. Itu sudah sy ketahui dr awal mengenalnya. ⁣

Kisah satu tahun pertama, kami pernah di kulkas kami hanya ada telur, daun bawang, cabe. Haha⁣
Karena selain gaji suami blm naik, saat itu keperluan keluarga besar memang sedang banyak2nya. ⁣
Sy ingat betul saat itu, telur diolah mulai dr telor balado, telor dadar, opor telor. Haha Alhamdulillah gak bisulan sampai beasiswa suami turun alias gajian. 😃⁣
Alhamdulillah saat itu Allah gak kasih saya langsung punya anak, Allah lebih tahu bahwa keuangan kami lagi gak oke.  Lalu sy mulai kerja part time, Alhamdulillah punya uang sendiri. Tp, suami gak pernah minta atau nyentuh gaji sy. Beliau hanya mengajar uangnya sedekah ke orang tua, ke kerabat, investasi. Meski beliau tau berapa gaji yg sy terima.  Beliau tau itu bukan haknya. Tetapi, pernah dimasa surut beliau "pinjam". Padahal sy bilang gak usah pinjam. Begitulah laki2, seorang pemimpin. Dia tak mau "dianggap" rendah oleh istri. Meski sang istri tak bermaksud merendahkan.
Alhamdulillah perekonomian kami mulai membaik, kami mulai banyak investasi dengan sistem bagi hasil. Meski akhirnya ada yg dibawa kabur, gak jelas, bangkrut. Dan uang pun banyak yg tak balik. Alhamdulillah ala kulli hal. 😁⁣
Hingga Hijaz hadir, kami juga pernah uang hanya tinggal 100 sar untuk seminggu. Isi ATM kosong sekosong-kosongnya. ⁣Padahal dalam seminggu untuk kategori ber3 gak cukup. Tp, Alhamdulillah Allah cukupkan. 
Belum lama ini pun kami tak megang uang, hanya bertahan dr isi kulkas. 😂⁣
Seru sih, Alhamdulillah menikah sm beliau bnyk belajar untuk banyak sedekah. Klo ad tmn atau sodara butuh uang, kita sedang ada lebih atau bs bantu. Jangan pelit! Beliau pun selalu mengajarkan ttg rasa syukur dan selalu berhudznuzon kepada Allah.⁣
Dari lika liku 6thn itu, kami tetap bersyukur Alhamdulillah, Allah masih cukupkan untuk bs makan, bisa hidup tanpa memikirkan hutang. Dan selalu banyak hal yg bisa liat ada yg lebih "dibawah"mulai dr cerita2 teman, sosial media. ⁣
Dan rezeki tak melulu ttg uang, MasyaAllah Tabarakallah disaat kita "sempit" Allah bukakan jalan, ada aja yg ngasih makanan, oleh2, hidup disekitar teman2 yg baik pun rezeki, bahkan dikala parkiran mobil penuh, lalu ada mobil keluar itu juga rezeki.⁣
😉😄⁣
Alhamdulillah masih bnyk lika liku merantau bersama suami di arab saudi.⁣
Jd inget kisah pak habibie- ainun bagaimana kondisi keuangan beliau saat kuliah, hingga tak mampu beli sepatu. ⁣
Semua lika liku itu akan menjadi cerita hingga kelak kita mencapai tujuan insyaAllah. :)⁣
Terima kasih banyak, bang! Terima kasih juga sudah melewati roller coaster ini. InsyaAllah kita akan melanjutkan roller coaster selanjutnya. Jangan melewati sendirian y, aku akan berusaha menemami hingga kita mencapai tujuan dan mimpi kita bersama. InsyaAllah :)⁣
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS: Ibrahim: 7)⁣
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Thalaq: 2-3).

Sep 17, 2019

Orang yg pertama masuk neraka

Kemarin menghadiri kajian bersama ustadzah, 
Saat sedang ngobrol2 seorang ibu bertanya "bagaimana y ustadzah klo kita mengharapkan anak jd hafidz qur'an tetapi, kita tidak menghafal, malu dong y?"⁣
Ustadzah menjawab, "jangan berkata seperti itu. Rasulullah menjelaskan (beliau bacakan hadist, bahwa org yg pertama masuk neraka adalah hafidz Qur'an karena dia hanya hafal tak memaknai dan menyebarkan ilmunya". Mending baca dn mempelajari surat al-Asr tp dipaham artinya, memaknai asbabul nuzulnya. ⁣Itu lebih baik.
Tetap semangat dengan Qur'an tetapi, hati2. Jangan ujub dengan amalan yg sudah kita miliki.
Orang yang Pertama Kali Masuk Neraka⁣
"Sesungguhnya Allah yang Mahatinggi dan Mahasuci akan turun kepada hamba pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan di antara mereka. Dan setiap umat dalam kondisi berlutut. Kemudian orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Qur`an, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.⁣
Maka Allah berkata kepada sang qari` (orang yang biasa membaca Al-Qur`an):⁣
'Tidakkah Kuajarkan kepadamu apa yang Aku turunkan kepada RasulKu?'⁣
Dia menjawab:⁣
'Benar wahai Tuhanku'.⁣
Allah berkata lagi:⁣
'Apa yang kamu perbuat terhadap apa yang sudah kamu ketahui itu?'⁣
Dia menjawab:⁣
'Saya menjalankannya sepanjang malam dan sepanjang siang'.⁣
Maka Allah berkata:⁣
'Kamu telah berdusta'.⁣
Dan para Malaikat berkata kepadanya: 'Kamu telah berdusta'.⁣
Kemudian Allah berkata kepadanya:⁣
'Justru kamu melakukan hal itu dengan maksud agar dikatakan: Si fulan adalah qari`'. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu. Julukan itu telah engkau dapatkan di dunia.⁣
Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta.⁣
Allah berkata kepadanya:⁣
'Tidakkah sudah Kulimpahkan harta kepadamu hingga kamu tidak membutuhkan siapa pun?'.⁣
Orang itu menjawab:⁣
'Benar wahai Rabbku'.⁣
Allah bertanya lagi:⁣
'Apa yang kamu kerjakan terhadap harta yang Kuberikan kepadamu itu?'.⁣
Dia menjawab:⁣
'Saya menggunakannya untuk menyambung silaturrahmi dan bersadaqah'.⁣
Allah berkata kepadanya:⁣
Kamu telah berdusta'.⁣
Para Malaikat juga berkata kepadanya: 'Kamu telah berdusta'.⁣
Kemudian Allah berkata:⁣
'Justru kamu melakukan itu dengan maksud agar dikatakan: Si Fulan adalah lelaki yang dermawan'. Dan hal itu sudah dikatakan kepadamu. Engkau telah disebut dermawan di dunia dan pemberian bantuanmu sudah tersiar di berbagai media, semua orang di dunia tahu kalau kamu dermawan.⁣
Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah.⁣
Maka Allah berkata:⁣
'Dalam rangka apa kamu terbunuh?'.⁣
Dia menjawab:⁣
'Saya diperintah berjihad di jalan Engkau. Maka saya berperang hingga terbunuh'.⁣
Allah berkata kepadanya:⁣
'Kamu telah berdusta'.⁣
Para Malaikat juga berkata kepadanya:⁣
'Kamu telah berdusta'. Allah berkata: 'Justru kamu melakukan itu agar dikatakan kepadamu: Si Fulan adalah pemberani'. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu. Manusia di dunia telah menyebutmu pahlawan.⁣
Kemudian Rasulullah menepuk kedua lututku sambil berkata: 'Wahai Abu Hurairah! Ketiga golongan itu adalah makhluk yang pertama kali Neraka dinyalakan untuk mereka pada Hari Kiamat'."⁣
Al-Walid Abu Utsman Al-Madaini berkata: Uqbah bin Muslim memberitahu saya bahwa Syufai inilah yang masuk kepada Muawiyah radhiyallahu anhu kemudian memberitahunya hadits tersebut.⁣
Abu Utsman berkata: Al-Ala` bin Abi Hakim memberitahu saya bahwa dirinya dahulu seorang algojo Muawiyah. Kemudian seorang lelaki masuk kepada Muawiyah dan memberitahu Hadits ini dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Maka Muawiyah berkata:⁣
"Orang-orang itu telah diperbuat terhadap mereka hal ini. Maka bagaimanakah para manusia yang lain?!"⁣
Kemudian Muawiyah menangis dengan sangat keras. Hingga kami menduga ia akan meninggal. Lalu kami berkata: "Orang ini telah membawa keburukan kepada kami."Kemudian Muawiyah sadarkan diri. Ia mengusap wajahnya lalu berkata: Maha benar Allah ketika berfirman:⁣
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di Akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di Akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Huud: 15-16)⁣
________⁣
HR. At-Tirmidzi no. 2304

