CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Oct 30, 2018

Itu Tak Mudah


Saat masih single dan masih kuliah, saya menjadi guru TPA. Orang2 melihat saya " orang yg sabar". Alhamdulillah hingga banyak para orang tua yg memberi kepercayaan kepada saya menjadi guru privat anaknya. Terlebih usia dini. 






.

Dahulu saya juga berpikir kenapa banyak orang tua yg berbuat kasar kepada anaknya. Termasuk orang tua saya. Bahkan ada orang tua yg memukuli anaknya hingga mati. 😭 na'udzubillah

Hingga saat itu saya bertekad ingin menjadi orang tua yg sabar, mendidik tanpa teriakan tanpa pukulan.

.

.

Ketika ia bayi hingga 1 tahun, masih biasa saja. Alhamdulillah dia anak yang sholeh, meski ujiannya disaya. Asi yg hyper. Ga trlalu memikirkannya. Syukuri saja.

.

.

Menginjak usia toddler, mulailah kesabaran itu diuji. 

Saya jd tau bahwa mood ibu adalah segalanya. Ketika mood ibu lg swing. Terombang-ambinglah segalanya. 

Buku parenting yg dibaca, jurnal2 yg dibaca, artikel yg dibaca. Tak kan pengaruh bila mood ibu sedang tak karuan.

.

Hingga saya tau bahwa menjadi ibu tak semudah itu. Wajar saat itu ada orang tua yg "marah2", teriakan, galak. Karena memang menjadi orang tua itu ga mudah. 

.

.

Bahkan kata abah ihsan bilang, klo anak nakal. Yg harus di cek pertama adalah "orang tuanya". Maka klo anak bandel bukan kita marah2 ke anak tapi segeralah bertaubat. Bisa jd anak kita seperti itu akibat kita. 


Atau kata bu Elly Risman, rendahkan suaramu ketika anak mulai drama2nya. 


 Saya juga tau dia hidup di dunia ni masih 2 tahun blm paham apa yg dipikiran orang tuanya. 

Tp klo mood ibu down, semua Teori itu bubar. 

Bahkan saya pernah riset, suami berangkat kerja tanpa peluk n cium dengan hati gerutu. Hari2 jd berbeda. Tapi klo suami pamit dengan hati gembira. Hari itu sayapun bahagia. 😘


Menjadi orang tua memang tak ada sekolahnya, menjadi orang tua memang tak mudah. Tapi kita masih bisa belajar dan memperbaikinya supaya ia menjadi anak yg tak hilang arah. 

Luruskan niat bahwa amanah ini bukan dr Presiden tp dari Allah yg harus dijaga, yg kelak akan dimintai pertanggung jawaban, turunkan ego, dan berkerja samalah dengan pasangan tuk selalu membuat mood itu naik minimal stabil. Dan SABAR adalah kuncinya. 

#ceritaanik #parenting

Sep 28, 2018

Berdoa meminta khusyuk

Ada seorang remaja SMA yang pernah berdoa memohon agar ia diberikan nikmat berupa shalat khusyuk, permintaan tersebut adalah efek radikal dari sebuah buku berjudul "Pelatihan Shalat Khusyuk" karya Abu Sangkan.

8 tahun kemudian ia mendapat rejeki yang gak pernah diduga, Tuhan memperjalankannya untuk tinggal di dekat Mekkah. Kalo udah dikasih nikmat berupa sholat sambil liat ka'bah, hal apa lagi yg mengalihkan khusyukmu?

Pengen rasanya mengucap ayat yg populer dari surat Al Rahman: "Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yang kau dustakan?", tapi katanya konteksnya ayat tersebut turun bukan ketika Nabi SAW bahagia, melainkan ketika beliau sangat sedih karena diusir dan dilempari batu oleh orang2 Thaif (padahal mereka sangat diharapkan bisa menerima dakwah beliau setelah mengalami berbagai kesulitan di Mekkah). Ketika beliau hampir putus asa seperti itu, Allah malah ngasih pertanyaan retoris utk beliau berinterospeksi diri: "Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"

Wandi Wahyudi
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214211722899644&id=1011832658

