CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Apr 22, 2014

Sabar sebagai Salah Satu Ciri Orang Beriman



Sabar adalah satu kata yang selalu untuk menyemangati diri kita sendiri ketika disakiti atau ketika ujian hidup sedang diberikan oleh Alloh swt. Sabar itu memang tanpa batas. Kenapa sabar itu tanpa batas? Iya selama kita masih menghirup udara di muka bumi ini, maka ujian itu akan selalu akan menerpa kita. Ujian itu bukan karena Alloh tidak sayang kepada kita melainkan Alloh ingin menguji kita, seberapa kuat kita sebagai hamba-Nya ketika ujian itu datang apakah kita semakin beriman atau kita malah tidak beriman kepada Allah?
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Qs. Al-Ankabut : 2-3)
Sabar itu mudah banget diucapkan tapi sulit dicapai karena sabar, ilmu yang takkan ada habisnya. Beruntunglah mereka yang bisa melewati setiap ujian dari-Nya penuh dengan kesabaran sampai akhir hayatnya :')
Karena sabar tanpa batas maka yakinlah ada pahala yang Alloh siapkan tanpa batas.
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.”(Q.S Az-Zumar:10)
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…” (Qs. At-Taubah : 111)
Amat menakjubkan keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka. Apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Apabila ia ditimpa musibah, maka iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Jadi, bisa sedikit disimpulkan bahwa bersabar adalah ciri orang beriman. Dan hanya orang beriman yang mampu bersabar yang tanpa batas.
Lalu, bagaimana untuk membuat kesabaran yang tanpa batas ? Allah sudah mengajari orang-orang beriman :”Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah : 153)
Dan yakinlah ujian yang Alloh berikan tidak akan melebihi kesanggupan kita.
 “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Jadi, orang-orang beriman mampu bersabar yang tanpa batas bila kesabaran itu ditemani oleh sholat. Dan sholat juga merupakan salah satu ciri orang beriman. Dan karena keimanan itu, yang didukung oleh sabar dan sholat, maka Allah akan menolong dengan pertolonganNya yang Maha Kuat dan Adil. Pertolongan Allah akan muncul dengan cara yg manis dan baik, sehingga tidak ada lagi kesusahan yg tersisa di hati.
Semoga, kita bisa meningkatkan  kesabaran dan meningkatkan kualitas sholat kita, karena sholat adalah wujud penghambaan kita atas kepercayaan kepada Allah. Sehingga cobaan seberat apapun, akan terasa ringan karena adanya pertolongan Allah. Aamiin.
Wallahua’lam.

By: Anik Sofiyah

Apr 14, 2014

Terima Kash Cinta

Delapan bulan kita telah bersama dalam suka dan duka

Jauh dari kedua orang tua

merantau dibelahan dunia

Aku bersyukur kepada-Nya,

Dia mengirimkanmu sebagai pelengkap hidupku

Mungkin aku tak sempurna tapi kau melihatku penuh dengan kesempurnaan

Tak pernah ada marah yang terucap dari mulutmu

Kau ajarkanku mencintai dengan apa yang telah diberikan-Nya

Kamu manesehati penuh kesabaran

Ketika keluh-kesah dunia menyerangku

Kau peluk dan kau menenangkan

Ketika kau direndahkan, kau begitu tegar

Terima kasih cinta telah menjadi pakaian untukku.

Yang menghangatkan dikala hujan

Meneduhkan dikala kemarau.

Jangan pernah letih untuk mencintaiku hingga akhir waktu

Semoga kesabaran selalu mengiringi langkah kita

Semoga setiap langkah kita menjadi sebuah perbaikan dan kebaikan

Semoga Alloh istiqomahkanmu untuk terus membimbingku dengan cinta untuk meraih surga-Nya. 



By : Anik Sofiyah
140414
Tulisan ini kado milad abang. 
Tahun Pertama miladnya setelah menikah :)

Mar 31, 2014

Mengambil nilai kehidupan dari games Candy Crush Saga



Kalian tau gak sih tentang permainan Candy Crush? Pernah maininnya? Berkat kepopulerannya di Facebook Developer Candy Crush Saga, King mulai meluncurkan versi iOS dan Android. Dengan begitu Candy Crush Saga semakin banyak dimainkan oleh penggemarnya. Pemain dituntut untuk memainkan game teka-teki dengan teliti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan bermain. Sampai sekarang Candy Crush Saga adalah salah satu games yang paling banyak di download oleh pengguna android.

