CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Nov 14, 2018

Karena Prioritas Keluargaku Tak Sama dengan Keluargamu

Selama saya merantau hampir lima tahun saya merasakan berbeda-beda prioritas.
1.       Saat menjadi Isteri Rumah Tangga
Setelah menikah saya memang tak langsung diberi amanah anak. Maka, prioritas saat itupun berbeda dengan apa yang saya rasakn saat ini.
Saat itu abang, panggilan saya ke suami. Abang membebaskan saya apapun selagi saya bahagia dan bermanfaat. Kegiatan saya hanya masak, bersih-bersih rumah, ikut kelas Bahasa Inggris seminggu sekali, mengikuti kelas Bahasa Arab seminggu sekali, Bahasa Inggris for spouses yang berbayar. Yang pasrti supporter dia dalam apapun kegiatannya.
Satu tahun diperantauan Allah izinkan saya menjadi volunteer di Kindergarten The Kaust School.

2.       Saat menjadi Isteri berkerja
Setelah menjadi volunteer di the kaust school, Allah izinkan saya berkerja sebagai Asisten Teacher di K3 kaust school. Prioritas saya yang pasti berbeda lagi. Saat itu yang terpenting ada yang bisa dimakan untuk saya makan siang di Sekolah dan makan malam. Abang makan siang selalu di kantin kampus. Biasanya sarapan kami hanya simple/yang mudah. Biasanya roti bakar/biscuit di temani susu atau teh.
Kalau kelelahan atau kemalasan sedang hadir dalam diri ini. Biasanya kami makan diluar seperti kantin kampus atau junk food lainnya.
Qodarullah memasuki 2 tahun pernikahan, saya masih berkerja dan Allah izinkan saya hamil. Alhamdulillah saya tak mengalami morning sickness tetapi, evening sickness, dan saya mabok ketika mencium bau. Masak-memasak abanglah yang menyediakan. Huhu jazakallah khoiron bang. Kondisi rumah sebenarnya rapi tetapi, karena tempat tinggal kami ini selalu tertutup maka, debu bisa dimana-mana biasanya bagian bersih-bersih kami bagi-bagi tugas. Weekendlah biasanya ngevacuum dan saya bagian ngepel.


3.       Saat menjadi Ibu Rumah Tangga
Setelah usia kandungan saya memasuki 8 bulan, saya resign dari asisten teacher. Saya memutuskan stay di rumah dan mempersiapkan kelahiran anak kami. Satu bulan lebih tiga minggu, Saya dan suami memutuskan tidak mengundang orang tua kami. Jadi selama anak kami lahir, kami melewati bersama. Satu bulan pertama, Hijaz sering kolik/masuk angin karena Hijaz lahir dengan kondisi tongue tie sehingga membuatnya menyusui tidak sempurna dan angin masuk kedalam perutnya. Dan kondisi itu membuat saya diet makanan yang mengandung gas. Jadi saya hanya makan sayur bening dan ayam. Semuanya abang yang memasak. Tugas saya hanya mengurusi Hijaz. Kondisi rumah rapih ala kadarnya. Ketika hijaz sudah mulai beranjak besar dan saya sudah tau ritmenya, tugas memasak kembali kesaya. Terlebih ketika Hijaz sudah memasuki dunia per-MPASIan. Saya tetap chefnya.

4.       Saat menjadi Ibu berkerja
Awalnya saya memang berniat untuk menjadi Ibu Rumah Tangga saja. Menikmati hari-hari bersama anak. Tetapi, Allah memberi kesempatan untuk saya berkerja di sekolah lagi. Melalui istikharah panjang dan ridho suami, dengan berat hati saya berkerja lagi. Prioritas dan tantangan menjadi lebih komplit lagi. Bangun lebih pagi dan tidur terlembat. Tugas abang adalah mencuci piring, mengantar Hijaz ke daycare. Saya memasak menyiapkan masak dan bekal Hijaz selama di daycare. Setiap pulang sekolah, saya menjemput Hijaz dan bermain. Agar bonding saya tak hilang darinya. Target tilawah dan ibadahpun tetap harus menjadi prioritas. Soal masak keseringannya saya masak malam hari dan masak dengan jumlah banyak sehingga cukup untuk 2-3 hari atau bahkan bisa seminggu untuk saya dan suami. Untuk Hijaz selalu masak yang fresh. Kondisi rumah lagi2 saat weekend. Menyapu setiap hari tapi untuk membersihkan secara menyeluruh seminggu sekali atau dua minggu sekali. Biasanya saya sudah menyetok makanan di kulkas saat weekend. Seperti siomay, ayam ungkep, rendang. Jadi saya malam hari atau pagi hari tinggal memasak sayuran saja.

5.       Ibu Rumah Tangga dengan Toddler
Setelah berkerja dalam satu tahun, qodarulloh mereka punya peraturan baru bahwa isteri dari PhD student tak bisa berkerja sebagai part time lagi. Sedih rasanya, karena saya belajar banyak di sekola. Tetapi semuanya ada hikmahnya, saya mengasah koordinasi mata dan tangannya, kegiatan pre-writing, bermain bersama Hijaz dan mulai mengajari Hijaz menghafal surat-surat pendek dalam Al- Qur’an dan doa sehari-hari.
Kondisinya sama seperti sebelum-sebelumnya, abang bagian mencuci piring. Saya memasak dan menyiapkan kegiatan untuk Hijaz.
Semua ini kondisi keluarga kecil saya. Setiap keluarga berbeda-beda kondisi.