Sep 27, 2018

Kita adalah Tim


Tahun ini adalah tahun ke-5 pernikahan kami. Dan di Tahun ke-5 juga kami tinggal di perantauan.
Merantau mengajarkan kami kompak. Sebuah tim yang saling tolong-menolong. Satu tahun pertama mungkin belum terlalu terasa karena kami belum diberi momongan. Kami percaya Allah tau yang terbaik. Tahun pertama, hampir 70% beasiswa suami dikirim ke Indo untuk keluarganya. Sampai-sampai saya ingat di kulkas hanya ada telur 1kg. Alhamdulillah kami tidak sampai bisulan karena makan telor terus untuk penghematan. Mulai telor didadar, di balado, di semur. Pokoknya tahun itu menjadi perjuangan pertama kami. kenapa ga makan mie? Suami saya ga suka Indomi*. Menurutnya itu ga sehat dan telor disini 1kg itu 30sar. Meski begitu Alhamdulillah kami bisa jalan-jalan ke Turki dan Haji. Qodarullah mungkin itu yang dinamakan keajaiban sedekah. 

Setelah melahirkan anak pertama kami tanpa ada orang tua atau kerabat yang membantu, membuat kami semakin kompak, bahkan kami sama-sama kompak  panic saat Hijaz nangis gak jelas saat masa-masa  satu bulan pertama. Abang bersedia menjadi ayah asi, mau berbagi peran membantu saya, bangun ketika saya bangun.
Merantau mengajarkan kami juga tidak bergantungan dengan asisten rumah tangga atau jasa cleaning. Saya tidak suka orang asing masuk dan berlama-lama di rumah untuk membersihkan rumah. Kami membagi tugas. Kami punya jobdes masing-masing. Biasanya abang cuci piring. Semua bersih-bersih rumah kita bagi tugas. Waktu hijaz masih bayi dibawah satu tahun. Saya hanya jagain Hijaz. Sekarang hijaz sudah dua tahun terkadang ia sudah bisa membantu kami, meski malah jadi berantakan. Hehe
Setelah Hijaz enam belas bulan, Allah kasih kesempatan lagi untuk belajar di Kindergarten bareng Ms. Fabi. Alhamdulillah meski melalui istikharah panjang, abang  memang selalu  meridhoi dan tak pernah membatasi saya mengupgrade diri. Memang seperti mimpi pernikahan kami, bahwa pernikahan  tak membatasi kami menggapai mimpi. Bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang berbeda-beda. Setelah saya menjadi working mom, tantangan kami makin panjang. Terlebih ketika Hijaz jatuh sakit. Huhu sedih rasanya. Masya Allah saya salut sama beliau, beliau bisa menjaga Hijaz sampai dua hari ketika Hijaz sakit. Karena beliau Mahasiswa waktunya lebih fleksibel dibanding saya yang kerja di Sekolah yang untuk perizinan agak berat. Hingga hari ketiga Hijaz sakit yang harusnya jatah saya yang menjaga Hijaz, Hijaz harus dirawat di RS Jeddah. Lagi-lagi kami melewati berdua. Alhamdulillah terlewati.
Bener sih yang abang bilang. Sudah lima tahun kita menikah tapi rasanya baru dua tahun. https://aniksofiyah.blogspot.com/2018/06/5-tahun-pernikahan.html 
Sekarang saya sedang hamil adiknya Hijaz, (mohon doanya) kehamilan yang berbeda saat hamil Hijaz. Saya terlihat sehat tapi ketika malam tiba, setelah makan malam saya mengalami muntah yang dahsyat. Bahkan saya sampai pahit sekali rasanya. Kehamilan yang berbeda, membuat saya belajar bahwa kelak setiap anak itu berbeda-beda karakter.  Semoga kami menjadi orang tua yang adil dan bijak.
Kita ini tim bagikan pohon yg sedang tumbuh. Dari sebuah pernikahan, saya belajar menurunkan keegoan yang saya miliki. Karena tidak ada lagi kata gw-gw| elu-elu | sekarang berubah menjadi "Kita". Kita melewati bersama suka maupun duka.
Kita sebuah tim yang saling melengkapi dan menguatkan dikala yang lain rapuh.
Kitapun kini menjadi "orang tua". Yang kelak Allah akan tanyakan tentang amanah yang  Dia berikan ke kita. Maka bukan cuma aku yg mendidikannya tapi kitalah berdua mendidik dan membesarkannya bersama.
Terima kasih tim. Tantangan kita masi banyak. Layaknya menanam pohon, mungkin pohon kita, masi pohon yg muda dan masih berproses dalam tubuh. bagaimana kita saling menguatkan bila pohon kita sedang terkena angin kencang, kita menikmati prosesnya, jangan lupa berdzikir dan berdoa. Semoga kita bs menjadi pohon yg rindang, yg menghasilkan buah2 yg memberi manfaat dan penuh berkah. 