Cara memainkan Candy Crush Saga yaitu dengan menyatukan Jelly yang sama dan selesaikan permainan dengan langkah yang dibatasi. Games ini tersusun atas level-level.  Semua level itu terbagi lagi dalam episode-episode. Setiap episode punya nama, maskot, dan ceritanya sendiri-sendiri. Setiap episode memuat sepuluh hingga lima belas level. Dan entah sampai berapa level. Kalau saya searching katanya Games ini memiliki ratusan level.
 
Games ini terkadang menjadi obrolan dengan teman, udah level berapa? Kok level yang ini susah banget ya. Terkadang satu episode mudah untuk diselesaikan tapi kadang kalah sulit untuk dilewatkan. Saya pernah sampe 3minggu untuk menyelesaikan 1 episode :D

Kalau kita ibaratkan dengan kehidupan kita, setiap kehidupan kita Alloh memberikan ujian kepada kita berbeda-beda. Kadang kita mendapatkan masalah yang mudah untuk kita lewati tapi kadang kita merasa kok masalah yang ini gak selesai-selesai yah. Semuanya yang kita lewati punya cerita yang berbeda-beda. Yakin saja Alloh menguji hamba-Nya sesuai kesanggupan kita. Yakin saja gak mungkin Alloh kasih ujian seperti ini tanpa solusi. Dan yakin kita bisa melewatinya karena Alloh sudah menyiapkan episode yang berbeda lagi dengan penuh tantangan yang berbeda. Dan yakin saja di balik kesulitan ada kemudahan. Entah sampai kapan ujian itu berakhir, kita tak pernah tau. Semoga berakhir dengan happy ending :]
Semoga bermanfaat ^^ kalo yang belum pernah main,hati-hati kecanduan hehe :D

By : Anik Sofiyah

Jan 26, 2014

Pencapaian Luar Biasa: Umroh Bersama Suami

Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika La Shareek Laka, Labbaik. Innal Hamdah, Wan Nmatah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka Labbaik.
Salah satu taget pencapaian saya di tahun 2013 lalu yaitu ingin sekali melaksanakan ibadah Umroh bersama suami tercinta. Alhamdulillah di Bulan Desember lalu yang merupakan penghujung tahun 2013, Allah mudahkan kami melangkah menuju Tanah Suci, Mekah Almukaromah, untuk melaksanakan ibadah Umroh. Sebuah tempat yang sangat didambakan oleh seluruh Umat Islam bukan hanya karena nilai historis saja melainkan juga perintah agama. Siapapun yang cinta kepada agamanya, tentu akan berusaha sekuat-kuatnya agar bisa hadir di tempat ini, dari seluruh penjuru dunia.
Sedikit saya berbagi tentang pengalaman saya di sini, bersyukur banget beasiswa suami saya mendapatkan beasiswa di universitas terbesar di Arab Saudi, yang katanya universitas ini memberikan beasiswa yang cukup menarik, ditambah dengan fasilitas apartemen dan segala isinya disediakan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Q.S 55:55
Di Saudi jarang sekali sepeda motor, alat transportasi disini mobil pribadi, taksi, dan bus. Meskipun kami tidak memiliki mobil, namun alhamdulillah di KAUST, kampus suami saya ini, menyediakan fasilitas bus untuk ke Mekkah setiap sepekan sekali, yaitu setiap kamis sore selepas jam kerja. Hari libur di Arab Saudi bukanlah Sabtu-Minggu seperti di Indonesia, melainkan hari Jumat-Sabtu. Setiap hari Jumat pekan ke-2 dan pekan ke-4 setiap bulan juga ada bus yang mengantarkan kami ke Masjidil Haram.
Seminggu disini saya langsung diajak suami untuk umroh bentuk rasa syukur kam, karena kami telah disatukan kembali. ^^ disini umroh hanya 2-4 jam saya karena hanya kegiatan inti Thawaf, Sai, Tahalul. Klo di Indonesia mungkin bisa 2 minggu karena ziarah dan ke Madinah terlebih dahulu.
Alhamdulillah di usia saya yang masi muda ada kesempatan ke sini ke Rumah-Nya, dan mungkin bisa sering ke sini ya… walo gak umroh minimal saya mau ngejar sholat berjama’ah di Rumah-Nya.
“Satu kali shalat di masjidku lebih utama daripada seribu kali shalat di tempat lain, selain Masjidil Haram. Sedangkan satu kali shalat di Masjidil Haram itu lebih utama daripada seratus ribu kali shalat di tempat lain.” (HR. Ibnu Majah: 1/450).
Masyaalloh ya…
Dalam perjalan umroh saya, saya melihat orang-orang yang sudah tua semangat untuk umroh. Padahal umroh adalah ibadah fisik. Bisa dibayangkan. Jadi, saya dan suami bener merasa bersyukur banget dan nggak mau sia-siakan tinggal dekat dengan rumah Alloh. Rasa syukur kami tak terhingga…  Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua urusan menjadi baik).
Pada saat umroh, saya dan suami melihat seorang kakek tua yang pakaian Ihrom sudah tak sebersih dengan yang lain malah bisa dibiang lusuh. Mungkin semangat beliau perjuangan beliau ingin ke Rumah-Nya hingga membuat seperti itu, masyaalloh perjuangan yang luar biasa.
Sedihnya belum bisa mencium hajar aswad, karena Desember-Februari ini musim umroh banyak sekali jamaah2 dari seluruh dunia. Masyaalloh.
Dan disini ada juga restoran Indonesia untuk melepas rindu masakan Indonesia, itu adanya di zam-zam tower lantai 3. Di Restoran ini kita makan prasmanan. Bebas tapi klo nambah bayar lagi. Hehehe sekali makan 30 Riyal ^^
Semoga Alloh bisa memberi umur panjang kepada keluarga saya dan keluarga suami terutama bapak,ibu, emak, bapak sehat biar kami bisa mengundang beliau untuk umroh ke Rumah-Nya. Dan juga buat teman-teman bisa segera merasakan nikmatnya ibadah di Rumah-Nya. Aamiin
 
