CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Feb 18, 2012

Keutamaan membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya

Di antara keutamaan membaca Al-Qur`an adalah:

1. Akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
Umar bin Khattab ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur`an), dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR Muslim).
 
2. Menjad syafaat pada hari kiamat.
Abu Umamah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Bacalah Al-Qur`an sebab Al-Qur`anakan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat (pertolongan) kepada orang keutamaan orang yang mempunyainya.’” (HR Muslim).

3. Hidup bersama para malaikat dan mendapat dua pahala bagi yang belum mahir membacanya.
Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur`an dan dia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia belum lancar dan merasa kesukaran dalam membacanya, maka dia memperoleh dua pahala.” (HR Bukhari-Muslim).
 
4. Membaca satu huruf akan mendapat sepuluh pahala kebajikan.
Ibnu Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang membaca sebuah huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.” (HR Imam Tirmidzi).

5. Mendapat ketenangan dan rahmat dari Allah SWT.
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur`an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR Muslim).

cause ALLOH knows

by Renungan Inspiratif
Saat Engkau lelah dan usaha gagal
ALLAH tahu betapa gigih engkau berusaha
Ketika sekian lama engkau menangis dan hatimu menderita
ALLAH telah menghitung tangismu
Saat engkau merasa hidupmu tak menentu dan waktu terus meninggalkanmu
ALLAH menunggu bersamamu
Ketika engkau merasa sendirian dan temanmu terlalu sibuk meski hanya untuk menelpon

ALLAH berada disisimu
Saat engkau telah mencoba segala sesuatu dan kau tak tahu harus berbuat apalagi
ALLAH memiliki jalan keluarnya
Ketika semuanya tak masuk akal
Sedang engkau merasa bingung dan prustasi
ALLAH telah berbisik kepadamu
Ketika semuanya berjalan lancar dan banyak yang harus engkau syukuri
ALLAH telah memberkahimu
Saat kegembiraan datang dan engkau merasa terpesona
ALLAH tersenyum padamu
Ketika engkau mempunyai cita-cita dan mimpi untuk diwujudkan
ALLAH telah membuka matamu
Ingatlah, dimana pun engkau berada dan apapun yang engkau hadapi
ALLAH MAHA TAHU

Feb 17, 2012

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga


menemukan cerita ini didata note book saya. entah darimana saya lupa. tapii terima kasih buat yang buat. sangat bermanfaat :)
Aku tidak tahu di mana berada. Meski sekian banyak manusia berada di sekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah,,, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekat dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.
Kusaksikan langit menghitam sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari di mana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup di dunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.
Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku di dunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan....??? Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang manguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infak yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu di dunia aku dikenal sebagai aktivis dakwah. ”Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.


Feb 15, 2012

dikala umur-mu berkurang

oleh : Anik Sofiyah

Spesial untuk kamu yang berkurang umur

Dikala umurmu berkurang, semoga imanmu tak berkurang.
Dikala Umurmu berkurang semoga semangat berdakwahmu tak berkurang.
Dikala  Umur mu berkurang semoga kebaikanmu tak berkurang.
Dikala  Umurmu berkurang semoga semoga kecantikan hatimu tak berkurang.

Dikala umur berkurang semoga kamu makin cantik akhlak dan hatimu
Dikala umur berkurang semoga kamu semakin belajar ikhlas, sabar, dan selalu bersifat adil dan mukhsin.
Dikala umur berkurang semoga kamu makin bertaqwa kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Cinta
Dikala umur berkurang semoga kamu makin semangat menjalankan aktivitasmu dengan penuh senyuman walo beribu-ribu masalah ada dipundakmu.
Dikala umur berkurang semoga kedewasaanmu semakin bertambah hingga kamu semakin yakin menghadapi skenario yang Alloh berikan untukmu,.
Dikala umur berkurang yakinlah Alloh akan memberikan kado special untukmu ^_^
Dikala umur berkurang semoga kamu makin bijak mengambil keputusan,,
semoga  istiqomah selalu ada dalam diri kita. aamiin :)


ukhti kamu "cantik" sekali

Ukhti, kamu cantik sekali
Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti, saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan. Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.
Ukhti, kamu cantik sekali
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan? Sepantasnya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar. Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara memamerkan, memajang gambar atau mengikuti bermacam ajang lomba guna membandingkan rupa, sedangkan hakekatnya wajah itu bukan miliknya. Tidakkah engkau jengah bila banyak mata lelaki ajnabi yang memandangi berhari-hari? Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa permisi karena engkau sendiri yang memajang tanpa sungkan. Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah? Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian dari keimanan.
Ukhti, kamu cantik sekali
Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang? Adakah ia akan menambah pahala dari-Nya? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji? Tak ada yang menjamin wahai ukhti. Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai dengan ketentuan-Nya.