CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jan 13, 2019

"Jangan panik saat anak sakit, ajarkan dia tentang Tauhid"

13/30


Sudah 2 tahun 9 bulan saya menjadi ibu. Meski pengalaman saya belum banyak. Mudah2an tulisan saya bermanfaat. 😊

.

.

Saat menjadi ibu baru tahun 2016 bulan April. Saya dan suami bener2 panikan. Kami memang melewati berdua saja. Jd wajar kita serba panik. Seminggu Hijaz di rumah kuning panik ke dokter, matanya banyak kotoran ke dokter, bahkan usia Hijaz 3minggu kami sudah tlp 911 dan naik ambulan buat cek Hijaz. Saat itu hijaz kolik. Minum asi muntah, muntah dahsyat disertai semburan. Salah satu penyebabnya adalah tongue tie yg dimilikinya. Karena tongue tie, dia ga bisa menyusu dengan sempurna. Sehingga banyak gas yang masuk ke perutnya. 

.

.

Alhamdulillah tinggal di compound dengan fasilitas masyaAllah ada Klinik dan ambulance yg siap siaga dan itu free. 

karena kami tak punya mobil dan hanya punya motor. Motor disini ga boleh boncengan ber3, apalagi usia hijaz yg masi bayi. Tlplah 911, 5menit kemudian ambulance datang menuju ER (emergency room). Dokter ER malah bikin panik. Katanya harus dimasukin selang buat ngeliarin gasnya. 😑 huff.. akhirnya kami ditransfer ke RS di Jeddah dengan ambulance. Pdhal smpe Jeddah di suruh tummy time dan pijat ILU. 😅

.

.

Hijaz juga pernah HMFD/fku singapur 2x. 


Berharap ga naik ambulance lagi karena Hijaz sakit, qodarulloh usia hampir 2thun kami naik ambulance lagi. 😓

Iya hijaz panas sampe 41° pdhal sudah minum penurun panas. Dan saat tidur napas dia begitu cepat. Tlplah 911 lagi. 5menit setelah tlp si ambulance datang. Hijaz di cek urin, darah, dan ronsen. Dia kena gejala pneumonia. Sebenarnya ga terlalu jelas, tp dokter menyarankan di transfer di RS Jeddah. Dan lagi2 kami naik ambulance. 😙

Bedanya kali ni Hijaz di rawat. Melihatnya di infus, hati ibu mana yg tak kasihan. 

Saya panik dan selalu bertanya kepada suami "gimana yang?".

Dengan tenang dia menjawab sambil menggengam tangan sy.  "it's ok, sayang. Ga usah khawatir. Kan udah ditanganin dokter. Kita tinggal berdoa". 

.

.

Meski Fasilitas VIP dan gratis tetap aja, tdr di rumah lebih enak dibanding di RS. Alhamdulillah hanya semalam aja bobo di rs. 

.

Alhamdulillah saat ini anaknya sudah bisa diajak kerjasama dan dia sudah tau rasanya kalo dia sedang sakit. 

3 hari yang lalu, Kamis pagi dia meler. Biasanya sy sudah feeling klo meler gini. Malamnya bakalan panas. Iya benar saja, bis magrib matanya sudah mulai berair dan dia bilang panas una. 

Karena pengalaman yg sudah ada, selama suhunya belum 39, saya kompres aja dia. Ajak tdr, ajak dia minum air putih yang banyak, makan oranges atau minum orange jus, saya buatkan sup. Kalo anaknya ga mau makan biasanya sy buatkan bubur. Atau cemilan2 yg membuat perutnya terisi. Dan jangan lupa ajak dia berdoa. 

.

.

Saat dia lemas, saya bertanya "siapa yg kasih kita sakit,nak?"

Hijaz jawab "Allah".

Saya menjelaskan "iya Allah, tapi Allah kasih kita sakit bukan karena Allah tak sayang sama kita. Justru Allah sayang sm kita. Allah kangen kita berdoa kepada-Nya". 

Sekarang Hijaz berdoa ya. Gimana doanya? 

Saya membantunya "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "Badani"

Sy "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "sam'i"

Saya "Allahumma a'fini fii"

Hijaz "bashori"

Saya bantu lagi "Ya Allah sembuhkan hijaz, supaya sehat lagi. Bisa ke masjid lagi, ke mekkah lagi, main bola lagi". 

Aamiin. (Hijaz dan una)

*jadi klo anak sakit, ga perku panik. Kita ikhtiar,berdoa, dan kuatkan kesabaran. 

Demam adalah reaksi tubuh ketika ada sesuatu hal yg baru, entah virus atau bakteri. Jangan panik, mommy. 😊


Jan 10, 2019

I am a big brother insyaAllah

10/30 (tantangan 30hari bercerita). Lengkapnya ada di ig (@aniksofiyah_ / https://www.instagram.com/aniksofiyah_/

Sejujurnya masih bingung manggil Hijaz, kakak atau abang ya? Kalau ditanya dia maunya dipanggil kakak Hijaz. 😅


Kata suami gak usah kayak gt, abang aja manggil kakak2 abang namanya aja. Kayak bule-bule gt. (Betawiy style) 😅

.

.

Awalnya saya tau kehamilan saya, antara senang dan sedih. Senang ternyata Allah kasih begitu cepat, pdhal saat menanti Hijaz lumayan lama. Sedih karena merasa nanti gimana gimana (kekhawatiran yg belum terjadi). Tapi Saya percaya bahwa Allah tanamkan janin dirahim saya, tanda Allah mempercayai sy dan suami bahwa kami bisa melewatinya. .

.

Seiring kandungan saya membesar, masyaAllah Tabarakallah Hijaz terlihat bahagia, selalu semangat klo di ajak melihat adiknya. Pertama kali dia lihat adiknya di layar ultrasound, dia bilang "kok adek gelap, daddy?". Daddy said "iya di tummy una ga ad lampu". .

.

Tiap cek ke dokter selalu ada hal baru yg dia lihat dan diucapkan. Seperti "tangan adek small", "Iya kan masih baby". Kami merespon celotehannya.

.

.


Makin kesini, saya sudah meminta dia untuk membacakan buku untuk adiknya. Haha dengan gaya ibu2/gaya daddy n unanya yg sedang story telling. Masyaallah saya bangga dengannya. 

Saya juga meminta dia, bacakan hafal2an Qur'an yg sudah ia hafal. Sambil memegang Al-qur'an dia bacakan surat2 pendek hafalannya. Pdhal yg dibuka Qur'an surat lain, tetapi yg dibaca lain.😂 Alhamdulillah ya Allah, dia memang hadiah yg Engkau kirimkan untuk kami.