Sep 2, 2019

Suami Istri itu sahabat sejati




Salah satu ciri sahabat adalah betah mengobrol berlama-lama, untuk tema dan urusan apa saja.

Mereka bisa menghabiskan waktu yang panjang hanya untuk mengobrol. Pada saat-saat senggang mereka menyempatkan waktu untuk bertemu dan mengobrol. Bahkan jika tidak sempat bertemu, mereka bisa berbicara lewat telepon berlama-lama.

Ada rasa rindu apabila lama tidak mendengar suaranya, ada rasa kangen untuk mendengar suara tertawanya, atau candanya yang kadang kelewatan. Tapi justru itu menyenangkan dan membentuk kenangan.

Suami dan istri seharusnya menjadi sahabat yang betah mengobrol berlama-lama, tanpa peduli tema. Mereka tidak lagi meributkan akan berbicara tentang tema apa, karena tema yang paling penting adalah : mengobrol berdua.

Suami dan istri merasakan keasyikan untuk selalu menghabiskan waktu berbicara, mengobrol, bercerita, bercanda, bersendau gurau dalam suasana yang ceria.

Ada kerinduan mendengar suara tawanya, ingin selalu menghabiskan waktu berdua dalam obrolan mesra. Itulah persahabatan hakiki antara suami dan istri.

Jika suami istri masih ribut soal tema pembicaraan, jika mereka belum bisa betah mengobrol berlama-lama, jika mereka saling menyimpan perasaan saat berdua, menandakan belum menjadi sahabat setia.

Mungkin saja sang istri yang banyak bicara dan cerita, sementara suaminya diam saja. Namun diamnya sang suami ini menikmati, bukan diam dalam kebencian. Walau hanya diam, namun sang suami betah mendengar obrolan sang istri.

Sesekali waktu ia menyela, bertanya, atau hanya senyum-senyum saja dan tertawa. Semua tema, semua cerita, bisa dinikmati.
.
______________
📝 @cahyadi_takariawan 
__
#selfreminder
#sahabatsejati
#ntms
#keluargasurga

Aug 24, 2019

Kisah Hijrah Bapak


Sudah puluhan tahun bapak merantau di Jakarta. Sejak bapak lulus SMP. Dari Klaten, kampung bapak di lahirkan. Bapak berjuang untuk merantau ke Jakarta mengadu nasib dan berusaha memperbaiki perekonomian keluarganya.⁣
Dengan ijazah SMPnya, bapak mulai berkarir sebagai cleaning service di sebuah toko. Bapak mulai belajar fotografi dari temannya, hingga bapak mulai menjadi tukang foto keliling pada saat itu. ⁣
Dengan semangat bapak, bapak mencoba mengikuti ujian paket C supaya bisa melamar sebagai CPNS. ⁣
Bapak yg gigih, di terima sebagai satpam di sebuah kantor pemerintahan hingga bapak diangkat sebagai PNS. Meski sudah menjadi PNS bapak tetap harus mencari tambahan sebagai juru foto2 wisuda bila libur kerja.⁣
Karena belum paham tentang riba saat itu, bapak sering sekali berhutang untuk menghidupi keluarga kecilnya yang membuat gajinya habis tuk membayar hutang.⁣
Didikan yg keras dari orang tuanya, tak bs dipungkuri turun ke anaknya. Bapak mendidik kami sebagai anaknya dengan keras. Tak jarang sapu melayang  kalo saya dan mas saya bertengkar. ⁣
Awal saya tau ttg "inner child" bisa terbawa. Saat ini pun saya berjuang memaafkan semua didikan2 keras yg saya alami. Hingga saat ta'aruf pun sy sampaikan ke calon suami ttg masa kecil sy. Maka sy meminta kepada calon suami saya untuk bersabar ketika emosi sy meluap. ⁣
Alhamdulillah calon suami sy yg kini menjadi suami sy MasyaAllah Tabarakallah sabarnya tanpa batas. (Cerita selingan)⁣
Saya tak pernah menyalahkan mereka, karena bisa jd itu takdir yg Allah gariskan ke saya yg membuat saya belajar.⁣
Singkat cerita, saya mulai dewasa. Bapak mulai hijrah. Belajar lebih dalam tentang Islam. Tak jarang bapak sering sekali minta maaf kepada saya. ⁣
Bapak yang lebih memfokuskan ibadah. Bapak semakin dekat dengan Allah. Mulai meninggalkan rokok, nongkrong2 gak jelas, lebih rajin ke masjid, ikut2 kajian di masjid2. Pada tahun 2012 bapak dan ibu beranikan diri untuk mendaftarkan haji. ⁣
Bapak sudah tak terlalu berorientasi untuk dunia. Beli rumah pun memilih untuk dekat dengan masjid supaya masa pensiunnya tiba, ia mau habiskan untuk beribadah. ⁣
Ada penyelasan darinya, bapak cerita telat banget buat belajar dan menghafal Qur'an sehingga sekarang sulit tuk menghafal. Kalo sedang ngaji, beliau suka ngeluh salah terus. ⁣
Semakin bapak dekat dengan Allah, segala kemudahan itu bapak alami. Meski sempat dicemohkan oleh para tetangga. Saat itu Bapak pernah menjadi ketua mushola, pernah mengajak seorang ustadz untuk mengisi kajian, Qodarulloh beliau malah dituduh sesat karena tak yasinan, maulidan. Padahal semua ada dalilnya. Akhirnya bapak menarik diri.🙂⁣
Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)⁣
Pesannya mumpung masih muda, jangan males belajar. Jangan nyesel kayak bapak. 🙂

