Pada
dasarnya dakwah Islamiyah merupakan proses altahawwul wa
al-Taghayur(tarnsformasi dan perubahan) dari yang tidak baik ke arah yang baik
dan dari yang baik ke arah yang lebih baik lagi, hingga terbangun kehidupan
individu dan kemasyarakatan yang islami.
Fenomena berjatuhan di jalan dakwah dipicu oleh beberapa sebab, bukan hanya
satu sebab.
Pertama : Sebab-sebab yang Bersumber dari Pergerakan
1. Lemahnya Aspek Tarbiyah
Aspek tarbiyah dalam suatu pergerakan terkadang hanya
mendapat porsi yang terbatas. Aspek-aspek lainnya, seperti administrasi
organisasi, dan politik mengalahkan segala hal. Kalangan yang kerap kali
terjebak seperti itu adalah para pemimpin, administrator, dan orang-orang yang
memegang urusan politik dan sosial.
Suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengirim surat kepada Ady bin
ady. Isi surat tersebut adalah sebuah nasehat: ” Iman itu memiliki beberapa
kewajiban, syariat, batasan, dan kebiasaan. Siapa yang menyempurnakan semua
itu, sempurnalah keimanannya. Dan siapa yang tidak menyempurnakan semua itu,
maka Imannya tidak sempurna. ”
Karena itu, manhaj pembinaan harus selalu di kaji, serta
disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang dilalui oleh pergerakan.
Aktivitas tarbiyah tidak boleh berhenti atau terputus karena adanya situasi darurat,
atau karena perhitungan dari salah satu aspek operasional. Seluruh anggota
pergerakan, tanpa kecuali wajib mendapat kontrol tarbawy dengan mekanisme
tertentu.
Ikatan individu dengan pergerakan harus dibangun di atas
ikatannya dengan Allah dan ajaran iislam. Sebab, pergerakan atau struktur bukan
tujuan. Melainkan merupakan sarana untuk melaksanakan perintah Allah dan
menggapai keridhoan-Nya, bukan sarana untuk mewujudkan kepentingan pribadi para
aktivisnya.
2. Tidak Proporsional dalam Memposisikan Anggota
Problem ini selalu mengantarkan pada kegagalan aktifitas dan
bergugurannya sebagian aktivis. Pergerakan yang profesional dan matang adalah
pergerakan yang mengetahui kemampuan, kecendrungan dan bakat para anggotanya.
3. Tidak Memberdayakan Semua Anggota
4.
Lemahnya Kontrol
5.
Kurang Sigap dalam Menyelesaikan Persoalan
6.
Konflik Internal
7.
Pemimpin yang Lemah
Akan tetapi tatkala usia bertambah, tsaqafah berkembang dan
situasi berubah, terungkaplah kelemahannya. Apabila hal itu dapat diatasi dan
kelemahan pimpinan dapat ditutup-tutupi ( dengan cara tertentu ), maka
pergerakan dapat diselamatkan . Tetapi bila tidak, maka pergerakan akan
terpecak-pecah dan akhirnya binasa.