Saya ini tidak pintar masak. Saya selalu tidak PeDe untuk mengantarkan makanan ke tetangga atau teman orang Indonesia. Saya belajar banyak dari ibu saya bagaiamana beliau Ibu berkerja tetapi selalu ada waktu untuk memasak untuk keluarganya. Semenjak merantau “food preparation” itu sebelum terkenal saya sudah menerapkan.

Setiap pasangan berbeda-beda tipe ya, ada yang suaminya nerima saja apa yang dimasakin isterinya. Ada yang 3x menu dalam sehari berbeda-beda. Ada yang tak suka makanan yang sudah berhari-hari meski disimpan didalam kulkas.
Suami saya adalah tipe yang selalu hidup dibawa santai. Jadi biasanya saya sudah siapkan ungkep ayam, nugget, rendang. Jadi semuanya saya taro di freezer. Kalo mau makan tinggal di goreng atau dihangatkan.
Untuk sayuran biasanya semacam kangkung atau bayam, saya sudah potong-potong dari batangnya dan disimpan di ziplock atau plastic agar tak terkena air dan cepat busuk. Saya pernah coba disimpan di dalam Tupperware. Tetapi malah cepat busuk. Sehingga saat ingin masak tinggal masukkan saja tanpa harus memisahkan kembali batang dan daunya. Dan  Lebih mudah lagi buatlah bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Sehingga saat masak tak perlu lagi menyiapkan dan menghaluskan bumbu-bumbu.

Suami saya tidak pernah memuntut saya rumah rapih dan bersih karena beliau tau punya toddler yang lagi aktif-aktifnya. Prioritas saya mendidik dan menemani Hijaz dalam bermain.
Untuk soal mencuci dan menyetrika, Alhamdulillah sangat terbantu karena disediakan Dryer. Jadi, setiap selesai memanaskan pakaian langsung dilipat kecuali pakaian yang berbahan lecek.


Sharing ala Anik
  1. Komunikasikan dengan suami. Maunya seperti apa. Kalau merasa keberatan bisa diskusikan. Ada suami yang tak mau terlibat/membantu dalam bersih-bersih rumah tetapi, ada juga yang bersedia uangnya untuk memanggil cleaning services.
  2. Sesibuk apapun jangan lupakan hak dan kewajiban kita sebagai Hamba Allah dan Sebagai anak, Isteri, dan orang tua.
  3. Perlu diingat kewajiban isteri itu bukan masak. Tetapi kalau suami yang meminta, lain cerita. 
  4. Menyederhanakan konsep bersih. Dulu sebelum punya anak, rumah maunya bersih dan tidak berdebu. Tapi ketika sudah memiliki anak, konsep bersih itu sedikit berbeda. Rumah berantakan tak kan lama, itu pertanda ada kehidupan. 
  5. Setiap keluarga punya prioritas yang berbeda-beda. Percaya kita sama-sama punya 24 jam tetapi, kita punya fisik yang berbeda-beda. Yang tau kondisi kita adalah diri kita sendiri. 
  6. Apapun kegiatannya luruskan niat karena Allah agar ternilai ibadah. Jangan lupakan Fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan karena kita tak tau sampai kapan kita di dunia. Bersiap siagalah!
  7. Capek dan mengeluh itu wajar. Tapi ceritalah ke suami agar tau apa yang sedang kita rasakan. 
  8. Setelah menjadi isteri dan Ibu, mengupgared diri itu perlu. Agar otak kita tetap berkembang dan tidak menciut. Jadi wajar ketika seorang ibu sering lupa hari atau tanggal. :)
  9. Jangan membandingkan keluarga orang lain dengan keluarga kita. 😊

Nov 1, 2018

Kamu tetap milik Emak sampai kapanpun

Setelah menikah, pasti banyak kerikil-kerikil dalam pernikahan. 

Termasuk salah satunya hubungannya menantu-mertua. 

To be honest, sebaik-baik mertua tetap inginnya keluarga kita pisah ya. Bukan menjauh tapi kami percaya biarlah asem,asin, manis penikahan kami, mereka tak mengetahui. Biar kami yg telan sendiri.

Begitu yg kami rasakan selama 5 tahun penikahan ni. 

Tapi, lagi2 ujian keluarga beda2 ya.. 

Saya diingatkan dengan sebuah hadist 

Dari Aisyah r.a, ia berkata, saya berkata kepada Rasulullah SAW,”Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling besar haknya kepada seorang perempuan/istri? Beliau menjawab,”Suaminya.” Aku berkata,”Dan siapakah manusia yang paling berhak terhadap seorang laki-laki/suami? Beliau menjawab,”Ibunya.” (Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i, Al-Hakim, dan Imam Al-Bazzar)

Hadist ini yg membuat saya selalu menganggap Emak (ibu mertua saya) seperti orang tua saya. 

Yang pertama saya tanya ke abang biasanya ketika uang beasiswa keluar, pasti saya bilang buruan kirim ke Emak n bapak.

Saya tahu sejak dulu, abang adalah tulang punggung keluarganya, buat km para istri yg sama seperti saya. Ingatkan ke pasangan bahwa orang tua adalah yg utama. Karena saya percaya beliau sukses, beliau Allah mudahkan tak lagi selain doa-doa mereka.