.

.

Sebelum tdr selalu elus2 perut sy dan cium, lalu dia bilang "adek, kk Hijaz bobo dulu y, adek bobo juga ya. I love you adek". Mendengar itu, air mata saya hampir terjatuh. Saya peluk dia dan saya cium dan ucapkan I love you kaka Hijaz. MasyaAllah 😘😘😍

.

.

Semoga Allah mudahkan semua urusan kita. #ceritanik #jurnalhijaz #30HBC #30HBC1910 #30haribercerita #brother #happyfamily  @30haribercerita

Jan 2, 2019

Memperbaharui Niat

1/30

"Selamat datang 2019". Kataku dalam batin


Sudah berapa tahun hidup di dunia dikasih waktu ke Allah untuk memperbaiki diri tapi begini-begini aja. 

Sudah berapa lama Allah izinkan saya menjadi seorang Istri dari laki2 yg tak pernah terbayangkan bakal jd suami. Surga dan nerakaku ada di dia.  Sudah seshalihah apa saya untuknya?


Sudah berapa lama Allah izinkan saya menjadi seorang ibu. Yg katanya surga ada di telapak kaki ibu. Sudah seshalihah apa saya dimata anak-anak saya sehingga "pantas" bahwa surga ada di telapak kaki ibu? 

Sudah berapa lama saya menjadi hamba Allah, yg merasa tak pantas surga untukku dan merasa tak mau menyentuh neraka-Nya. .

.

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

.

.

Diingatkan kembali bahwa apa yg kita lakukan selama ini karena Allah, untuk Allah semata. Ingat lagi untuk apa Allah ciptakan kita di muka bumi? Untuk apa menikah? Untuk apa Allah izinkan sy menjadi seorang ibu?

Tak lain kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya. Mari memperbaiki niat-niat yg mulai terkotori. Semoga Allah menjadikan hamba Allah yg lebih baik lagi bukan hamba yg merasa paling baik. 

Mengevaluasi lagi visi misi pernikahan yg telah dibangun. Mau dibawa kemana pernikahan dan keluarga ini. .

.

#ntms #30haribercerita #30HBC1901 @30haribercerita #evaluasi #newyear #2019

Dec 29, 2018

Staycation 2018

Liburan akhir tahun ini yg sudah "direncanakan" gagal. Eh gak gagal si tapi tertunda insyaAllah.

.

.

Awalnya mau ngetrip dengan mobil, yg kami tempuh memang perjalanan yg cukup jauh. sudah izin ke dokter dan lain-lain. Sudah ok. 

Memang feeling rasanya kok ga enak, maunya di rumah aja. Sengaja juga blm booking hotel. 

Qodarulloh benar mobil kami sebenarnya masih bisa di pakai tapi, 3hari sebelum rencana bocor bensinnya baru ada barangnya sekitar sabtu. Akhirnya ga jd kemana-mana. 😄

Sejujurnya sy agak kecewa, sebenarnya juga ga pengen liburan-liburan amad. .

.

Karena yg penting buatku ngobrol, quality time ke suami dan ke anak. Yups. Abang emang belakangan ni sibuk banget.  Data paper ke-3nya harus selesai sebelum sy lahiran (target beliau). Semangat sayang!

.

.

Alhamdulillah tinggal ga jauh dr laut merah, ga nyampe 10menit smpe. Ngasih makan ikan, berjalan di pinggir laut. Menikmati sepoy2nya angin laut. That's enough. Karena sebenarnya bukan seberapa jauh kita menghabiskan waktu dengan keluarga tapi, seberapa kualitas kita habiskan bersama. Yg penting ngobrol! No gadget!

.

.

Ada percakapan yg saya ingat saat menikmati angin laut yg lumayan kencang hari ni. Sy bilang "ini air laut kenceng banget ya,yang! Ga kebayang klo tsunami . 😭".

Abang bilang "Iyah. Kita mang harus bnyk2 bersyukur. Jangan sampe kita kufur".

.

Semoga Sabar, syukur, ikhlas, dan huznuzon terus dengan atas ketetapan yg Allah kasih ke kita. ❤❤


#ceritanik #huznuzon #staycation #happy #alhamdulillah #happiness #perantau #pernikahan

Dec 27, 2018

Tugas utama orang tua : Mengajarkan anak tentang Tauhidullah (mengesakan Allah)

MasyaAllah Tabarakallah


Kami percaya, yang pertama kali sebagai orang tua mendidik anak adalah bukan untuk cepat bisa baca. Tapi, tentang tauhidullah (mengesakan Allah).


Bagaimana dalam kehidupan dia sehari-hari mulai meminta sesuatu, memintanya kepada Allah. Termasuk  Ketika ia sakit, kami mengajarkan untuk berdoa. "Allahumma a'fini fi badani, Allahumma a'fini fii sam'i, Allahumma a'fini fii bashori."


Karena sakit datang dr Allah, meminta disembuhkan pun kepada Allah. 😊


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


And [mention, O Muhammad], when Luqman said to his son while he was instructing him, "O my son, do not associate [anything] with Allah . Indeed, association [with him] is great injustice."


Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”


Q.S Lukman :13 

.

.

Meski negara ini ada negatifnya, tetap kami bersyukur kami tinggal disini. Karena sejak kecil Hijaz sudah tau kiblatnya sebagai seorang muslim, yaitu ka'bah. Dan   dia selalu excited klo diajak ke mekkah dan madinah. Bahkan bahagia klo di ajak ke masjid. 

.

.

Jadilah anak sholeh una dan daddy ya nak. Kelak doa engkaulah yg bisa menemani una dan daddy bila kita berpisah di dunia. 

.

.

(Ada pesan dr abang, mumpung masih kuat, masih punya tenaga dan dia masih suka bermain dengan orang tuanya. Yang sabar menemaninya. Yang sabar bila ia minta dipeluk atau minta digendong. Karena waktu ia tak kan lama. Dan tak kan terasa,dia bakal asik main dengan teman2nya. Jangan smpe momen itu terlewati).

Dec 18, 2018

Berdagang, apakah passion saya?

