CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

May 26, 2011

. : tetap indah kampungku : .

subhanalloh sudah tujuh tahun aku tak ketempat ini
tetap  indah, sejuk, dan damai :)

subhanalloh ^_^

perjalanan mau ke desa ibuku dibesarkan (solo i'm in love) ^_^

Feb 10, 2011

[Cerpen yang Aneh] Ketika Mas Aktivis Pergi (n_n)v

[Cerpen yang Aneh] Ketika Mas Aktivis Pergi (n_n)v

Aku hanya menulis apa yang ingin aku tulis, tentang sebuah perasaan yang terpendam sejak dulu. Tentang cinta tapi bukan cinta yang sering diceritakan dalam novel-novel atau sinetron picisan, ini tentang cintaku pada seseorang yang telah membuat aku jadi seperti ini. Ya kepada ia yang telah mengenalkanku tentang sebuah dunia yang sangat indah, menjebloskanku pada sebuah jalan yang berliku, penuh onak dan duri namun ada pemandangan indah di ujungnya, syurga.Inilah jalan dakwah itu. Jalan yang kulalui bersama-sama dengan mereka yang merindukan pertemuan dengan Sang Penciptan di Jannahnya.

Entah sikap apa yang harus aku ambil untuk mengekspresikan perasaan, emosi dan pikiran yang ku rasakan saat ini, sebuah perasaan, emosi dan pikiran yang sudah kupendam lama sekali. Tentu tentang seseorang yang kucintai itu. Dia seorang ikhwan,-mengertikan maksudku ? saat ku menyebut ia ikhwan, maka bayangkanlah seorang pria berjenggot, selalu memakai celana kain atau celana gunung, mengenakan sandal gunung, memakai kaca mata, memakai jaket palestine, dan ia sering menghabiskan waktunya untuk rapat di masjid atau dimanapun, dan orang-orang menyebutnya sebagai aktivis dakwah kampus-. Tanpa bermaksud mendikotomikan makna dibalik ikhwan dan pria. Dan sekali lagi ini bukanlah kisah picisan seperti yang ada di novel-novel itu, karena ikhwan ini adalah kakakku. Ya, ia lah yang secara tidak langsung menggiringku mengenal jalan ini, jalan yang hari ini berusaha ku lalui. Jalan dakwah.

Feb 8, 2011

ini jalanku

Inilah saya.
Saya adalah seorang yg biasa, dari keluarga biasa,
Namun ingin dan akan menjadi orang yang luar biasa di hadapan Sang Pencipta

Saya tidak ada bedanya dengan anda
Sesosok manusia yang tak luput dan mungkin penuh dengan  salah dan dosa.
Saya hanya berusaha mencoba menapaki jalan yang panjang bahkan sangat panjang.
Hanya kematian yang menjadi ujung dari perjalanan ini.
Dan kita semua, harus menapaki dan melalui jalan ini.

Namun, perlu ditegaskan bahwa jalan ini dilalui tak cukup dengan harta,
karena jalan ini terlalu panjang untuk dilalui hanya dengan harta dunia.
tak cukup senda dan tawa kita,
karena jalan ini penuh dihiasi dengan ketenangan, kekhusyu'an, dan kemantapan hati para pelalunya.

Apapun Kata Orang, Inilah Jalanku
Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.
Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.Mereka bilang cara berfikirku "ketuaan"padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Dec 22, 2010

teruntuk calon suamiku ^_^

Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
KU ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan…

Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang…
Aku bersama semua baktiku yang tertunda
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila tidak juga kau ada…

Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana
Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..
Izinkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu…
Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana
Ketahuilah…

Dec 2, 2010

hafalan sholat delisa

Pengarang : Tere – Liye

Novel yang dikarang Tere – Liye ini sebenarnya dilatar belakangi oleh kejadian Tsunami 2004 di Aceh. Saat itu, sang pengarang yang kebetulan menonton berita, melihat berita tentang seorang anak perempuan Aceh yang kakinya terpaksa diamputasi karena bencana tersebut. Setelah itu, maka ia bersumpah untuk membuat novel yang bertemakan kehjadian tsunami tersebut, yang akhirnya terwujud dalam novel ini.
Novel ini diawali oleh kisah tentang kehidupan sebuah keluarga yang bahagia, harmonis serta religius. Dalam kesehariannya, keluarga ini diurus oleh Ummi-nya, karena ayahnya bekerja di Luar Negeri dan baru pulang beberapa bulan sekali. Di keluarga ini, terdapat tradisi, anak yang telah hafal bacaan shalat maka akan dibelikan hadiah kalung. Dan pada hari Delisa-si putri bungsu- sedang ujian bacaan shalatlah, semua petualangan, ujian dan kisah – kisah yang mengharukan dimulai.