Misi yg sama dengan pasangan, saat menikah kita menyamakan misi salah satunya membahagiakan kedua orang tua kita. 

Kalo ada diantara mereka sedang sakit dan kesusahan tidak ada lagi yg "perhitungan" atau bahas2 gaji. Meski kami sudah menikah, kesehatan dan kebahagian mereka tetap utama buat kami.

Meski emak dan bapak dr pihak suami bukan orang tua kandung saya. Saya belajar mendengarkan apapun yg beliau ucapkan. Cobalah memberikan hadiah untuk mereka tak ada salahnya.Berikan waktu suami untuk keluarganya. 

Kalau kami mudik ke Indo biasanya 3-4 minggu. Karena kami tetanggaan, ga deket2 bgt si beda 400m-an. Kalo ba'da subuh abang sering berlama-lama di rumah emak. Bahkan klo tetangga tanya mana bini lu. Ada dirumah mertua (jawab suami).

Itu bukan berarti kami "pisah". Tapi kami percaya terkadang pasti orang tua kita rindu zaman2 sebelum menikah. 

Buat para isteri dan nasehat saya pribadi, sampai kapanpun suamimu tetap milik ibunya. Support terus agar ia selalu berbakti padanya. Meski sudah menikah, tak ada halangan tuk membuatnya tetap tersenyum. 😊 


Oct 30, 2018

Itu Tak Mudah


Saat masih single dan masih kuliah, saya menjadi guru TPA. Orang2 melihat saya " orang yg sabar". Alhamdulillah hingga banyak para orang tua yg memberi kepercayaan kepada saya menjadi guru privat anaknya. Terlebih usia dini. 






.

Dahulu saya juga berpikir kenapa banyak orang tua yg berbuat kasar kepada anaknya. Termasuk orang tua saya. Bahkan ada orang tua yg memukuli anaknya hingga mati. 😭 na'udzubillah

Hingga saat itu saya bertekad ingin menjadi orang tua yg sabar, mendidik tanpa teriakan tanpa pukulan.

.

.

Ketika ia bayi hingga 1 tahun, masih biasa saja. Alhamdulillah dia anak yang sholeh, meski ujiannya disaya. Asi yg hyper. Ga trlalu memikirkannya. Syukuri saja.

.

.

Menginjak usia toddler, mulailah kesabaran itu diuji. 

Saya jd tau bahwa mood ibu adalah segalanya. Ketika mood ibu lg swing. Terombang-ambinglah segalanya. 

Buku parenting yg dibaca, jurnal2 yg dibaca, artikel yg dibaca. Tak kan pengaruh bila mood ibu sedang tak karuan.

.

Hingga saya tau bahwa menjadi ibu tak semudah itu. Wajar saat itu ada orang tua yg "marah2", teriakan, galak. Karena memang menjadi orang tua itu ga mudah. 

.

.

Bahkan kata abah ihsan bilang, klo anak nakal. Yg harus di cek pertama adalah "orang tuanya". Maka klo anak bandel bukan kita marah2 ke anak tapi segeralah bertaubat. Bisa jd anak kita seperti itu akibat kita. 


Atau kata bu Elly Risman, rendahkan suaramu ketika anak mulai drama2nya. 


 Saya juga tau dia hidup di dunia ni masih 2 tahun blm paham apa yg dipikiran orang tuanya. 

Tp klo mood ibu down, semua Teori itu bubar. 

Bahkan saya pernah riset, suami berangkat kerja tanpa peluk n cium dengan hati gerutu. Hari2 jd berbeda. Tapi klo suami pamit dengan hati gembira. Hari itu sayapun bahagia. 😘


Menjadi orang tua memang tak ada sekolahnya, menjadi orang tua memang tak mudah. Tapi kita masih bisa belajar dan memperbaikinya supaya ia menjadi anak yg tak hilang arah. 

Luruskan niat bahwa amanah ini bukan dr Presiden tp dari Allah yg harus dijaga, yg kelak akan dimintai pertanggung jawaban, turunkan ego, dan berkerja samalah dengan pasangan tuk selalu membuat mood itu naik minimal stabil. Dan SABAR adalah kuncinya. 

#ceritaanik #parenting

Sep 28, 2018

Berdoa meminta khusyuk

Ada seorang remaja SMA yang pernah berdoa memohon agar ia diberikan nikmat berupa shalat khusyuk, permintaan tersebut adalah efek radikal dari sebuah buku berjudul "Pelatihan Shalat Khusyuk" karya Abu Sangkan.

8 tahun kemudian ia mendapat rejeki yang gak pernah diduga, Tuhan memperjalankannya untuk tinggal di dekat Mekkah. Kalo udah dikasih nikmat berupa sholat sambil liat ka'bah, hal apa lagi yg mengalihkan khusyukmu?