Aug 12, 2019

Bapak Rumah Tangga




Tinggal di saudi, jauh dari keluarga. Mengajarkan bahwa keluarga adalah sebuah tim. Tidak hanya tim dalam dunia melainkan juga soal akhirat.⁣
Musim haji begini, sy diajarkan oleh bapak2 hebat ini. Yg rela menjaga anaknya selama seminggu, berperan sebagai Bapak Rumah Tangga. Karna sang isteri direlakan untuk "me time berfaedah yaitu haji". ⁣
Haji dari saudi memang tak selama dr Indonesia. Kami hanya inti saja sejak malam 8Dzulhijjah-13 Dzulhijjah.⁣
Tapi, kebayang gak mereka menjaga anak, yg anaknya gak hanya satu,dan mengerjakan pekerjaan rumah selama sang isteri beribadah.⁣ lebih masyaAllahnya lagi mereka ini para scientist (ilmuan2) dari Indonesia. 😊
Kenapa haji gak bareng pasangannya? Biasanya tidak bareng karena sang anak tak mau dengan orang lain. Dan secara mental khawatir mengalami trauma.⁣
Buat bapak2 ini mereka jd paham bahwa pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yg MasyaAllah luar biasa. Bagaimana pun itu mereka jd makin menghargai jerih payah isteri. ⁣
“Our family is a circle of strength and love. With every birth and union it grows. Every crisis faced together makes the circle stronger” -anonymous-

*ini belum semua bapak2. Terima kasih tim 😊

#rumahtanggasamara #bapakbapakhebat #ceritanik #ceritarantauditepilautmerah

Aug 7, 2019

Tahun ke enam!


290713-290719

Enam tahun sudah, banyak belajar bahwa memang sebuah pernikahan tak seindah di sosial media. ⁣
Ujiannya bukan sebatas komen para netizen. ⁣
Butuh kekompakan layaknya sebuah tim. Kalo sudah berkeluarga bukan lagi ego yg ditinggikan, melainkan kesabaran yg harus diluaskan.⁣
Enam tahun memang masih seumur jagung kata orang. Berharap tak hanya enam tahun, tujuh tahun, sepuluh tahun, aku berharap sampai ke jannah-Nya dan cinta itu karena-Nya.⁣
Terima kasih sudah menjadi sepasang sepatuku, pelengkap jemariku, menggenapkan separuh agamaku, dan terima kasih sudah menjadi teman hidupku. ⁣
*Enam tahun bersama, diingatkan jangan ngajak ngobrol kalo suami lagi sibuk. Gak akan di dengar. Karena memang dia diciptakan tidak multitasking. Yang sabar ya para isteri. Jangan banyak ngambek karena kepekaan suami itu kurang. Apalagi pake kode2. Jangan dah.😂
Ayo kapan kita kemana, bang? Haha⁣




#anniversaryyangtelat #pernikahan #ceritanik

Jul 23, 2019

Bukan Mudik Biasa


Seminggu sudah saya dan keluarga kecil saya berada di ibukota. Kota dimana saya dan suami dilahirkan. Kota yang selalu punya cerita sendiri meski kami sudah hampir 6 tahun tak hirik mudik di kota ini. Ternyata sudah banyak yang berbeda. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Rintik-rintik hujan di luar, sambil menikmati secangkir teh hangat bersama suami dan kedua orang tua saya adalah momen yang sangat saya rindukan. Enam tahun di Arab Saudi, dinegera yang sangat jarang sekali hujan menemui kami. ⁣⁣⁣
Bapak dan ibu terlihat bahagia sekali melihat saya dan suami terlebih bisa melihat cucunya secara langsung. ⁣⁣⁣
Tetapi, hatiku sedikit sendu karena goresan kerut diwajah bapak dan ibu sudah bertambah. Rasanya aku tak mau melewati momen ini dan jauh dari mereka. ⁣⁣⁣
.⁣⁣⁣
--------⁣⁣⁣
Setelah seminggu di Jakarta, hari ini waktunya kami sekeluarga mengunjungi Mbah saya, Ibu dari ibu saya. Beliau tinggal di Solo, tepatnya di Desa Gatak. Ini adalah pertama kalinya suami saya bertemu beliau secara langsung dan pertama kalinya juga Hijaz, anak pertama saya bertemu dengan Mbah Uyutnya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Kami menaiki bus antar kota dari Terminal Lebak bulus. Jakarta - solo dengan bis kurang lebih memakan waktu 14jam. Semoga lancar dan selamat sampai tujuan, semoga Hijaz tidak rewel diperjalanan. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Setelah 12 jam perjalanan, alhamdulillah sampai juga di Terminal Boyolali. Kami sampai lebih awal dari biasanya. Lelahnya perjalanan terbayarkan dengan udara yang sejuk dan kanan kiri yang masih dihiasi dengan persawahan dan nampak gunung Merapi dari kejauhan.⁣⁣⁣
MasyaAllah sungguh indah pemandangan ini yang tak pernah saya temukan di Arab Saudi.
⁣⁣⁣
Sesampainya di rumah Mbah. Pelukan, keramahan warga sekitar memang sangat kental. Memang benar orang Indonesia itu ramah dan bersahabat. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Mbah Uyut tinggal sendiri tetapi, di sebelah rumahnya terdapat rumah anak ke 4,5, dan ke 6nya. Karena sendiri di rumah dan tak ketergantungan dengan anak-anaknya, mbah merawat ayam. Terkadang ayamnya beliau masak menjadi sego liwet (makanan khas solo) lalu di jual ke tetangga2. Sego liwet mbah memang terkenal enak dan sangat dicari. ⁣
Selama tinggal di rumah Mbah, Hijaz senang sekali. Ini pertama kalinya dia melihat ayam. Setiap pagi dia membantu Mbah memberi  makan ayamnya. ⁣
Jalan-jalan sekitar rumah mbah masih sejuk sekali. MasyaAllah sudah lama sekali tak menemukan suasana seperti ini. ⁣
----⁣
Satu malam sudah di rumah Mbah, saatnya mengunjungi saudara dr keluarga Bapak di Sragen dan Klaten. Mudik itu memang selalu kental dengan berkumpul dan kuliner. Hijaz pun senang sekali karena bisa melihat sapi, kambing, ayam secara langsung. Dan melihat pohon Mangga, Alpukat, Jeruk, , dan Sirsak. Dan kami bisa memetik langsung dari pohonnya. ⁣
Dibalik serunya mudik, kulit hijaz ini sangat sensitif. Sekali digigit serangga, bisa merah di seluruh badannya. Dan perbedaan cuaca dari saudi yg di dalam rumah selalu menggunakan AC, Hijaz selalu kegerahan. ⁣
Meski lelah dan kami mudik hanya 3 minggu terasa sekali waktu cepat berlalu. Berharap masih diberi umur panjang dan diber kesempatan sehingga suatu hari bs bertemu sanak saudara lagi. ⁣Mudik kali ini memang bukan mudik biasa. 
---⁣
Anik ⁣
Kisah ini mudik awal tahun 2018⁣

