Tinggal di lingkungan internasional di Saudi adalah perjalanan pembelajaran yang tak pernah selesai. Dari cara hidup hingga cara berpikir, semuanya berbeda dari apa yang aku tahu sebelumnya.
Aku ingat momen pertama menghadiri acara komunitas internasional. Aku merasa seperti anak kecil yang baru belajar berjalan. Aku terpesona oleh keberagaman budaya, tetapi juga sering merasa canggung. Contohnya, waktu aku membawa makanan khas Indonesia ke acara potluck. Aku khawatir apakah orang-orang akan suka, tapi ternyata semua orang penasaran, bahkan bertanya tentang bahan dan resepnya.
Tantangan terbesar datang dari adaptasi cara berpikir. Di sini, aku bertemu orang-orang yang begitu menghargai waktu, disiplin, dan etos kerja. Mereka tidak hanya bekerja keras, tetapi juga tahu kapan harus beristirahat dan menikmati hidup. Ini menyadarkanku bahwa hidup bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga bagaimana menjalaninya dengan seimbang.
Setiap hari, aku belajar untuk menerima perbedaan. Tidak semua harus sama, dan justru dari perbedaan itulah kita bisa tumbuh. Hidup di lingkungan internasional mengajarkanku untuk tidak cepat menilai, tapi mendengarkan dan memahami.
Dan yang paling penting, aku belajar bahwa kita tidak pernah berhenti belajar, di mana pun kita berada. Hidup adalah sekolah tanpa ujian akhir, dan tugas kita adalah menikmati prosesnya.