Pengen rasanya mengucap ayat yg populer dari surat Al Rahman: "Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yang kau dustakan?", tapi katanya konteksnya ayat tersebut turun bukan ketika Nabi SAW bahagia, melainkan ketika beliau sangat sedih karena diusir dan dilempari batu oleh orang2 Thaif (padahal mereka sangat diharapkan bisa menerima dakwah beliau setelah mengalami berbagai kesulitan di Mekkah). Ketika beliau hampir putus asa seperti itu, Allah malah ngasih pertanyaan retoris utk beliau berinterospeksi diri: "Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"

Wandi Wahyudi
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214211722899644&id=1011832658

Sep 27, 2018

Kita adalah Tim


Tahun ini adalah tahun ke-5 pernikahan kami. Dan di Tahun ke-5 juga kami tinggal di perantauan.
Merantau mengajarkan kami kompak. Sebuah tim yang saling tolong-menolong. Satu tahun pertama mungkin belum terlalu terasa karena kami belum diberi momongan. Kami percaya Allah tau yang terbaik. Tahun pertama, hampir 70% beasiswa suami dikirim ke Indo untuk keluarganya. Sampai-sampai saya ingat di kulkas hanya ada telur 1kg. Alhamdulillah kami tidak sampai bisulan karena makan telor terus untuk penghematan. Mulai telor didadar, di balado, di semur. Pokoknya tahun itu menjadi perjuangan pertama kami. kenapa ga makan mie? Suami saya ga suka Indomi*. Menurutnya itu ga sehat dan telor disini 1kg itu 30sar. Meski begitu Alhamdulillah kami bisa jalan-jalan ke Turki dan Haji. Qodarullah mungkin itu yang dinamakan keajaiban sedekah. 

Setelah melahirkan anak pertama kami tanpa ada orang tua atau kerabat yang membantu, membuat kami semakin kompak, bahkan kami sama-sama kompak  panic saat Hijaz nangis gak jelas saat masa-masa  satu bulan pertama. Abang bersedia menjadi ayah asi, mau berbagi peran membantu saya, bangun ketika saya bangun.
Merantau mengajarkan kami juga tidak bergantungan dengan asisten rumah tangga atau jasa cleaning. Saya tidak suka orang asing masuk dan berlama-lama di rumah untuk membersihkan rumah. Kami membagi tugas. Kami punya jobdes masing-masing. Biasanya abang cuci piring. Semua bersih-bersih rumah kita bagi tugas. Waktu hijaz masih bayi dibawah satu tahun. Saya hanya jagain Hijaz. Sekarang hijaz sudah dua tahun terkadang ia sudah bisa membantu kami, meski malah jadi berantakan. Hehe
Setelah Hijaz enam belas bulan, Allah kasih kesempatan lagi untuk belajar di Kindergarten bareng Ms. Fabi. Alhamdulillah meski melalui istikharah panjang, abang  memang selalu  meridhoi dan tak pernah membatasi saya mengupgrade diri. Memang seperti mimpi pernikahan kami, bahwa pernikahan  tak membatasi kami menggapai mimpi. Bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang berbeda-beda. Setelah saya menjadi working mom, tantangan kami makin panjang. Terlebih ketika Hijaz jatuh sakit. Huhu sedih rasanya. Masya Allah saya salut sama beliau, beliau bisa menjaga Hijaz sampai dua hari ketika Hijaz sakit. Karena beliau Mahasiswa waktunya lebih fleksibel dibanding saya yang kerja di Sekolah yang untuk perizinan agak berat. Hingga hari ketiga Hijaz sakit yang harusnya jatah saya yang menjaga Hijaz, Hijaz harus dirawat di RS Jeddah. Lagi-lagi kami melewati berdua. Alhamdulillah terlewati.
Bener sih yang abang bilang. Sudah lima tahun kita menikah tapi rasanya baru dua tahun. https://aniksofiyah.blogspot.com/2018/06/5-tahun-pernikahan.html 
Sekarang saya sedang hamil adiknya Hijaz, (mohon doanya) kehamilan yang berbeda saat hamil Hijaz. Saya terlihat sehat tapi ketika malam tiba, setelah makan malam saya mengalami muntah yang dahsyat. Bahkan saya sampai pahit sekali rasanya. Kehamilan yang berbeda, membuat saya belajar bahwa kelak setiap anak itu berbeda-beda karakter.  Semoga kami menjadi orang tua yang adil dan bijak.
Kita ini tim bagikan pohon yg sedang tumbuh. Dari sebuah pernikahan, saya belajar menurunkan keegoan yang saya miliki. Karena tidak ada lagi kata gw-gw| elu-elu | sekarang berubah menjadi "Kita". Kita melewati bersama suka maupun duka.
Kita sebuah tim yang saling melengkapi dan menguatkan dikala yang lain rapuh.
Kitapun kini menjadi "orang tua". Yang kelak Allah akan tanyakan tentang amanah yang  Dia berikan ke kita. Maka bukan cuma aku yg mendidikannya tapi kitalah berdua mendidik dan membesarkannya bersama.
Terima kasih tim. Tantangan kita masi banyak. Layaknya menanam pohon, mungkin pohon kita, masi pohon yg muda dan masih berproses dalam tubuh. bagaimana kita saling menguatkan bila pohon kita sedang terkena angin kencang, kita menikmati prosesnya, jangan lupa berdzikir dan berdoa. Semoga kita bs menjadi pohon yg rindang, yg menghasilkan buah2 yg memberi manfaat dan penuh berkah. 