Mar 28, 2019

Komunikasi produktif day 1

Bismillah 

Mengikuti kuliah kelas bunda sayang dr institut ibu profesional memang agak berbeda dengan kelas martikulasi. Disini lebih banyak tantangan. 

Materi 1 adalah tentang komunikasi produktif.


Hari pertama, 28 Maret 2019.

Setelah ada bayi berusia 1 bulan. Saya sangat khawatir meninggalkan/menitipkan bayi ke Hijaz. Karena Hijaz suka gemes sama adiknya yg terkadang membuat unanya agak bernada tinggi. Biasanya meluk tetapi, tangannya menidihkan dada si adik. Tetapi, hari ni karena urgent harus ke kamar mandi dan adek sedang asik menyusui harus berhenti karna sy ingin ke kamar mandi tak tertahankan. .

.

Akhirnya saya memutuskan untuk menitipkan ke Hijaz. 

Una : "Hijaz, una titip adek ya. Una mau ke kamar mandi dulu". (Suara lembut, menatap wajahnya dengan senyuman)

Hijaz : ok una.


Terdengar dr kamar mandi, adek yg mulai menangis karna menyusui yg belum puas. Sang abang mencoba menghibur adeknya. 

Hijaz : "adek, yg sabar ya. Una lagi di kamar mandi dulu. Ada Hijaz di sini". Setelah selesai.

Una: "terima kasih abang Hijaz sudah jagain adek dengan baik". MasyaAllah abang Hijaz yg sholeh. (Sy beri ciuman n pelukan untuknya, serta bilang I love you abang Hijaz).

Hijaz : I love you too una, (dia cium sy dan tak ketinggalan cium adeknya juga). 😊

#ceritanik

#hari1

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif 

#kuliahbundasayang 

#jurnalkeluargaww

@institut.ibu.profesional

Join Kelas Bunda Sayang

Setelah lulus kelas martikulasi di @institut.ibu.profesional . Akhirnya memutuskan melanjutkan kelas bunda sayang batch 5. 

Awalnya agak ragu, karena saat pendaftaran mendekati HPL. Tetapi, ini adalah tantangan buat saya.


Alasan kuat saya mau mengikuti kelas bunda sayang adalah saya yg selalu merasa kurang ilmu dan senang belajar, serta saya sebagai seorang ibu yg berada di ranah domestic perlu banget yg namanya upgrade ilmu. Terlebih jarak yg sulit untuk "belajar tentang keluarga/parenting". Kelas online ni sangat membantu saya. 

Zaman yg semakin maju dan berkembang, pola pikir dan cara mendidik anak zaman orang tua kita beda dengan zaman sekarang. Membuat saya semakin semangat belajar.

Ada Quote dari sahabat Rasul “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu” (Ali Bin Abi Thalib ). Bismillah.

#kelasbundasayangbatch5

#anikbelajar

#ceritanik 

#ibuprofesional 

#upgrade

Feb 25, 2019

Ceritanik tentang VBAC adek Hamim : A miracle from Allah (part 2)

part 1


Setelah berkeliling mall sampai mallnya sepi. Kami pulang lagi ke hotel. 

Sebelum tidur, abang bilang ke adek yg ada dalam kandungan. Adek keluarnya jam 10 pagi ya. Supaya abang Hijaz bisa lihat. Maksud hati kami kasian ke Hijaz, karena kami bawa kesana-kemari. MasyaAllah Tabarakallah baik budi banget dia. ;"

Tanggal 18 Februari pukul 2am, saya sudah merasakan kontraksi per 10menit tapi, masi berantakan. Kadang 7 menit, 5menit, balik lg ke 10 menit. Tetapi saat itu saya belum berani bangunin abang. Karena biasanya setelah subuh, akan membaik. Berusaha dibawa tidur tetapi, setelah jm 4pg semakin terasa ada yg mendorong. Memutuskan membangunkan suami. 

Abang : mau ke RS skrg?

Anik : tunggu deh. Takutnya ilang lagi. 

Abang : sambil nunggu kita sholat tahajud dulu aja. 

Anik : iya.

Abang : setelah sholat tahajud, abang bilang yg kata-katanya kurang lebih begini. 

:"Mau normal atau caesar, kamu tetap istri shalihah seperti bunda hajar yg tak mengeluh mencari air minum untuk nabi Ismail. Kamu tetap Maryam, dengan keshalihahannya bisa melahirkan Nabi Isa a.s". Bismillah ya sayang." Sambil memeluk. .

Anik : just cried dipelukannya. 

Akhirnya setelah subuh, kami berangkat ke RS. Sesampai disana jam 6pg Alhamdulillah sudah pembukaan 4. Itu berarti saya sudah tak boleh pulang.

Masih tersenyum dan ketawa-ketawa dengan perawat yg ramah. Sayangnya hijaz dan abang sudah tak boleh masuk. Huhu sendiri. Tp, dari awal sy hanya berdoa Allah bersama saya dan berharap mendapatkan dokter dan perawat yg mendukung saya.

Masuk ke ruang bersalin. Sudah merintih kesakitan. Di cek pembukaan, sudah 5 tetapi posisi adek masih tinggi. Dokter memutuskan untuk C-section. Karna khawatir adek kelelahan. Akhirnya meminta Abang untuk menandatangani C-section.

Qodarullah saya dipertemukan nurse yg baik banget, namanya Pretty. Berasal dari India. Beliau yg menyemangati saya. Yg membantu menngecek pembukaan. Bahkan yg dokter yg pro normal (dokter Tagrek) beliaulah yg menelpon untuk saya. MasyaAllah

Selama persalinan saya didampingi 3 dokter : dokter tagrek, dokter jaga saat melahirkan, dan dokter C-section.