Beberapa hari lalu saya buat polling di instagram untuk mengshare tentang usaha baru saya. Saya beri nama Hijaz's Boutique. 😊

Sejujurnya saya ini tidak terlalu sabar dalam berjualan/berdagang. Dulu saat kuliah pernah mencoba jualan keripik dan jajanan ringan buat tambahan uang jajan. Alhamdulillah laku tapi management bisnisnya salah. Yang harusnya uang modal jangan dipakai buat jajan. Apalagi keuntungannya baru sedikit. Harusnya buat tambah modal lagi, bukan buat "hura2". 😉

Allah takdirkan saya mempunyai suami yg sebenarnya jiwanya jiwa pebisnis. Terbukti si beliau cerita saat kuliah s1, beliau salah satu pemenang start up buat buka usaha dengan di modali 8 juta. Tahun itu 8 juta menurutku cukup besar. Sayangnya bisnis memang harus ditekuni bukan disambi. Sepatu lukisnya sudah tak jalan lg.

Saat beliau s2 pun di korea, beliau buka usaha bersama temannya jasa tukar dan kirim won. Alhamdulillah dari sana beliau bs mendapat tambahan buat keluarga besarnya. Lagi2 berwirausaha selain harus fokus, diharuskan juga berinovasi. Skrg masih ada tapi tak semaju dulu. 😅

Lika-liku berdagang, beliau pun saat ini masih punya peternakan puyuh. Yah walo untungnya ga seberapa dan itu buat abangnya (kaka ipar). Berharap semua akan maju. Beliaulah sebenarnya menyemangati saya untuk berwirausaha(berdagang). 

Tibalah tahun kelima saya di saudi, memutuskan untuk berjualan abaya di KAUST. Berawal dr coba-coba. Saat itu setelah saya cek baby disalah satu RS Jeddah, Sy masih punya banyak waktu. Karna kami memang menggunakan bus yg disediakan pihak kampus suami (KAUST).

Saya izin kepada suami untuk berjualan abaya. Dan beliau mengizinkan. Meski modalnya tetap dr uang tabungan saya. 😂

Saya membeli kurang lebih 20buah baju. Ini modalnya lumayan. Setara nginep di Mekkah hotel bintang 5 saat akhir tahun. Agak ragu bakalan laku. Bismillah saja niatkan karena Allah. Memudahkan teman2 yg mau punya abaya tapi malas ke Jeddah. Dan berdagang merupakan sunnah Rasul. 

Di kaust ada grup Facebook bernama kaust for sale. Jd teman2 yg mau leaving, mau jual barang yg sudah tak dipakai atau masih baru tapi salah ukuran. Semua bisa dijual disana. Akhirnya, disanalah saya posting dagangan saya. Alhamdulillah MasyaAllah  Tabarakallah responnya sangat baik. Meski saya menemukan berbagai macam pembeli. Kurang dr 2 minggu saya sudah balik modal. Dan saya mengambil keuntungan tak banyak. Tapi, saya merasa ada kepuasan tersendiri dan saya  bahagia. 

Sebenarnya mau banget di jualin di Indo tapi, rasanya mahal di ongkir. Apakah ini akan berlanjut? Hmm rasa-rasanya saya tidak seexcited diawal. Hehe

Apakah berdagang itu passion saya, menurut saya bukan. Haha mungkin keturunan ibu saya. Doain ya mudah2an lancar dan berkah. 😊

Dec 16, 2018

Tahun ke 5 di KAUST, Arab Saudi (part 1)

Alhamdulillah ala kulli hal. Alhamdulillah Allah masih kasih waktu untuk terus memperbaiki. 

Tak terasa bulan ini adalah tahun ke-5 saya berada di perantauan, Arab Saudi. 

Dan tahun ke lima juga saya mengawali keluarga kecil saya bersama abang. Iya setelah seminggu akad, kami harus menjalani hubungan jarak jauh dan dipertemukan lagi setelah empat bulan kemudian. 

Awal-awal terasa berat buat saya pribadi. Sepi, bosan, dan rasanya ingin pulang saja saat itu. Bukan karena suami tapi memang kegiatan saya berubah. Hanya di rumah saja. Yang menurut saya buang2 waktu. Sedangkan saat sy di Indonesia, saya ngajar saya belajar. Dengan roda dua yg saya kendarai, saya bisa berkeliling mengisi waktu saya dengan hal yg positif. Insyaallah.

Meski beliau selalu menghibur saya, tapi ya tetap saja kejenuhan selalu datang dengan rutinitas yang sama. 

Tapi, saya belajar bahwa saya ke sini memang untuk menemaninya. Saya tak ingin kebosanan saya malah membuatnya tak semangat dalam menyelesaikan Phdnya. 

Tahun ke dua. Alhamdulillah penantian kami terjawab Allah izinkan saya hamil. Yang kini menjadi pelengkap keluarga kami, Hijaz. Hijaz lahir disalah satu RS di Jeddah. Dan Hijaz adalah wilayah mekkah,Jeddah dan sekitarnya (tempat dakwah Nabi Muhammad saw). Karena Hijaz lahir di wilayah dakwah Rasul maka, kami beri nama Hijaz.

Tahun demi tahun melewati bersama bertiga diperantauan dengan penuh tantangan setiap harinya. 😊

Tahun ini tahun kelima saya di kaust. Saya sendiri merasakan mulai berdua saja, sepi menanti anak hingga tahun ke2, Hijaz lahir hingga sekarang saya sedang mengandung adiknya Hijaz. MasyaAllah tabarakallah kita lewati bersama. Jd evaluasi diri, sudah jauh sekali kita melangkah dan kita tak pernah tau kapan langkah itu berhenti. 

Meski terlihat mudah dan indah dr kacamata orang lain yg melihat. Bahwasannya luka itu tetap ada. Dan biarkan jd pelajaran buat kita.

Jadi ingat sebuah kalimat yg abang tempel untuk menyambut kehadiran saya. 

"We start our family here". And we don't know when it will last. Dan kita tak tau kapan berakhirnyanya. Semoga sehidup sesurga dan berakhir dengan Indah, yaitu bertemu lagi di surga-Nya. Aamiin.

Anik Sofiyah




Dec 14, 2018

Berhentilah.. berkomentar kehidupan orang lain

Berkomentar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah memberikan kritik. 

Dalam menjalankan asam garam kehidupan ini pasti ada aja yang berkomentar. Sayangnya, kata-kata itu terucap mayoritas dari perempuan ke perempuan lainnya. Ibu-ibu ke ibu lainnya. 

Mungkin saya pun pernah begini secara tak sengaja. (Saya mohon maaf ya)

Bedanya kalo laki-laki berkomentar ke temannya. Yaudah it's a joke (bercanda). Sedangkan wanita, meski menurutmya bercanda. Tetep aja wanita itu bawa perasaan. Dan menjadi pikiran. (Pengalaman). 😅

.

● Mulai dari single belum menikah. 

"Kapan nikah? Tuh dia aja sudah nikah"

"Udah kepala 3, kok belum nikah2?"