Sep 21, 2018

Jawaban kegundahan Anik

Beliau itu sangat mandiri. Sudah lima tahun lebih pernikahan kami, beliau tak pernah meminta dibuatkan sesuatu. Apalagi diambilkan makanan. 
Setiap saya tawarkan mau ga dibuatkan teh? Beliau selalu jawab tidak usah, abang buat sendiri. 
Bahkan dalam tugas Nice home work di kelas martikulasi, ada pertanyaan apa yang suami minta dr saya sebagai isterinya. Beliau hanya menjawab mendidik Hijaz. Padahal saya berharap detail πŸ˜…
Misal siapin baju abang kerja atau apa gitu. 
Ternyata tidak. 
.
.
Saking mandirinya beliau saya merasa bukan istri yg shalihah. Karena saya melihat bagaimana teman2 saya melayani suami mereka sangat baik seperti menyiapkan pakaian, memasak masakan kesukaannya, berhias di depan suami, dll.
.
.
Akhirnya saya bertanya kepadanya kegundahan saya. Apakah saya masih shalihahnya abang seperti dulu? Karena saya merasa tak pernah abang meminta ini itu. Bahkan abang sangat membantu saya, kalo beliau lagi ingin makan sesuatu beliau selalu bilang kita masak ni yuk.
.
.
Jawaban beliau adalah Alhamdulillah abang bersyukur karena una rajin dalam beribadah, punya komitmen untuk bersama membangun keluarga, dan selalu punya ide untuk mengajarkan hijaz sesuatu hal dengan cara yang gak terpikir oleh abang. Mungkin karena una sering baca dan denger tips dari orang dalam mendidik anak. πŸ€—πŸ€—

Abang menyadari bhw una bukanlah orang yang berani marah kepada suami seperti takutnya Umar RA kepada isterinya. Meskipun begitu, abang gak mau membebani una dengan banyak permintaan karena tugas una mengatur rumah dan mendidik hijaz aja udah lumayan menyita waktu dan tenaga, belum lagi kegiatan2 una untuk meningkatkan kemampuan diri seperti nulis dsb. Jadi, kita bikin hidup ini simpel aja dan apa-apa yang bisa abang kerjain sendiri ya gak perlu minta tolong kan. Hehe :D
.
.
Saya jd belajar bahwa pasangan kita memang pelengkap. Ada yg rela tenaganya buat membantu isterinya. Ada yg rela hartanya buat membantu istrinya memanggil jasa cleaning. 
.
Yang terpenting adalah mensyukuri setiap pasangan ya Allah takdirkan. 😊
#marriagegoals #suamiistri #ceritaanik #sakinahbersamamu #family #sehidupsesurga 

Sep 10, 2018

The most wonderful thing I decided to do was to share my heart and love with you". πŸ˜†πŸ˜˜
.
MasyaAllah tabarakallah.. Sebelum sy memutus memilihnya, sy tau beliau seorang anak, seorang adik, seorang kk, seorang entrepreneur, seorang aktifis, seorang pembelajar, seorang pendidik. Maka, aku tau konsekuensinya.
Waktu bersama kita bakal kurang. Tapi, aku tau tugas kita di dunia sebagai khalifah di bumi juga kita adalah untuk beribadah kepada Allah. .
Ketika ia izin, hari ini abang ngisi materi online, hari ini abang bikin laporan keuangan bisnis ini, hari ini abang ngelab smpe jam sekian, abang ngaji di Jeddah, abang ke mekkah ketemu ini,.hari ini abang bla bla bla. πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜‚ (ini di Saudi belum lg kalo pulang ke Indo) πŸ™ˆ
.
sebagai seorang Istri hanya terus mendukung dan selalu mengingatkan untuk terus meluruskan niat apapun yg kita lakukan. Semua itu Karena Allah. Aku tau bahwasannya "kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia". 😊
.
Maka jangan pernah berdiri di depanku, dibelakangku tapi di sampingku yg selalu menggenggam tanganku tuk saling mengingatkan, melengkapi dan mencari keridhoan yg Allah berkahi hingga kita bertemu kembali di surga yang dinanti. Uhibbukafillah abang πŸ˜™

Hijaz dan Daycare

Setahun bersama menikmati setiap fasenya. Tepat di usianya satu tahun, saat itu saya mendapatkan tawaran untuk berkerja (part time) lg di sekolah (Kindergarten The KAUST School).

Setelah istikharah panjang dan ridho suami, akhirnya berkerja lagi saya. Niat saya sm sekali untyk berkerja, karna pd dasarnya saya belajar (upgrade diri). Terima kasih abang yg gak pernah melarang istrinya untum terus belajar. 

Hal terberat saat itu adalah menitipkannya. Menitipkan di daycare, bukan dengan orang yg ia kenal.  Itu berat sekali rasanya. Pdhal target sy, sy ingin terus bersamanya terutama di 1000hari kehidupannya.😭 

Daycare disini memang berbeda, dibagi menjadi 4 kelas, infant, toddler, junior, dan senior. 

Saat Hijaz masuk daycare usinya 14bulan, masuk kelas infant. 10hari ia disana, tangisan demi tangisan aku dengar karna dia harus berjuang dengan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya. Setiap hari saya harus mengatakan bahwa kita sama2 belajar ya nak. Hijaz bermain sambil belajar di daycare, una di school, daddy di lab. 😘 Hingga masa berat itu terlewati. Alhamdulillah

Di infant waktu masih mengikuti pola si anak. Orang tua memberikan jadwal, kapan dia makan, nyusu dan tdr.
Di usia 17 bulan dia harus pindah ke toddler. Di kelas toddler ia sudah mulai belajar ttg disiplin waktu. Circle time, snack time, play time, lunch, dan nap.

Kelebihan di daycare anak jd disiplin, kosa kata bahasa inggrisnya jd banyak, bahkan sy sempet kaget ketika dia hafal nama2 bulan dengan bahasa inggris. Anak belajar sharing dan bersosialisasi. 