Ditengah kesakitan saya, abang menyemangati via wa. Sy udah tak kuat telepon atau mengetik. Abang bilang "daddy and Hijaz love una. Banyak zikir".

Disana saya mulai merasakan sakit yg tak karuan. Dokter jaga mengatakan bahwa anak saya naughty boy. 

Sedih rasanya seorang ibu, dikatakan bahwa anaknya naughty(nakal). Dakam hati saya katakan ke adek dalam kandungan saya. "Ayo dek, kamu bisa. Kamu anak sholeh bukan nakal". Meski maksud dokter itu mengatakan hanya "jokes". Tapi buat sy sedih. 

MasyaAllah tabarakallah nursenya mengatakan bahwa saya sudah memasuki pembukaan 7 dan adek yg tdnya tinggi, Kini adek sudah diujung. Dengan berlarian nurse mengatakan ke dokter "It's miracle".

Dokter Tahreq pun mengatakan MasyaAllah laa haula wa laa quata illa billah. Anik insyaAllah kamu bisa melahirkan secara normal. 

MasyaAllah sakitnya sudah tak kuasa, saya bertanya bolehkah sy minta "epidural" (semacam penghilang rasa sakit perut ke kaki). Sama seperti sebelum C-section.  Disuntik di tulang belakang. Subhanallah nurse Pretty mengajarkan saya mendorong( push down) karna sy "mati rasa" saya hanya mendengarkan aba2 dia. Ditengah keputus asaan dokter, anik kayaknya kamu c-section. Karena terlalu lama, dokter khawatir si adek kelelahan karena saya push(mendorongnya) kurang kuat. Lalu, nurse pretty bilang "you can't do it". It's just push it m hard. You can do it".  Dan dokter Taqrek memutuskan adek hamim sejenis vacum agar membantu saya. MasyaAllah tak sengaja keluar air mata saya melihat dia, si adik sholeh Hamim Ahmad Wahyudi. 

Entah pukul berapa adek keluar, saya mengatakan mau menyusuinya. 

Dan pukul 12.36 siang, saya kirim foto adek ke abang. Beda saat C-section melahirkan Hijaz, abang sudah mendapatkan sms dr pihak RS. Sedangkan, Hamim tidak  mendapatkan informasi by message apapun. 

Abang bls "ماشاء لله تبارك الله 

😍😍😍😭😭😭 bikin terharu".

Ditengah recovery saya di ruang persalinan, saya kedinginan efek obat pain killer, haus karna memang tak diberikan minum. Pain killernya bisa menyebabkan muntah. Sehingga tak diberikan makan dan minum.


Caesar dan  normal memang sama. Jangan saling ngejudge. Sama2 sakit. Memang bedanya setelah melahirkan normal saya sudah bisa langsung jalan ke kamar mandi. Sedangkan C-section saya masih harus menunggu beberapa jam untuk bisa berdiri.


“Alhamdulillah bi ni’matihi tatimmus shalihat” 

 segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal sholih.

Mohon doanya semoga anak2 kami, menjadi anak yg sholeh, hafidz qur'an, bermanfaat buat keluarga, bangsa, dan agama. 

Dan kami bisa menjadi orang tua yg sabar, sholeh/ah dan bijak. Aamiin


Wandi dan Anik

Ceritanik tentang VBAC adek Hamim : A miracle from Allah (part 1)

Bismillah

Setelah melahirkan Hijaz hampir tiga tahun yang lalu melalui proses caesar. Kehamilan kedua ini berharap saya bisa normal. Dengan alasan, saya dan suami tidak ada yg membantu (orang tua kami) tidak bisa menemani kami. Dari awal melahirkan Hijaz pun, saya dan suami yg berjuang bersama. Iya selain kami memiliki pikiran "sufah cukup mereka kita repotkan ketika kami kecil, jangan ditambah buat mengurusin cucu". Meski pada dasarnya mereka pasti bahagia ngurus cucunya. Selain itu, saya pribadi tidak suka setelah melahirkan "direcokin dengan segudang mitos-mitos zaman dulu". 😊


Lanjut..

Berusaha melahirkan normal setelah caesar disebut VBAC (vaginal birth after C-section). Berharap saya cepat recoverynya. Tetapi, harus percaya bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Selebihnya Allah-lah yanh berkuasa. 

Setelah memasuki kehamilan 36 minggu, dokter menyarankan untuk rajin jalan. Karena vbac harus melalui kontraksi yang alami (tanpa suntik). Bismillah saja, abang pun menyemangatin yang penting kita sudah ikhtiar. 

Memasuki kehamilan 37 minggu setiap malam saya merasakan kram perut (kontraksi palsu), yg membuat saya tak bisa tidur. Hingga pagi harinya harus konsultasi ke dokter kandungan (ob/gyn). 


Pada tangga 11 Februari, hari itu saya mengunjungi ke dokter yg berbeda karena dokter yg biasa saya kunjungi baru ada siang sedangkan, saya khawatir dengan adek yg saya kandung.

Ternyata Dokter ini panik, tanpa CTG (Alat meriksa kontraksi) saya langsung ditransfer ke RS Jeddah dengan ambulan. Yang jaraknya kurang lebih 1jam bila naik ambulan. Dokter ini bilang bahwa saya sudah pembukaan 2. Setiba di RS Jeddah, saya di tolak. Karena tidak ada kontraksi dan pembukaan saya masi 1. Huff (husnuzon suruh minum cendol dulu nih) 😄


Pulanglah kami ke kaust lagi, dokter yg biasa kami konsultasi pun menelpon saya dn menanyakan kabar. (MasyaAllah ni dokter care banget)

2 hari setelah kejadian, sy mengunjungi dokter yg biasa saya konsul. Beliau bilang blm ada perubahan. Masih opening 1, aku bisa pulang. 

Tiba 17 Februari dini hari, saya merasakan kontraksi (ada yg mendorong). Pukul 00.30am saya ke ER (Emergency Room) bersama Hijaz dan abang. 

Setelah di cek, ternyata dokter jaga ini menyampaikan bahwa saya sudah pembukaan 2. Lebih baik sy ke RS Jeddah khawatir terjadi apa2 lagi. 

Sendiri di ambulance tanpa suami dan anak. Hanya ditemani suster dan tenaga medis. Dan Allah yg menemani. Dan berdoa semoga balik ke kaust sudah ber4. Aamiin

Setiba di RS, lagi dan lagi di tolak. Memang sudah ada pembukaan 2 tetapi, dokter sampaikan kalau mau normal ni masih lama. Karena baby still high (masih tinggi) dan kontraksi belum stabil. 