"Jangan karir mulu dikejar" 

(celoteh perempuan)

Berhentilah basa-basi yang bikin sakit hati.

Kita ga pernah tau sudah sejauh mana mereka berikhtiar. 

Mungkin kita tak pernah tau bahwa dia karir bukan untuk dirinya tapi, menghidupi keluarga besarnya. 

Dari pada berkomentar, doakanlah!

● Setelah menikah

"Sudah hamil belum?"

"Wah sudah 2tahun belum dikasih anak?"

"Sudah cek ke dokter?"

"Anak saya aja sudah 2 nih?"

(Celoteh perempuan)

Berhentilah.. berkomentar urusan orang lain. Kita tak pernah tau sejauh mana mereka berikhtiar. 

Soal anak, itu hak Allah! tak usah malah tambah stres mereka. 

Daripada berkomentar, doakanlah!

(Sejujurnya saya pernah ada diposisi ini, dimana malas pulang karena blm dikasih keturunan. Karna mulut2 orang Indonesia itu terlalu "ramah", sehingga tak sadar bikin saya tak betah berlama-lama di tanah air). 😂

● Anak lahir melalui operasi caesar

"Lahirnya normal atau caesar? Wah kok caesar?"

"Wah anak mahal nih"

"Caesar mah 15menit udah keluar, belum merasakan perjuangam ibu yang sesungguhnya."

(Celoteh mamak muda dan sebagian emak-emak)

Ngelus dada.. astagfirulloh..

Berhentilah berkomentar yamg menyakiti hati. Kita tak pernah tau sejauh mana mereka berikhtiar untuk melahirkan normal.

Dan kita tak pernah tau, resiko apa yg terjadi bila memang dokter memutuskan harus operasi caesar.

Operasi caesar atau normal, itu sama2 perjuangan seorang ibu hidup dan mati. Tubuh mereka tetap berubah karena anak. Mereka tetap sama, membawa bayi selama 9bulan dengan rasa lelah dan makin lemah. 

Berhentilah berkomentar kehidupan orang lain. Doakanlah dan semangatilah! 

● Asi vs formula

"Wah kok di tambah Formula?"

"Eh Tambah formula aja, asi gizinya kurang."

"Asinya sedikit ya? Ga kayak saya asinya banyak, sekali mompa bisa 200ml"

(Celoteh mamak2)

Berhentilah.. berkomentar. Kita tak pernah tau sejauh mana perjuangan mereka untuk memberikan asi kepada anaknya. 

Kita juga tak pernah tau alasan mereka menambah susu formula. 

Berhentilah berkomentar.. doakanlah dan semangatilah! Seorang ibu pasti akan selalu kasih yang terbaik untuk anaknya. 

● Fisik anak

"Wah kulitnya item. Nih ga pernah makan kacang ijo ya?"

"Ih kepalanya besar."

(Celoteh mamak2)

Ya salammm... 

Berhentilah berkomentar kehidupan orang lain. Fisik pada anak itu sudah sebaik-baik rupa. Kita pun tak pernah minta. Yang penting dia sehat, normal. 

Kita bukan Tuhan yang bisa membentuk anak sebagaimana kita mau. 

Tuhan saja tak melihat rupa kita. Kenapa kita sibuk mengurusi rupa orang lain.


● berkerja lagi setelah melahirkan 

"Wah ga tega anaknya masi bayi dititipin?"

(Celotehan mamak2)

Berhentilah.. berkomentar tentang kehidupan orang lain. Kita tak pernah tau alasan mereka berkerja lagi. 

Mereka pasti tau yang terbaik untuk anaknya. 

● perkembangan anak kita beda dengan anak orang lain.

"Wah anaknya kok belum tumbuh gigi."

"Wah kok belum bisa jalan"

"Kok makannya di emut"

"Klo makan ajak jalan2 biar habis"

(Celoteh mamak2) 

Berhentilah mengomentari kehidupan orang lain. Ujian kita tak sama.

Seorang ibu pasti memberikan yang terbaik untuk anaknya. 

Setiap anak itu cerdas dan unik. Dia yang terlahir dirahim yang sama bisa menghasilkan minat dan bakat yang berbeda. Jadi, jangan samakan anakmu dengan anakku. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

O you who have believed, let not a people ridicule [another] people; perhaps they may be better than them; nor let women ridicule [other] women; perhaps they may be better than them. And do not insult one another and do not call each other by [offensive] nicknames. Wretched is the name of disobedience after [one's] faith. And whoever does not repent -  then it is those who are the wrongdoers.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.

Q.S Al-Hujurat ayat 11

Jangan pernah merasa paling baik diantara orang lain. Karena kita bukan Tuhan yang bisa ngejudge. Saling dukung dan doakanlah!. 

Karena komentarmu bisa jadi menyakiti hati temanmu.. nasehatilah bila diperlukan.

Karena "sepatu" kita tak sama. Ujian kita berbeda. Model dan bentuk yg kita inginkan pun berbeda. Berhentilah berkomentar kehidupan orang lain. :)

Anik Sofiyah






Dec 12, 2018

Diingatkan

Seminggu ini pembahasan saya dengan suami adalah mengisi liburan akhir tahun. Sampai konsultasi ke dokter gapapa buat traveling. Tapi bukan mudik ke Indo, karena suami sedang asik dengan riset dan papernya. .

.

Qodarullah kemarin saat saya sedang menunggu antrian untuk pemeriksaan bayi disalah satu RS  Jeddah. Suami menyampaikan bahwa istrinya Ust. Musyadad (seorang penerjemah khutbah di masjidil haram) meninggal. Beliau bernama Hajar umm Ribby. Saya memanggil beliau mba Hajar.


Sontak saya tak percaya, karna sy belum terkonek internet. Benar saja kabar itu. Saya langsung termenung, menahan nangis, dan Saya masih tak percaya. 

Saya mengenal almarhumah sebelum beliau menjadi ketua BP-KK Hijaz @muslimahijaz  kurang lebih tahun lalu. Kami masih didalam satu bidang.  Meski saya di Thuwal beliau di mekkah, dengan kesibukan  beliau ibu beranak 4 dan menghomeschooling 3 orang anaknya. Masih sempat kami membahas proker (program kerja).

.

.

Tahun lalu juga kami sempat hampir putus asa dengan acara yg terkesan mendadak family gathering ziarah kota mekkah. MasyaAllah beliau yang meluk saya. Dan bilang Alhamdulillah ya mba anik lancar juga acaranya. Dan beliau sampaikan mungkin bisa kita buat FG ke Madinah. 😭


Pertemuan terakhir saya dengan beliau. Setelah musim haji. Kita ketemu di mekkah. Masih dengan senyum dan ramah beliau. MasyaAllah mba. 😭😭

Masih ingat cerita2 beliau yg membuat semangatku dalam mendidik anakku kelak untuk menjadi penghafal Qur'an. .