Sep 21, 2018

Jawaban kegundahan Anik

Beliau itu sangat mandiri. Sudah lima tahun lebih pernikahan kami, beliau tak pernah meminta dibuatkan sesuatu. Apalagi diambilkan makanan. 
Setiap saya tawarkan mau ga dibuatkan teh? Beliau selalu jawab tidak usah, abang buat sendiri. 
Bahkan dalam tugas Nice home work di kelas martikulasi, ada pertanyaan apa yang suami minta dr saya sebagai isterinya. Beliau hanya menjawab mendidik Hijaz. Padahal saya berharap detail 😅
Misal siapin baju abang kerja atau apa gitu. 
Ternyata tidak. 
.
.
Saking mandirinya beliau saya merasa bukan istri yg shalihah. Karena saya melihat bagaimana teman2 saya melayani suami mereka sangat baik seperti menyiapkan pakaian, memasak masakan kesukaannya, berhias di depan suami, dll.
.
.
Akhirnya saya bertanya kepadanya kegundahan saya. Apakah saya masih shalihahnya abang seperti dulu? Karena saya merasa tak pernah abang meminta ini itu. Bahkan abang sangat membantu saya, kalo beliau lagi ingin makan sesuatu beliau selalu bilang kita masak ni yuk.
.
.
Jawaban beliau adalah Alhamdulillah abang bersyukur karena una rajin dalam beribadah, punya komitmen untuk bersama membangun keluarga, dan selalu punya ide untuk mengajarkan hijaz sesuatu hal dengan cara yang gak terpikir oleh abang. Mungkin karena una sering baca dan denger tips dari orang dalam mendidik anak. 🤗🤗

Abang menyadari bhw una bukanlah orang yang berani marah kepada suami seperti takutnya Umar RA kepada isterinya. Meskipun begitu, abang gak mau membebani una dengan banyak permintaan karena tugas una mengatur rumah dan mendidik hijaz aja udah lumayan menyita waktu dan tenaga, belum lagi kegiatan2 una untuk meningkatkan kemampuan diri seperti nulis dsb. Jadi, kita bikin hidup ini simpel aja dan apa-apa yang bisa abang kerjain sendiri ya gak perlu minta tolong kan. Hehe :D
.
.
Saya jd belajar bahwa pasangan kita memang pelengkap. Ada yg rela tenaganya buat membantu isterinya. Ada yg rela hartanya buat membantu istrinya memanggil jasa cleaning. 
.
Yang terpenting adalah mensyukuri setiap pasangan ya Allah takdirkan. 😊
#marriagegoals #suamiistri #ceritaanik #sakinahbersamamu #family #sehidupsesurga 

Sep 10, 2018

The most wonderful thing I decided to do was to share my heart and love with you". 😆😘
.
MasyaAllah tabarakallah.. Sebelum sy memutus memilihnya, sy tau beliau seorang anak, seorang adik, seorang kk, seorang entrepreneur, seorang aktifis, seorang pembelajar, seorang pendidik. Maka, aku tau konsekuensinya.
Waktu bersama kita bakal kurang. Tapi, aku tau tugas kita di dunia sebagai khalifah di bumi juga kita adalah untuk beribadah kepada Allah. .
Ketika ia izin, hari ini abang ngisi materi online, hari ini abang bikin laporan keuangan bisnis ini, hari ini abang ngelab smpe jam sekian, abang ngaji di Jeddah, abang ke mekkah ketemu ini,.hari ini abang bla bla bla. 😆😄😂 (ini di Saudi belum lg kalo pulang ke Indo) 🙈
.
sebagai seorang Istri hanya terus mendukung dan selalu mengingatkan untuk terus meluruskan niat apapun yg kita lakukan. Semua itu Karena Allah. Aku tau bahwasannya "kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia". 😊
.
Maka jangan pernah berdiri di depanku, dibelakangku tapi di sampingku yg selalu menggenggam tanganku tuk saling mengingatkan, melengkapi dan mencari keridhoan yg Allah berkahi hingga kita bertemu kembali di surga yang dinanti. Uhibbukafillah abang 😙