Jam 7 pagi, semalaman tak tidur. Saya kasian ke suami dan Hijaz pastinya. Kami memutuskan mencari hotel sekitar RS. Karena sudah pembukaan 2 dan  khawatir sampai kaust yg menempuh perjalanan 2jam, ternyata kontraksi lagi. Kami mencari hotel yg bisa check in lebih pagi (early). Alhamdulillah dapat. 

17 Februari siang sambil mencari makan, saya minta suami ke sebuah toko baju karena koper siap isinya hanya untuk melahirkan (sy pke baju RS). Qodarullah harus bermalam di hotel. Jd sy minta suami belanja terlebih dahulu sambil muter-muter berharap pembukaan bertambah. 

Balik ke hotel dan malam hari setelah isya. Saya meminta suami (lagi) untuk keliling mall bukan untuk belanja tetapi, ikhtiar supaya keesokan harinya sudah bertambah pembukaannya. Selama 1 jam muter2 mall dengan jalan cepat(power walk). Dan berharap esok sudah bertemu adek. 😊

Lagi-lagi dini hari saya merasakan kontraksi. 

(Lanjut ke  part 2)

Feb 1, 2019

Mengajar dengan Cinta : muridku hebat

"Selamat y sayang dari part time teacher jd teacher sesungguhnya" begitu kata-kata suami ke saya. 😂


Sudah 5 tahun tinggal diperantauan, hampir 3 tahun waktu saya dihabiskan sebagai berkerja part time sebagai asisten guru di KG Kaust school namanya. Tempat suami neruskan mimpinya. 

Tahun lalu, pihak kampus memiliki kebijakan baru bahwa dependent student ga boleh part time lagi. 

Sedih? 

Pasti. Tapi, saya percaya pasti ini yg terbaik yg Allah berikan.

Setelah hampir 3 bulan "ngagur", saya dapat tawaran menjadi guru bahasa Indonesia. Sebagai mother tongue teacher tp ini hitunganya seperti private teacher si karena dibayar oleh orang tua yg meminta sy mengajar. Hanya bedanya saat pelajaran bahasa indonesia, si murid bertemu dgn sy. Iya disini sistemnya moving class.

Hari itu rasanya senang sekali. Meski hanya seminggu 3x dan 1jam ketemu murid hebat saya ni. Hariku terasa special. Mungkin bisa dibilang ini "me time". Namanya Ameer, usianya 11 th. Bapak Indo Ibunya Ausi. Sekilas anak ini normal. Tp, dia memiliki kehebatan lagi yaitu disleksia. 

Bagaimana serunya mengajar anak disleksia? 😄😄

Yg pertama, saya salut dengan kedua orang tuanya. Yg tak menuntut Ameer banyak. 

Tujuan Ameer belajar bahasa Indo adalah supaya paham dan bisa berkomunikasi dengan oma dan opanya di Bandung. Meski dengan kurikulum yg dibuat, semuanya menyesuaikan kemampuan Ameer. Tp, meski begitu saya salut sama dia. Dia semangat sekali belajar bahasa Indonesia. Meski dia bilang daya ingat dia sangat lemah. Tapi, dia senang kalo saya membuat belajar bahasa Indonesia dikaitkan dengan games2 yg dia senangi. :D

.

Disleksia itu ga suka dikeramaian. Dia lebih suka belajar dengan kondisi tenang. Kalo dirasa dia sudah lelah, dia akan minta break (Istirahat).

.

Meski Ameer bisa dibilang agak sulit dengan lingustik (bahasa),diusia dia 11thn  beliau masi suka kekurangan huruf saat menulis atau membuat cerita. Meski dengan bahasa Inggris. Tapi, orang tuanya  mensupport Ameer dengan "kelebihan" ameer yg lain. Di antara lain Ameer suka robotic, hewan (animal/yg berbau alam). :)

Belum lama ini, dia dengan temannya yg bernama maya memenangkan kompitisi robotic antar grup. Saya semakin yakin bahwa tiap anak didik adalah special. Kita tak bisa menyamakan anak yg satu dengan anak yg lain. :) .

.

Yg kedua, sekolah dengan kurikulum IB sangat membantu Ameer karna sekolah ni  tidak berpengaruh dengan nilai. Bila anak memiliki bakat yg lain, sekolah sangat mensupport sekali. .

.

Jadi, belajar bahwa setiap anak murid itu unik dan spesial. Sama seperti anak yg terlahir dari rahim kita. Semoga bisa menjadi orang tua yg mendukung apapun kecerdasan si anak yg dimiliki.

#ceritanik

hasil karya Art Ameer

Jan 20, 2019

Ibu Profesional seperti air yang menyegarkan tanaman, dimusim kemarau



Tahun ini adalah tahun ke lima saya merasakan musim dingin di Arab saudi. Dan hampir tiga tahun saya ditakdirkan Allah menjadi seorang Ibu. Sebelum menjadi seorang ibu, saya diberi kesempatan untuk berkerja paruh waktu saya di Taman Kanak-kanak area kampus suami.

Satu tahun berkerja sebagai paruh waktu, Allah takdirkan saya hamil setelah hampir dua tahun saya dan suami menanti buah hati di perantauan ini. Sebelum melahirkan anak pertama saya, saya memutuskan menjadi Ibu yang berkerja diranah domestik. Hingga setahun berjalan, Allah memberi kesempatan untuk merasakan menjadi seorang ibu berkerja diranah publik. Saya kembali berkerja paruh waktu. Saya merasa saat itu dunia yang lebih produktif. Waktu saya 24 jam terasa cepat berlalu, saya harus bangun lebih pagi menyiapkan bekal untuk anak saya di daycare serta menyiapkan makan saya dan suami. Serta harus tidur lebih telat karena tetap memberi waktu bonding saya dan anak. tapi itu tak berjalan lama. Allah hanya takdirkan saya satu tahun saja sebagai ibu berkerja diranah publik. Di area kampus suami memiliki peraturan baru bahwa istri dari seorang mahasiswa tidak diperbolekan untuk berkerja paruh waktu. Kembalilah saya menjadi Ibu yang berkerja di ranah domestik (Ibu Rumah Tangga).

Meski pernah menjadi ibu yang bekerja diranah domestik, saya merasa berat karena rutinitas yang berbeda. Saya merasa hidup saya tak produktif lagi, waktu saya hanya terbuang begitu saja.
Ada doa yang selalu saya panjatkan ketika saya bermunajat kepada Allah, salah satunya adalah meminta waktu saya bermanfaat dan tak terbuang sia-sia. Hingga Allah jawab doa saya, salah seorang teman yang saya kenal lewat jejaring sosial. Beliau sedang berbagi cerita bahwa dia mengikuti kelas martikulasi di Institut Ibu Profesional. Saya mulai bertanya dengan beliau, bagaimana cara mengikuti program itu. Karena saya sangat tertarik dan ingin belajar menjadi Ibu yang professional meski saya berada diranah domestik.