.

Saya masih tak menyangka, karna 5,setengah jam beliau masih update di status wa dengan Doa nabi Ayub. 😭

.

.

Kematian beliau menjadi saksi bahwa memang kematian itu kapan dan dimana saja. Seakan-akan mengingatkan kami untuk bersiap siaga. .

.

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad]. .

.


إنا لله وإنا إليه راجعون..😭😭.

عظم الله أجر أخينا الدكتور مشدد..

اللهم اغفرلها وارحمها وعافها واعف عنها اللهم اجعل قبرها روضة من رياض الجنة ولا تجعل قبرها حفرة من حفر النيران 

InsyaAllah Allah mudahkan jalanmu ke surga mba. Semoga Kelak kita akan berkumpul kembali di Jannah-Nya. 

Banyak yg jadi saksi keshalihanmu mba 😭. Yang menyolatkanmu lebih banyak dr yang hadir dipernikahanmu. Beliau di sholatkan kemarin subuh di masjidil haram 😭

#dzikrulmaut #ceritanik

Dec 10, 2018

Ceritalah Terbukalah

Komunikasi suami-istri itu penting banget.

Selama saya hidup di dunia, saya belajar banyak dengan orang sekitar tentang hidup berumah tangga.

Terutama sebelum menikah. Karena menikah adalah ibadah paling lama. Jangan sampai kita salah pilih pasangan. Apalagi milih karena faktor usia, mumpung ada. Kita tak lagi melihat track record calon pasangan kita. 

***

Saya pernah baca buku "menikah untuk bahagia" karangan Indra Noveldy. Beliau menyampaikan komunikasi itu terpenting dalam sebuah pernikahan. 

Kenapa? Karena pasangan kita adalah teman hidup, sahabat paling dekat, partner, pokoknya yang paling dekatlah dalam kehidupan kita. 

Beliau menyampaikan juga bahwa nikah 20tahun bisa gagal karena komunikasi yg sudah tak lagi saling terbuka.

Karena secara pemikiran laki-laki dan wanita itu diciptakan memang berbeda. 

Awal-awal menikah, suami saya itu tertutup  ketika ada masalah (karena beliau pikir, takut istrinya kepikiran. Dia bakal cerita ketika sudah selesai).

Sehingga suatu hari saya tau sendiri ketika ngecek hp beliau, beliau sedang ada masalah. Saya ngambek pada saat itu. 

"Kenapa tidak terbuka?"tanya saya yg agak kesal.

"Abang khawatir km ikut kepikiran klo diceritakan. Abang mau cerita kalo sudah selesai masalahnya". Jawab abang

"Bukan soal aku bakal kepikiran atau tidak. Kita sudah menikah, bukan lagi masalahmu ya masalahmu. Masalah keluargamu ya masalah keluargamu. Ketika sudah menikah, masalah keluargamu, juga menjadi masalah buatku. Kita sama2 mencari solusi. Walaupun kadang mungkin aku ga bisa bantu banyak, aku punya doa yg bisa kupanjatkan". Jawab saya saat itu

"Iya, besok2 abang cerita." Bales abang

"Maafin ya bang, perempuan itu kalo ada masalah, dia ga tenang. Dia butuh teman cerita. Meski hanya butuh dikeluarkan uneg2nya. Yang sabar kalau nnti aku cerita panjang lebar. Begitupun klo abang ada masalah. Cerita ya.. terus kalo aku tiba2 nangis nangis, jangan langsung tanya kenapa. Karena aku ga akan bisa jawab saat itu. Peluk aku dulu. Buat aku tenang." Jelasku padanya.

Percakapan saya dengan suami awal2 menikah seperti ini kurang lebih. Laki2 mikirnya ga mau buat istrinya kepikiran. Pdahal bukan itu. Apapun masalahnya. Ceritalah. Terbukalah.. karena dengan cerita pasanganmu akan merasa keberadaanmu.

Meski, terkadang ada yg bilang, gapapa aku pendam saja. Aku masih punya Allah. Nope. Itu beda banget. Aku ngerti curhatlah sama Allah saja. Buat saya pribadi jd perempuan harus speak up. Dipendam terus aku khawatir suatu hari akan meledak. Kalo tak bisa diceritkan lewat 4mata. Ceritalah lewat whatsapp, email. Asal jangan cerita lewat sosmed yg bisa dibaca banyak orang. 

Komunikasi yang sudah tak sehat, ketika ada hal yg menurut suami menganggap itu baik-baik saja. Padahal buat istri itu masalah. Speak up, terbukalah..

Ketika sedang ada masalah dengan pasangan, jangan sampai keluar ke orang tua kita. Jangan sampai, masalah kita, orang tua terbawa-bawa selama masih bisa diselesaikan bersama. Ceritalah.. terbuka..

Ketika sedang ada masalah dengan pasangan, jangan cerita ke lawan jenis. Meski dia sudah kamu anggap sahabat dekat. Carilah konselor bila dibutuhkan. Bukan teman karena dia bisa berpihak.

Ketika sedang ada masalah dengan pasangan, jangan ceritakan masalahmu dengan teman yg belum menikah. Please, jangan. Apalagi dibawah umur. Itu akan membuatnya trauma dan tak ingin menikah. 

"Sekecil apapun pemikiran yg kamu rasakan. keluarkanlah, speak up, terbukalah dengan pasanganmu, karena dia bukan orang asing  lagi tetapi, teman hidupmu. Teman hidup yang menemani sisa hidupmu. Melewati badai dan sunset bersama, melewati perjalanan panjang hingga ujung waktu dan kelak akan bertemu lagi di kehidupan yang lain, yaitu surga-Nya." -Anik-





Dec 1, 2018

Anak yang dekat dengan Ayah menjadi cerdas?

Mungkin dahulu banyak yg mengatakan tugas ibu mendidik anak, ayah mencari nafkah. Itu pemikiran zaman dahulu.

Nope! Zaman sekarang yg makin berkembang sosok ayah sangat diperlukan.

.

.

 Meski lelah dan sibuk dalam mencari nafkah, rugas mendidik anak adalah tugas bersama. bukan lamanya waktu bermain dengan anak, seberapa kualitas bermain dengan anak. 

Meski hanya 20 menit bertanya kegiatan anak seharian, menemaninya bermain. Itu lebih dari cukup. Lebih lama lebih baik.