 
 
 

Untukmu yang Mengharamkan Kata “Jangan”, Adakah Engkau Telah Melupakan Kitabmu?

 

“Al-Qur’an itu kuno, Bu, konservatif, out of dated!. Kita telah lama hidup dalam nuansa humanis, tetapi Al-Qur’an masih menggunakan pemaksaan atas aturan tertentu yang diinginkan Tuhan dengan rupa perintah dan larangan di saat riset membuktikan kalau pemberian motivasi dan pilihan itu lebih baik. Al-Qur’an masih memakai ratusan kata ‘jangan’ di saat para psikolog dan pakar parenting telah lama meninggalkannya. Apakah Tuhan tidak paham kalau penggunaan negasi yang kasar itu dapat memicu agresifitas anak-anak, perasaan divonis, dan tertutupnya jalur dialog?“ Katanya sambil duduk di atas sofa dan kakinya diangkat ke atas meja.
Pernahkan Bapak dan Ibu sekalian membayangkan kalau pernyataan dan sikap itu terjadi pada anak kita, suatu saat nanti?
Itu mungkin saja terjadi jika kita terus menerus mendidiknya dengan pola didikan Barat yang tidak memberi batasan tegas soal aturan dan hukum. Mungkin saja anak kita menjadi demikian hanya gara-gara sejak dini ia tidak pernah dilarang atau mengenal negasi ‘jangan’.
Saat ini, sejak bergesernya teori psikoanalisa (Freud dan kawan-kawan) kemudian disusul behaviorisme (Pavlov dan kawan-kawan), isu humanism dalam mendidik anak terus disuarakan. Mereka membuang kata “Jangan” dalam proses mendidik anak-anak kita dengan alasan itu melukai rasa kemanusiaan, menjatuhkan harga diri anak pada posisi bersalah, dan menutup pintu dialog. Ini tidak menjadi masalah karena norma apapun menghargai nilai humanisme.
Tidak perlu ditutupi bahwa parenting telah menjadi barang dagangan yang laris dijual. Ada begitu banyak lembaga psikologi terapan, dari yang professional sampai yang amatiran dengan trainer yang baru lulus pelatihan kemarin sore. Promosi begitu gencar, rayuan begitu indah dan penampilan mereka begitu memukau. Mereka selalu menyarankan, salah satunya agar kita membuang kata “jangan” ketika berinteraksi dengan anak-anak. Para orang tua muda terkagum-kagum member applausa. Sebagian tampak berjilbab, bahkan jilbab besar. Sampai di sini [mungkin] juga sepertinya tidak ada yang salah.
Tetapi pertanyaan besar layak dilontarkan kepada para pendidik muslim, apalagi mereka yang terlibat dalam dakwah dan perjuangan syariat Islam. Pertanyaan itu adalah “Adakah Engkau telah melupakan Kitabmu yang di dalamnya berisi aturan-aturan tegas? Adakah engkau lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata “jangan”?
Salah satu contoh terbaik adalah catatan Kitabullah tentang Luqman Al-Hakim, Surah Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allah bahwa Luqman itu orang yang Dia beri hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah..” dst)
Apa bunyi ayat yang kemudian muncul? Ayat 13 lebih tegas menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya “Wahai anakku, JANGANLAH  engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.
Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “laa” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada  anaknya, yaitu “laa tusyrik billah”, “fa laa tuthi’humaa”, “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”