Kekurangannya adalah anak jd gampang sakit. Meski di kelas hanya 14-16 murid dengan 2 guru 4 nanny. Tetap aja mereka dtg dr negara yg beraneka ragam. 
Saya yg belajar kapan anak harus mulai sharing, sejujurnya diusia toddler dia belum bisa karena dia memang sedang di fase egosentrik. Bermainpun dia belum bersama, yg ada dia main dengan masing2 mainan. 😊

Tapi sy suka kok daycarenya. Hijaz belajar banyak. Setelah 1 tahun di daycare dan sy tdk berkerja lagi. Akhirnya kami sama2 di rumah kembali. Bermain dan belajar bersama😊

Hijaz bakal balik lg ke daycare? 
Mungkin setengah hari.  2 bulan Sebelum adiknya lahir. Tapi saya belum istikharah. Sudah diskusi ke suami.

Dia enjoy?
Menurut saya sebagai ibunya. Rumah adalah tempat paling nyaman buat belajar dan bermain di usianya saat itu. 
Ketika akhir2 kontrak sy, dia sudah mulai menolak bila di ajak ke daycare. Sekarang klo ditanya mau ke school lg? Dia jawab di rumah aja. Ga mau. πŸ˜…
Alhamdulillah 3 bulan sudah tdk di daycare, running nose dan coughing sudah tdk hadir. Saya juga fokus mengajarkan dia terutama Tauhidullahz ibadah2 dan Al-qur'an. 😊
😁

#ceritaanik #jurnalhijaz 

Jun 5, 2018

5 tahun Pernikahan

Kalau menurut kalender Hijriyah, tepat sore ini 5 tahun sudah perjalanan pernikahan kami, tanggal 20 Ramadhan :D
Menikah di bulan Ramadhan itu ternyata membuat kita lebih mudah untuk mengembalikan kita kepada idealisme pernikahan ketika arah mulai melenceng.

Alhamdulillah, bisa dibilang gak ada duka sama sekali sepanjang 5 tahun berlalu, melainkan sangat banyak karunia yang kami terima sampai tak terhitung kuantitas apalagi kualitasnya. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan dan memudahkan kita untuk mencapai cita-cita rumah tangga yang penuh dengan sakinah, mawaddah, rahmah, dan berkah.

Gak terasa waktu berlalu sangat cepat, jadi teringat beberapa waktu lalu kami ikut acara family gathering. Ketika ditanya udah berapa lama menikah, saya ingetnya kok baru 2 tahun lalu aja. Begitu juga kadang ada beberapa kali teman di kampus yang nanya udah berapa lama menikah? Saya bilang juga baru 2 tahun lalu, padahal sekarang Hijaz aja udah 2 tahun lebih usianya. Mungkin karena sangat banyaknya kebahagiaan jadi sampe lupa. :D


Jazakillah khoiron Anik Sofiyah sudah menjadi isteri,ibu, mantu, n teman yang luar biasa :)


diambil dari FB Wandi https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10213461679589030&set=t.1011832658&type=3&theater

Dec 23, 2016

Throw back 3 tahun di Tepi Laut Merah


Tiga tahun sudah saya di sini melewati hari-hari yang Allah takdirkan. Masih ingat dibenak saya tiga tahun lalu dimana saya berpamitan kepada keluarga besar saya. Untuk pertama kali saya merantau jauh dari sanak saudara. 

Saat kaki tiba di Apartemen. Suami saya menuliskan sebuah kertas  we start our family here. Yups memang setelah menikah, saya LDM (long distance marriage) selama kurang lebih 4 bulan. Kita memulainya disini.

Hari-hari semua kami jalani bersama disini. Sebuah kampus dengan fasilitas luar biasa. Kamu gak akan menyangka kalo ini di Saudi. Semua peraturan yang ada seperti di Amerika. 
Kami melewati susah senang sama-sama. Meski dengan beasiswa suami yang cukup besar. Tetap tanggung jawab suami, sebagai tulang punggung keluarga besarnya menjadi terasa berat saat itu. Kami pernah merasakan ya namanya makan hanya dengan telor dalam 2 minggu haha.. karena menanti gaji mahasiswa yang belum turun sedangkan uang belanja hanya sanggup untuk beli telor. :D masyaAllah Alhamdulillah.