Saya aktifkan alaram telepon genggam saya agar tak terlewatkan pendaftaran kelas martikulasi. Karena pembukaan kelas martikulasi angkatan ke enam ini mengikuti waktu Indonesia, saya sempat hampir kehilangan kesempatan untuk mengikuti kelas martikulasi angkatan ke-6 ini. Alhamdulillah atas izin Allah dan teman online saya ini, masuklah saya dikelas martikulasi luar negeri batch 6.
Saya disana belajar banyak, dipandu dengan kakak-kakak fasilitator, observer, dan guardian yang hebat serta teman-teman seperjuangan semakin member warna baru dalam kehidupan baru saya.  Memiliki teman seperjuangan, saya makin terasa bahwa kegalauan yang saya alami tak hanya sendiri. Seorang ibu memang tak ada sekolahnya, Institut Ibu Professional telah membawa warna buat saya pribadi untuk belajar bagaimana menjadi seorang Ibu Professional.

Setelah hampir tiga bulan perkuliahan dengan materi-materi dan tugas-tugas yang luar biasa, saya menjadi mengetahui apa itu Ibu Profesional. Salah satunya saya belajar bagaimana memanage waktu dan menjadikan masalah-masalah yang saya hadapi menjadi sebuah tantangan. Tugas domestik harus diselesaikan, jangan sampai ditunda-tunda sehingga merasa terbebani.

Saya pun sangat bahagia bisa dipertemukan teman-teman seperjuangan di kelas luar negeri martikulasi batch 6. Meski kami belum pernah bertemu  langsung. Saya merasa sudah seperti dekat sekali. Meski akhirnya kami harus dipisahkan per regional, saya percaya kami bisa saling member manfaat dimana pun kita berada.

Saya yang berdomisi di Arab Saudi, kami masuk di regional Ibu Profesional Asia sedangkan yang berdomisili di wilayah US, Eropa, Afrika masuk ke Ibu Profesioanal non Asia.
Pada saat itu saya mengibaratkan Institut Ibu Profesional seperti air yang menyegarkan tanaman  ditengah kemarau panjang. Yang membuat tanaman itu tumbuh tapi, tak berguna. Itulah yang saya rasakan, awalnya saya berpikir “yasudah jalani saja hidup ini untuk saya dan keluarga saya”. Tetapi, sepatutnya sebagai Hamba Allah, seorang Istri, dan seorang Ibu. Saya bisa juga memberi manfaat untuk orang sekitar dengan segala potensi yang saya miliki.


Jan 13, 2019

"Jangan panik saat anak sakit, ajarkan dia tentang Tauhid"

13/30


Sudah 2 tahun 9 bulan saya menjadi ibu. Meski pengalaman saya belum banyak. Mudah2an tulisan saya bermanfaat. 😊

.

.

Saat menjadi ibu baru tahun 2016 bulan April. Saya dan suami bener2 panikan. Kami memang melewati berdua saja. Jd wajar kita serba panik. Seminggu Hijaz di rumah kuning panik ke dokter, matanya banyak kotoran ke dokter, bahkan usia Hijaz 3minggu kami sudah tlp 911 dan naik ambulan buat cek Hijaz. Saat itu hijaz kolik. Minum asi muntah, muntah dahsyat disertai semburan. Salah satu penyebabnya adalah tongue tie yg dimilikinya. Karena tongue tie, dia ga bisa menyusu dengan sempurna. Sehingga banyak gas yang masuk ke perutnya. 

.

.

Alhamdulillah tinggal di compound dengan fasilitas masyaAllah ada Klinik dan ambulance yg siap siaga dan itu free. 

karena kami tak punya mobil dan hanya punya motor. Motor disini ga boleh boncengan ber3, apalagi usia hijaz yg masi bayi. Tlplah 911, 5menit kemudian ambulance datang menuju ER (emergency room). Dokter ER malah bikin panik. Katanya harus dimasukin selang buat ngeliarin gasnya. 😑 huff.. akhirnya kami ditransfer ke RS di Jeddah dengan ambulance. Pdhal smpe Jeddah di suruh tummy time dan pijat ILU. 😅

.

.

Hijaz juga pernah HMFD/fku singapur 2x. 


Berharap ga naik ambulance lagi karena Hijaz sakit, qodarulloh usia hampir 2thun kami naik ambulance lagi. 😓

Iya hijaz panas sampe 41° pdhal sudah minum penurun panas. Dan saat tidur napas dia begitu cepat. Tlplah 911 lagi. 5menit setelah tlp si ambulance datang. Hijaz di cek urin, darah, dan ronsen. Dia kena gejala pneumonia. Sebenarnya ga terlalu jelas, tp dokter menyarankan di transfer di RS Jeddah. Dan lagi2 kami naik ambulance. 😙

Bedanya kali ni Hijaz di rawat. Melihatnya di infus, hati ibu mana yg tak kasihan. 

Saya panik dan selalu bertanya kepada suami "gimana yang?".

Dengan tenang dia menjawab sambil menggengam tangan sy.  "it's ok, sayang. Ga usah khawatir. Kan udah ditanganin dokter. Kita tinggal berdoa". 

.

.

Meski Fasilitas VIP dan gratis tetap aja, tdr di rumah lebih enak dibanding di RS. Alhamdulillah hanya semalam aja bobo di rs. 

.

Alhamdulillah saat ini anaknya sudah bisa diajak kerjasama dan dia sudah tau rasanya kalo dia sedang sakit. 

3 hari yang lalu, Kamis pagi dia meler. Biasanya sy sudah feeling klo meler gini. Malamnya bakalan panas. Iya benar saja, bis magrib matanya sudah mulai berair dan dia bilang panas una. 

Karena pengalaman yg sudah ada, selama suhunya belum 39, saya kompres aja dia. Ajak tdr, ajak dia minum air putih yang banyak, makan oranges atau minum orange jus, saya buatkan sup. Kalo anaknya ga mau makan biasanya sy buatkan bubur. Atau cemilan2 yg membuat perutnya terisi. Dan jangan lupa ajak dia berdoa. 

.

.

Saat dia lemas, saya bertanya "siapa yg kasih kita sakit,nak?"

Hijaz jawab "Allah".

Saya menjelaskan "iya Allah, tapi Allah kasih kita sakit bukan karena Allah tak sayang sama kita. Justru Allah sayang sm kita. Allah kangen kita berdoa kepada-Nya". 

Sekarang Hijaz berdoa ya. Gimana doanya? 