Selama bermain dengan anak, tinggalkan dulu smartphonenya. Tatap si smart child😉.

.

.

"Anak dari ayah yang tenang dan dekat dengan keluarga diyakini memiliki kecerdasan lebih tinggi. Itu terungkap melalui sebuah studi yang dilakukan Imperial College, London, baru-baru ini.


Profesor Paul Ramchandani selaku peneliti utama mengatakan, melalui temuan ini dirinya dan tim ingin menekankan pentingnya peran ayah dalam membesarkan buah hati. "Pesan penting bagi lelaki yang baru menjadi ayah bahwa waktu kebersamaan dengan buah hati adalah investasi yang besar bagi perkembangan anak mereka di masa mendatang," ujar Paul.

Dalam penelitian yang dilakukan selama kurang lebih setahun, Paul menemukan, ayah yang memiliki pikiran positif, tenang dan tak mudah cemas cenderung memiliki anak-anak dengan tingkat intelegensi yang lebih tinggi.


Paul menekankan, waktu yang diluangkan untuk bermain bersama anak tidak perlu terlalu lama, yang terpenting adalah kualitas hubungan yang terjalin antara ayah dan anak. "Sediakan waktu berkualitas dengan anak Anda, ajak dia bermain dan berkomunikasi," tandasnya". (Sumber https://m.suara.com/health/2017/05/11/183000/studi-anak-yang-dekat-dengan-ayahnya-cerdas)

video Hijaz bermain di playground bersama Daddy

Terima kasih telah menjadi ayah yang dirindukan 😊😘 

Semoga istiqomah ya yang meski anak sudah bertambah 😊❤#parenting #dadandson #ceritanik #jurnalhijaz #familytime

Nov 30, 2018

Bakat Anak (Hijaz)

(Tadi pagi buat pertanyaan di Ig, dari sekian teman2 yg bertanya. Sy akan jawab dr veriza) 😁

Dari postingam sebelumnya tentang 8 kecerdasan anak menurut Howard. 

Saya sampaikan bahwa Hijaz sudah terlihat bakat yg cenderung dimilikinya,yaitu kinestetik. Tertarik dunia olahraga. 

Memang itu terlalu dini untuk di"baca" terlebih usia Hijaz yg belum genap 3 tahun. 

Tes bakat kita bisa melalu tes atau orang tua melihat daya tarik si anak. Bila sudah terlihat keminatan bakatnya, tugas orang tua untuk mengasah bakat anak tersebut. 

Kenapa saya sampaikan Hijaz lebih ke kinestetik. Dia sudah tertarik didunia olahraga. Setiap saya kasih pilihan "Hijaz mau main badminton atau ke play date sama teman2?"

Jawaban dia main badminton. 

Tetapi ini bukan final bahwa bakat dia di kinestetik/sport. Saya dan suami pun masih mengasah dan mencari kecerdasan apa lagi yang ada pada Hijaz. 

Yang terpenting ketika kita menjadi orang tua. Bukan memaksakan kehendak kita padahal bakat dia tidak ada. Itu yg membuat dia stress. 

Atau memperpanjang mimpi orang tuanya. Karena sudah menjadi orang tua, dulu mimpi orang tuanya belum tercapai, memaksa anak melanjutkan mimpi orang tuanya. 

Mudah-mudahan bukan menjadi orang tua seperti itu. Zaman sudah maju. Mari belajar menjadi orang tua yang bijak. 

Yang mendukung minat dan bakat anak-anak kita kelak. Dan yang terpenting apapun yang ia mau tetap ada pada koridor di Jalan yang benar, yang Allah Ridhoi. 😉

video Hijaz main bola

Field Trip bersama Una ke KAUST (Daddy's School)

Tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing.


Ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel.

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh pakar pendidikan yang juga dari Universitas Havard, Howard Gardner. Howard membaginya menjadi delapan jenis kecerdasan anak, yaitu word smart(kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), musik smart(kecerdasan musikal), picture smart(kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis). .

.

Mumpung anak masih batita, masih masa keemasan. Kita liat dan asah bakat anak-anak kita. 

Meski Hijaz sudah keliatan si, tp ga ada salahnya dia diperkenalkan semua. 

Hari ini field trip ke Kampus Daddynya. 

Alhamdulillah banyak hal yang perlu kami syukuri. Salah satunya adalah area kampus yang tak jauh dari rumah. 

Hijaz pun senang sekali melihat area kampus Daddynya. Saya dan suami selalu mengatakan ini school daddy. Tempat daddy belajar.

.

.

Menjadi perantau memang ada plus dan minusnya. Plusnya kami benar-benar merawat dan mendidik Hijaz tanpa ada orang lain yg ngerecokin atau mengomentari. 

.

.

Kampus ini besar banget. Kalo kata Abang males lulus Karena alat riset yang lengkap. 

Field Trip ke Kampus Daddy.

Mulai ke Building 2,3 melihat patung whale shark. Ini sebanarnya bukan yang pertama kalinya untuk Hijaz. Hijaz sering diajak daddynya ke sini ketika saya harus ngajar bahasa Indonesia selama satu jam (switch peran) 😊Tapi, dia selalu senang klo diajak ke area "red sea center". Melihat biota laut di tv2 atau digambar. 

.

.

Hari ini juga saya mengajaknya ke Museum science and technology in Islam. Museum ini cuma ada di dlm KAUST. Meski dia belum tau banyak tentang apa. Saya bisa sampaikan bahwa banyak orang muslim menjadi scientist zaman dulu. Seperti daddy kalau lagi di Lab. 

Dengan gaya kritisnya. "Itu apa una?" Setiap melihat sesuatu yang membuatnya ingin tahu. 

Museum ini isinya adalah barang temuan dan sejarah tentang ilmuan-ilmuan dimasa keemasan(Golden age in Islam). Ilmuan-ilmuan muslim pada masa itu banyak sekali termasuk Al-khawarizmi yg terkenal penemu angka 0 . 

Tidak hanya di bidang syariah, orang muslim juga pandai dibidang science. Kita sebagai seorang muslim harus bangga. 😊

Itulah mimpinya Alm. King Abdullah mendirikan KAUST. Beliau ingin banyak penemu2 Muslim berjaya kembali seperti di zaman keemasan. 

Semoga Allah mudahkan salah satu ilmuan itu Daddynya Hijaz dan Hijaz maybe. Aamiin 😊

Tak perlu malu atau bosan mengajak anak ke museum. Tak ada salahnya anak kita perkenalkan tentang sejarah. Karena lewat melihat dan bercerita ia pun akan belajar.