Awal-awal saya datang kesini, sering nangis. Hihi Karena memang bingung mau  ngapain. Yang biasanya sibuk sana-sini. Ini hanya di rumah karena memang masi penyesuaian. Alhamdulillah punya suami yang support apapun selama itu positif. Suami izinkan saya belajar bahasa asing mulai Arabic, chinesee, France, bahkan ada germany di Library (free pengajarnya Volunteer) tapi gak bertahan lama karena volunteer jadi semaunya :D dan bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh kampus untuk spouse (ini bayar, pengajarnya pun memang berkompeten).  
Satu tahun pertama setelah menikah, saya positif hamil. Alhamdulillah tapi ternyata ia hanya singgah sebentar dan kehamilan saya-pun tidak normal. Suami yang saat itu sedang sibuk mempersiapkan ujian komprehensipnya harus berbagi waktu untuk menyiapkan makanan istrinya. Karena ketika saya bergerak, saya akan mengalami pendarahan. Kami semakin yakin Dialah Sebaik-baik Perencana. 
.
Setelah kejadian itu Allah izinkan kami Wisata Islami ke Turki. 
Jalan-jalan ke pasarnya Jeddah (balad) karena lidah saya ga mudah beradaptasi, sy hanya diajak ke balad sampe-sampe teman-teman Indonesia yang disini ngeledikin kita. Haha 
Karena masih berdua kita jalan-jalan ke Mekkah, Madinah, Allah izinkan kami juga Haji tahun 2014 Alhamdulillah Tabarakallah. Allah itu Maha Kaya, Maha Pemberi Rezeki. :)
.
Memasuki tahun ke dua pernikahan kami, kami mendapatkan kesempatan bermalam di masjdil haram Mekkah saat malam Idul Fitri. Mumpung masih berdua kami gak mau melewati hari-hari kami hanya lewat begitu saja. Kebetulan saat itu memenangkan hadiah bermalam di hotel Dar al-Iman Royal mekkah karena memenangkan lomba menghias rumah dalam menyambut Ramadhan. Qodarullah satu bulan setelah idul fitri saya positif hamil. Dan di tahun itu pula saya telah berkerja sebagai Asisten Teacher di  KAUST Interational School dengan kurikulum IB. Saya banyak banget belajar disana. Masyaallahnya selama hamil saya tak merasakan morning sickness melainkan afternoon sicknees hehe.. maboknya setelah sampai di rumah. 
Setiap pagi ad yg masakin buat istrinya karena sy ga bs nyium bau bawang. Makasih sayang.
.
Di tahun ini, saya resign dan lahirlah hijaz pelengkap kami. Ketika hijaz lahir tak ada orang tua sy maupun mertua yang membantu saat itu. Sy melahirkan hijaz dengan proses SC karna hijaz cukup besar. Saya berterima kasih dengan Ibu-ibu kaustina ladies yang mengajarkan saya memandikan bayi, menemani saya di pagi hari, teman cerita gimana jd istri dan  Ibu yg merantau. Ibu menyusui itu butuh teman ngobrol :D
Tak terasa kini ia sudah 8 bulan, Makin aktif. Dan saya merasakan gimana perjuangannya sebagai seorang ibu.  
Alhamdulillah kami juga sudah mengundang kedua orang tua kami kesini. Semoga itu menjadi bagian kami membahagiakan mereka. 
Tiga tahun sudah melewati, ah ujian kami masih bertaraf level Begineer dibanding mereka yang mungkin ujiannya sudah berlevel advance. Doakan keluarga kami semoga bisa makin baik dan diberi keberkahan. 
Beberapa hari ini saya sedang merefleksikan diri. Suatu saat saya akan rindu tempat ini. Tempat dimana saya dan suami melewati awal-awal pernikahan. Memang hakikatnya hidup adalah sebuah perjalanan yang kelak kita akan kembali pulang. Sudah sejauh mana persiapan kita ketika pulang? Semoga perjalanan yang kita lalui penuh keberkahan sehingga ketika kelak kita pulang, semua itu bukan perjalanan yang sia-sisa. Aamiin

20 Desember 2016
Thuwal
Anik 

Dec 10, 2016

Iman itu naik turun

Iman itu naik turun
.
Dari Hanzholah Al-Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?”
.
Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”
.
Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur dan di jalan kalian. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim, no. 2750).
.
Kalau kita tahu bahwa iman itu bisa sempurna, bisa bertambah dan bisa berkurang, berarti tugas kita adalah menjaga iman dan melakukan sebab agar iman kita terus bertambah.
.
Sumber : https://rumaysho.com/13108-dalil-iman-itu-bertambah-dan-berkurang.html
.
*Salah satu ikhtiar saya dan suami supaya setiap hari lebih baik dalam beribadah (minimal continue) ialah cari dalil keutamaan2 ketika kita melakukan ibadah tersebut.
Tempel/pajang supaya ketika futur(iman turun) bisa mengingatkan. Luruskan niat, 
Semoga bermanfaat dan istiqomah. 😊
.
#satuharisatutulisan #ceritahijazmom #istiqomah #ntms

Keutamaan membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adzim

Keutamaan membaca Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”, Artinya “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”
.
Zikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Nabi saw, antara lain sebagai berikut:
.
1) Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072);
.
2) Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi.” (HR Muslim dan Tirmidzi).
.
3) Diriwayatkan dari Abi Dzar. Rasulullah pernah ditanya, “Perkataan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang dipilih oleh Allah bagi para malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).” (HR Muslim).
.
4) Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
.
Yuk perbanyak dzikir. 😊
#dzikir #ntms #quote

Dec 9, 2016

Menjelajahi Utara Arab Saudi: Al-ula dan Madain Saleh



Akhir pekan kemarin kami bertiga manfaatkan untuk mengunjungi wilayah bagian utara Saudi. Kebetulan ada tour yang diselenggarakan oleh KAUST untuk mengunjungi sebuah situs bersejarah peninggalan masyarakat Nabatean sekitar4000 tahun sebelum masehi.
Al-Ula adalah kota menuju tempat wisata Madain Saleh di Saudi Arabia. Al-Ula terletak kurang lebih 800km dari Jeddah 400km dari Madinah. Kurang lebih menempuh perjalanan 8-9 jam dari Jeddah dengan menggunakan bus.
Al-Ula, wilayah ini bernuansa ribuan tahun lalu. Ratusan gunung bebatuan terlihat seperti dipahat dari tanah lihat.  Reruntuhan bagunan rumah dan gedung-pun dibangun tanpa bahan semen dan batu.
Mata pencarian masyarakat kota ini adalah bertani. Hal itu terlihat ketika memasuki kota ini banyak pohon kurma. Disela-sela pohon kurma terdapat pohon lemon dan Jeruk. Tour guidenya pun menjelaskan ketika memasuki musim panas mereka mulai menanan pohon mangga. 







kota tua Al-ula



Pemandangan di antara Al U'la dan Mada'in Saleh ini sungguh membuat saya diam tanpa kata. Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan gunung batu seperti Grand Canyon di US atau Petra di Yordania.





pemandangan sepanjang jalan al- ula dan Madain Saleh

MadainSaleh merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan peninggalan arkeologis ratusan tahun lamanya. Disana terletak banyak makam (tombs) pahatan manusia.