Saya membantunya "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "Badani"

Sy "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "sam'i"

Saya "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "bashori"

Saya bantu lagi "Ya Allah sembuhkan hijaz, supaya sehat lagi. Bisa ke masjid lagi, ke mekkah lagi, main bola lagi". 

Aamiin. (Hijaz dan una)

*jadi klo anak sakit, ga perku panik. Kita ikhtiar,berdoa, dan kuatkan kesabaran. 

Demam adalah reaksi tubuh ketika ada sesuatu hal yg baru, entah virus atau bakteri. Jangan panik, mommy. 😊


Jan 10, 2019

I am a big brother insyaAllah

10/30 (tantangan 30hari bercerita). Lengkapnya ada di ig (@aniksofiyah_ / https://www.instagram.com/aniksofiyah_/

Sejujurnya masih bingung manggil Hijaz, kakak atau abang ya? Kalau ditanya dia maunya dipanggil kakak Hijaz. 😅


Kata suami gak usah kayak gt, abang aja manggil kakak2 abang namanya aja. Kayak bule-bule gt. (Betawiy style) 😅

.

.

Awalnya saya tau kehamilan saya, antara senang dan sedih. Senang ternyata Allah kasih begitu cepat, pdhal saat menanti Hijaz lumayan lama. Sedih karena merasa nanti gimana gimana (kekhawatiran yg belum terjadi). Tapi Saya percaya bahwa Allah tanamkan janin dirahim saya, tanda Allah mempercayai sy dan suami bahwa kami bisa melewatinya. .

.

Seiring kandungan saya membesar, masyaAllah Tabarakallah Hijaz terlihat bahagia, selalu semangat klo di ajak melihat adiknya. Pertama kali dia lihat adiknya di layar ultrasound, dia bilang "kok adek gelap, daddy?". Daddy said "iya di tummy una ga ad lampu". .

.

Tiap cek ke dokter selalu ada hal baru yg dia lihat dan diucapkan. Seperti "tangan adek small", "Iya kan masih baby". Kami merespon celotehannya.

.

.


Makin kesini, saya sudah meminta dia untuk membacakan buku untuk adiknya. Haha dengan gaya ibu2/gaya daddy n unanya yg sedang story telling. Masyaallah saya bangga dengannya. 

Saya juga meminta dia, bacakan hafal2an Qur'an yg sudah ia hafal. Sambil memegang Al-qur'an dia bacakan surat2 pendek hafalannya. Pdhal yg dibuka Qur'an surat lain, tetapi yg dibaca lain.😂 Alhamdulillah ya Allah, dia memang hadiah yg Engkau kirimkan untuk kami.

.

.

Sebelum tdr selalu elus2 perut sy dan cium, lalu dia bilang "adek, kk Hijaz bobo dulu y, adek bobo juga ya. I love you adek". Mendengar itu, air mata saya hampir terjatuh. Saya peluk dia dan saya cium dan ucapkan I love you kaka Hijaz. MasyaAllah 😘😘😍

.

.

Semoga Allah mudahkan semua urusan kita. #ceritanik #jurnalhijaz #30HBC #30HBC1910 #30haribercerita #brother #happyfamily  @30haribercerita

Jan 2, 2019

Memperbaharui Niat

1/30

"Selamat datang 2019". Kataku dalam batin


Sudah berapa tahun hidup di dunia dikasih waktu ke Allah untuk memperbaiki diri tapi begini-begini aja. 

Sudah berapa lama Allah izinkan saya menjadi seorang Istri dari laki2 yg tak pernah terbayangkan bakal jd suami. Surga dan nerakaku ada di dia.  Sudah seshalihah apa saya untuknya?


Sudah berapa lama Allah izinkan saya menjadi seorang ibu. Yg katanya surga ada di telapak kaki ibu. Sudah seshalihah apa saya dimata anak-anak saya sehingga "pantas" bahwa surga ada di telapak kaki ibu? 

Sudah berapa lama saya menjadi hamba Allah, yg merasa tak pantas surga untukku dan merasa tak mau menyentuh neraka-Nya. .

.

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

.

.

Diingatkan kembali bahwa apa yg kita lakukan selama ini karena Allah, untuk Allah semata. Ingat lagi untuk apa Allah ciptakan kita di muka bumi? Untuk apa menikah? Untuk apa Allah izinkan sy menjadi seorang ibu?

Tak lain kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya. Mari memperbaiki niat-niat yg mulai terkotori. Semoga Allah menjadikan hamba Allah yg lebih baik lagi bukan hamba yg merasa paling baik. 

Mengevaluasi lagi visi misi pernikahan yg telah dibangun. Mau dibawa kemana pernikahan dan keluarga ini. .

.

#ntms #30haribercerita #30HBC1901 @30haribercerita #evaluasi #newyear #2019

Dec 29, 2018

Staycation 2018

Liburan akhir tahun ini yg sudah "direncanakan" gagal. Eh gak gagal si tapi tertunda insyaAllah.

.

.

Awalnya mau ngetrip dengan mobil, yg kami tempuh memang perjalanan yg cukup jauh. sudah izin ke dokter dan lain-lain. Sudah ok. 

Memang feeling rasanya kok ga enak, maunya di rumah aja. Sengaja juga blm booking hotel. 

Qodarulloh benar mobil kami sebenarnya masih bisa di pakai tapi, 3hari sebelum rencana bocor bensinnya baru ada barangnya sekitar sabtu. Akhirnya ga jd kemana-mana. 😄

Sejujurnya sy agak kecewa, sebenarnya juga ga pengen liburan-liburan amad. .

.

Karena yg penting buatku ngobrol, quality time ke suami dan ke anak. Yups. Abang emang belakangan ni sibuk banget.  Data paper ke-3nya harus selesai sebelum sy lahiran (target beliau). Semangat sayang!

.

.

Alhamdulillah tinggal ga jauh dr laut merah, ga nyampe 10menit smpe. Ngasih makan ikan, berjalan di pinggir laut. Menikmati sepoy2nya angin laut. That's enough. Karena sebenarnya bukan seberapa jauh kita menghabiskan waktu dengan keluarga tapi, seberapa kualitas kita habiskan bersama. Yg penting ngobrol! No gadget!

.

.

Ada percakapan yg saya ingat saat menikmati angin laut yg lumayan kencang hari ni. Sy bilang "ini air laut kenceng banget ya,yang! Ga kebayang klo tsunami . 😭".

Abang bilang "Iyah. Kita mang harus bnyk2 bersyukur. Jangan sampe kita kufur".

.

Semoga Sabar, syukur, ikhlas, dan huznuzon terus dengan atas ketetapan yg Allah kasih ke kita. ❤❤


#ceritanik #huznuzon #staycation #happy #alhamdulillah #happiness #perantau #pernikahan