#fieldtrip #Hijazgoestomuseum #jurnalhijaz #ceritanik

Nov 27, 2018

Perempuan banyak yang Masuk neraka

Kenapa banyak perempuan yang masuk neraka?

Sesungguhnya penduduk Syurga yang paling sedikit adalah wanita.”

(Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad)


Padahal menjadi isteri itu bisa masuk surga dr pintu mana saja. 

"Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)


Tapi disisi lain ada hadist yg menyatakan bahwa perempuan itu banyak yg masuk neraka. 

Salah satu penyebabnya adalah kufur atas kebaikan2 suami.

 "dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Menikah memang ibadah paling lama. Ujiannya pun paling lama. Satu lewat, nambah lagi dan itu ga berhentii2 sampai kematian menjemput kita. 

Jd ingat saat akad dan ketika sy milad doa bapak selalu sama "mba, jd istri yg shalihah ya. Yg sabar mendampingi suami, support terus apapun yg abang (panggilan suami) impikan". Dulu satu tahun pernikahan, aku blm paham. Ternyata tahun demi tahun aku baru tahu.

😭

Tp jangan takut menikah, meski ujiannya tak kan usai. Semua yg kita lakukan pun terhitung ibadah dan mendapatkan pahala. InsyaAllah 

#quoteoftheday #ceritanik #pernikahan #sehidupsesurga #sakinahbersamamu #ntms

Nov 25, 2018

Dikenal di Masjid

MasyaAllah Tabarakallah 

Hijaz itu anaknya tidak mudah akrab sama orang. Tapi, dia tidak takut orang.

Kalau ketemu orang dia tidak nangis, dia mau salim. Tapi, klo sudah digendong orang lain dia menolak dengan tangisan atau raut wajah yg berubah. 

Saat playdate pun seperti itu. "On"nya lumayan lama. Tapi dia memperhatikan sekitar. Kalau dia tidak mau ikutan main bersama teman2an sebayanya. Tidak masalah. Tapi setiap mau tidur, saya selalu tanya apa yg dia lakukan. Dia ingat loh. MasyaAllah Tabarakallah.

Aku akan selalu berpikir "it's ok. Setiap anak memang berbeda-beda". Tp klo ada teman2 main ke rumahnya, dia senang. Dia senang rumahnya rame. 

Setiap ada yg main ke rumahnya, terus pada pulang. Dia selalu bilang "yah.. rumah Hijaz sepi". Bisa dibilang jago kandang ya😅


Setiap anak memang punya keunikan tersendiri. 😉


Lalu, kemarin Hijaz ke Dokter karena Hijaz mengalami gigitan nyamuk, tapi kok jd bengkak. Kami curiga dia alergi serangga. 

Pas Hijaz mau masuk ke ruang dokter. 

Dokternya bilang : "ohh... I know him. You're Imaam in Masjid ya? MasyaAllah you are a beautiful Qori"


Saya dan suami : Alhamdulillah Tabarakallah kita kebingungan gt. 

Kita malah bahas ttg Hijaz kalo di masjid. 😅

Suami bilang Alhamdulillah but sometimes he disturbed other people.


Dokternya : no.. it's good you bring him to the mosque. MasyaAllah He will a good qory in his future. 

Aamiin 

(Hijaz itu sering diajak ke masjid sm Daddynya. Minimal 1x sehari magrib/isya. Dia klo di masjid suka baca surat Al-fatihah/melakukan gerakan  kenceng2 layaknya imaam. Mangkannya dia di kenal. Alhamdulillah didoain yg baik2. So far ga ad yg protes klo Hijaz berisik) semoga Istiqomah ya nak jd ahlul Masjid.😘 😊

.

.

Alhamdulillah kisah Hijaz jd mengingatkan  sy ttg Tabi'in bernama Uwais Al-Qorni. Ga terkenal di dunia tp terkenal di langit. 

Semoga Hijaz dan anak2ku bs seperti itu. Ga perlu terkenal di dunia. Tetapi malaikat dan penghuni langit tahu dia salah satu orang yg sholeh. Aamiin 

#ceritanik #jurnalhijaz #kisah #anak #todd 

Nov 14, 2018

Karena Prioritas Keluargaku Tak Sama dengan Keluargamu

Selama saya merantau hampir lima tahun saya merasakan berbeda-beda prioritas.
1.       Saat menjadi Isteri Rumah Tangga
Setelah menikah saya memang tak langsung diberi amanah anak. Maka, prioritas saat itupun berbeda dengan apa yang saya rasakn saat ini.
Saat itu abang, panggilan saya ke suami. Abang membebaskan saya apapun selagi saya bahagia dan bermanfaat. Kegiatan saya hanya masak, bersih-bersih rumah, ikut kelas Bahasa Inggris seminggu sekali, mengikuti kelas Bahasa Arab seminggu sekali, Bahasa Inggris for spouses yang berbayar. Yang pasrti supporter dia dalam apapun kegiatannya.
Satu tahun diperantauan Allah izinkan saya menjadi volunteer di Kindergarten The Kaust School.

2.       Saat menjadi Isteri berkerja
Setelah menjadi volunteer di the kaust school, Allah izinkan saya berkerja sebagai Asisten Teacher di K3 kaust school. Prioritas saya yang pasti berbeda lagi. Saat itu yang terpenting ada yang bisa dimakan untuk saya makan siang di Sekolah dan makan malam. Abang makan siang selalu di kantin kampus. Biasanya sarapan kami hanya simple/yang mudah. Biasanya roti bakar/biscuit di temani susu atau teh.
Kalau kelelahan atau kemalasan sedang hadir dalam diri ini. Biasanya kami makan diluar seperti kantin kampus atau junk food lainnya.
Qodarullah memasuki 2 tahun pernikahan, saya masih berkerja dan Allah izinkan saya hamil. Alhamdulillah saya tak mengalami morning sickness tetapi, evening sickness, dan saya mabok ketika mencium bau. Masak-memasak abanglah yang menyediakan. Huhu jazakallah khoiron bang. Kondisi rumah sebenarnya rapi tetapi, karena tempat tinggal kami ini selalu tertutup maka, debu bisa dimana-mana biasanya bagian bersih-bersih kami bagi-bagi tugas. Weekendlah biasanya ngevacuum dan saya bagian ngepel.