Tempat ini merupakan tempatnya kaum Tsamud yang dulu diazab Allah pada masa Nabi Saleh. Tentunya kami tak ingin menjadi seperti mereka, na'udzubillaah min dzalik. Kaum Tsamud diazab Allah karena tidak mempercayai keberadaan Allah dan terlebih lagi melanggar aturannya. Mereka ini sebenarnya kaum yang diberi kelebihan berupa kemahiran dalam memahat. Mereka hidup di daerah yang dulunya merupakan daerahnya Kaum Aad yang juga diratakan dengan tanah oleh Allah.Dengan seijin Allah, kaum Tsamud lalu tinggal di daerah Al Hijr (gunung batu) tersebut. Walaupun terdiri dari gunung, sawah dan sumur mereka selalu basah oleh air. Sehingga mereka kaya raya. Selain itu mereka juga mampu mengukir rumah-rumah dari batu di gunung tersebut. Kekayaan dan kemahiran mereka tersebut membuat mereka sombong. (Q.S Al Hijr 15: 80-84)

Allah mengirim Nabi Saleh a.s. yang merupakan salah seorang dari mereka. Beliau mengajak mereka menyembah Allah dan bersyukur atas pemberian yang diberikan Allah kepada mereka. Namun mereka menentangnya. Allah menciptakan unta betina dari gunung batu, dan keluarlah si unta dari dalamnya. Nabi Saleh lalu berpesan agar unta betina itu dibiarkan makan dan minum sesukanya. Tetapi unta betina disembelih oleh mereka (Q.S Asy Syams 91: 11-15).
Akhirnya, nabi Saleh menyampaikan berita bahwa negeri itu akan hancur dalam waktu tiga hari, sementara mereka tetap tidak percaya. Dan setelah waktu yang dijanjikan, suara menggelegar menghancurkan semua kaum Tsamud kecuali Nabi Saleh dan pengikutnya yang beriman kepada Allah. Allah menghancurkan kaum Tsamud sedemikan rupa sehingga tidak ada tanda-tanda ada orang pernah hidup disana (Q.S Hud 11:61-68).

Nama Mada'in Saleh juga ternyata nama baru. Sebelumnya tidak ada namanya. Dinamakan seperti itu artinya Mada'in dari Madina atau kota. Saleh dari nama nabi Saleh a.s. artinya kotanya nabi Saleh a.s.
Tapi katanya meski sudah rata dengan tanah. Ada suatu kaum Nabatean yang datangnya dari daerah Petra di Yordania. Mereka datang lalu membangun tomb untuk memakamkan kerabat mereka. Mayat itu ditaruh di luar tomb, lalu dibiarkan dimakan binatang. Setelah itu baru tulang-belulangnya dimasukin ke dalam tomb. Semakin besar atau bagus tomb, berarti semakin kaya keluarga tersebut. Kaum Nabatean ini juga kaum yang menyembah patung. Bekas kuil mereka pun masih ada disini. Kaum Nabatean asalnya dari Petra. Oleh karena itu, corak peninggalan budaya di Mada'in Salehsama dengan di Petra.



bekas kuil kaum Nabatean
Tomb(makam) terbesar. disinyalir ini makamnya seorang putri

bentuk lubang kuburan
tempat mediasi kaum Nabatean


Masih di wilayah Mada'in Saleh terdapat stasiun kereta kerajaan Ottoman yang melintasi Hijaz Railway.jalur kereta api yang dibangun pada masa pemerintahan Usmaniyah Turki pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. Jalur ini terbentang antara Damaskus(Suriah)- Amman (Yordania) sampai ke Madinah (Arab Saudi). Jalur kereta api ini merupakan mempermudah dan meningkatkan pelayanan jamaah haji. Saat ini, jalur kereta api Hijaz hanya tinggal dijumpai sisa sisa bangunan stasiun, bengkel, menara dan pompa air serta benteng-benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Usmaniyah. 



We are at HIjaz Railway


Demikian perjalanan panjang dan mengesankan 2 hari 1 malam sangat mengesankan. Ada beberapa hadist yang memang melarang datang berkunjung dinegeri yang pernah diazab Allah tapi Arab Saudi sudah membuka tempat ini menjadi salah satu tempat wisata. Dari perjalanan ini kami bisa belajar bahwa betapa Maha Kuasa Allah SWT menciptakan tempat yang indah namun, ketika manusia tidak beriman maka nikmatnya dengan mudah Allah cabut.

*foto-foto dibuang sayang :D



elephant rock


ada yang asik belajar di perjalanan 8,5 jam ^^


tempat kami bermalam


mushroom rock


elephant rock disisi yang berbeda



Hati-hati ada unta lewat :D