3.       Saat menjadi Ibu Rumah Tangga
Setelah usia kandungan saya memasuki 8 bulan, saya resign dari asisten teacher. Saya memutuskan stay di rumah dan mempersiapkan kelahiran anak kami. Satu bulan lebih tiga minggu, Saya dan suami memutuskan tidak mengundang orang tua kami. Jadi selama anak kami lahir, kami melewati bersama. Satu bulan pertama, Hijaz sering kolik/masuk angin karena Hijaz lahir dengan kondisi tongue tie sehingga membuatnya menyusui tidak sempurna dan angin masuk kedalam perutnya. Dan kondisi itu membuat saya diet makanan yang mengandung gas. Jadi saya hanya makan sayur bening dan ayam. Semuanya abang yang memasak. Tugas saya hanya mengurusi Hijaz. Kondisi rumah rapih ala kadarnya. Ketika hijaz sudah mulai beranjak besar dan saya sudah tau ritmenya, tugas memasak kembali kesaya. Terlebih ketika Hijaz sudah memasuki dunia per-MPASIan. Saya tetap chefnya.

4.       Saat menjadi Ibu berkerja
Awalnya saya memang berniat untuk menjadi Ibu Rumah Tangga saja. Menikmati hari-hari bersama anak. Tetapi, Allah memberi kesempatan untuk saya berkerja di sekolah lagi. Melalui istikharah panjang dan ridho suami, dengan berat hati saya berkerja lagi. Prioritas dan tantangan menjadi lebih komplit lagi. Bangun lebih pagi dan tidur terlembat. Tugas abang adalah mencuci piring, mengantar Hijaz ke daycare. Saya memasak menyiapkan masak dan bekal Hijaz selama di daycare. Setiap pulang sekolah, saya menjemput Hijaz dan bermain. Agar bonding saya tak hilang darinya. Target tilawah dan ibadahpun tetap harus menjadi prioritas. Soal masak keseringannya saya masak malam hari dan masak dengan jumlah banyak sehingga cukup untuk 2-3 hari atau bahkan bisa seminggu untuk saya dan suami. Untuk Hijaz selalu masak yang fresh. Kondisi rumah lagi2 saat weekend. Menyapu setiap hari tapi untuk membersihkan secara menyeluruh seminggu sekali atau dua minggu sekali. Biasanya saya sudah menyetok makanan di kulkas saat weekend. Seperti siomay, ayam ungkep, rendang. Jadi saya malam hari atau pagi hari tinggal memasak sayuran saja.

5.       Ibu Rumah Tangga dengan Toddler
Setelah berkerja dalam satu tahun, qodarulloh mereka punya peraturan baru bahwa isteri dari PhD student tak bisa berkerja sebagai part time lagi. Sedih rasanya, karena saya belajar banyak di sekola. Tetapi semuanya ada hikmahnya, saya mengasah koordinasi mata dan tangannya, kegiatan pre-writing, bermain bersama Hijaz dan mulai mengajari Hijaz menghafal surat-surat pendek dalam Al- Qur’an dan doa sehari-hari.
Kondisinya sama seperti sebelum-sebelumnya, abang bagian mencuci piring. Saya memasak dan menyiapkan kegiatan untuk Hijaz.
Semua ini kondisi keluarga kecil saya. Setiap keluarga berbeda-beda kondisi.

Saya ini tidak pintar masak. Saya selalu tidak PeDe untuk mengantarkan makanan ke tetangga atau teman orang Indonesia. Saya belajar banyak dari ibu saya bagaiamana beliau Ibu berkerja tetapi selalu ada waktu untuk memasak untuk keluarganya. Semenjak merantau “food preparation” itu sebelum terkenal saya sudah menerapkan.

Setiap pasangan berbeda-beda tipe ya, ada yang suaminya nerima saja apa yang dimasakin isterinya. Ada yang 3x menu dalam sehari berbeda-beda. Ada yang tak suka makanan yang sudah berhari-hari meski disimpan didalam kulkas.
Suami saya adalah tipe yang selalu hidup dibawa santai. Jadi biasanya saya sudah siapkan ungkep ayam, nugget, rendang. Jadi semuanya saya taro di freezer. Kalo mau makan tinggal di goreng atau dihangatkan.
Untuk sayuran biasanya semacam kangkung atau bayam, saya sudah potong-potong dari batangnya dan disimpan di ziplock atau plastic agar tak terkena air dan cepat busuk. Saya pernah coba disimpan di dalam Tupperware. Tetapi malah cepat busuk. Sehingga saat ingin masak tinggal masukkan saja tanpa harus memisahkan kembali batang dan daunya. Dan  Lebih mudah lagi buatlah bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Sehingga saat masak tak perlu lagi menyiapkan dan menghaluskan bumbu-bumbu.

Suami saya tidak pernah memuntut saya rumah rapih dan bersih karena beliau tau punya toddler yang lagi aktif-aktifnya. Prioritas saya mendidik dan menemani Hijaz dalam bermain.
Untuk soal mencuci dan menyetrika, Alhamdulillah sangat terbantu karena disediakan Dryer. Jadi, setiap selesai memanaskan pakaian langsung dilipat kecuali pakaian yang berbahan lecek.


Sharing ala Anik
  1. Komunikasikan dengan suami. Maunya seperti apa. Kalau merasa keberatan bisa diskusikan. Ada suami yang tak mau terlibat/membantu dalam bersih-bersih rumah tetapi, ada juga yang bersedia uangnya untuk memanggil cleaning services.
  2. Sesibuk apapun jangan lupakan hak dan kewajiban kita sebagai Hamba Allah dan Sebagai anak, Isteri, dan orang tua.
  3. Perlu diingat kewajiban isteri itu bukan masak. Tetapi kalau suami yang meminta, lain cerita. 
  4. Menyederhanakan konsep bersih. Dulu sebelum punya anak, rumah maunya bersih dan tidak berdebu. Tapi ketika sudah memiliki anak, konsep bersih itu sedikit berbeda. Rumah berantakan tak kan lama, itu pertanda ada kehidupan. 
  5. Setiap keluarga punya prioritas yang berbeda-beda. Percaya kita sama-sama punya 24 jam tetapi, kita punya fisik yang berbeda-beda. Yang tau kondisi kita adalah diri kita sendiri. 
  6. Apapun kegiatannya luruskan niat karena Allah agar ternilai ibadah. Jangan lupakan Fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan karena kita tak tau sampai kapan kita di dunia. Bersiap siagalah!
  7. Capek dan mengeluh itu wajar. Tapi ceritalah ke suami agar tau apa yang sedang kita rasakan. 
  8. Setelah menjadi isteri dan Ibu, mengupgared diri itu perlu. Agar otak kita tetap berkembang dan tidak menciut. Jadi wajar ketika seorang ibu sering lupa hari atau tanggal. :)
  9. Jangan membandingkan keluarga orang lain dengan keluarga kita. 😊