CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Feb 22, 2015

Liburan ke Indonesia

Setelah satu tahun akhirnya liburan ke Indonesia. Liburan di Indonesia saya habiskan selama tiga minggu ternyata tidak cukup. Banyak teman yang belum saya kunjungi.
Sampe di Indonesia tanggal 19 Desember 2014 langsung disambut dengan macetnya Jakarta, bisa dibayangkan saya dari Bandara jam 14.00 sampe di rumah jam 21.00 :D bagaimanapun kondisi Jakarta aku tetap rinduuu..
with akhwat rumah Iqro setelah makan bakso :D
Kegiatan pertama dilakukan adalah silaturahim keluarga abang, karna abang orang Betawi sodaranya banyak yang di Jakarta. Alhamdulillah bisa silaturahim.
Kegiatan ke dua  adalah ikut acara Dauroh dari Yayasan yang telah kami buat sama-sama di daerah Depok. masyaAlloh pesertanya bukan hanya dari Depok dan sekitarnya melainkan dari berbagai kota (Bekasi, Jakarta Utara, dll). Senangnya bisa ketemu adik-adik shalihah, bisa dakwah bareng suami. Tabarokalloh. Kami ga bisa ikut sampai selesai karena abangnya Abang  slametan rumah baru. Alhamdulillah kebahagian yang luar biasa buat kami. 
with Khaula binti azwar

with Pantia Akhwat Ekspansi 2014

Ekspensi 2014

Kegiatan ketiga adalah silaturahim bareng sahabat-sahabat perjuangan di kampus, SMA, dan adik kelas di Kampus (adik binaan) :D.  jangan heran ya.. kalo ada beberapa orang yang melihat saya dan suami jarang bersama. Ya karena kita liburan hanya 3 pekan jadi, kami bagi tugas : suami silaturahim dengan teman-temannya dan sebaliknya saya. Sampai ada beberapa temen yang bilang keluarganya aneh hehe. Saya dan suami sepakat kadang kita butuh waktu dengan masing-masing keluarga karena kita merantau kadang orang tua rindu ketemu/ngobrol dengan anaknya tanpa mantunya. ^^ 
with sahabat seperjuangan di kampus + suami honay 


Liburan ke Indonesia bareng Suami

Setelah satu tahun merantau sama suami. Akhirnya saya liburan ke Indonesia… yeayyyy
Awalnya mau ikut pulang bareng bapak. Tapi, karena saya baru join jadi voleenter di TKS (The KAUST School) jadi saya tidak enak untuk izin. Akhirnya saya putuskan pulang saat liburan winter tiba, 18 Desember tepatnya. Saya mau pulang untuk liburan sekalian mau jemput Emak mertua ikut ke sini biar bisa umroh bareng.
Packing-packing ternyata koper saya berat banget karena saya harus bagi-bagi oleh-oleh dua keluarga + untuk teman-teman terdekat saya.
Hari yang di tunggu telah tiba, awalnya hanya saya yang mau liburan ke Indonesia dan suami saya yang akan anter emak balik dari sini biar dana yang keluar tidak terlalu banyak. Alloh punya rencana lain, di kaust mati listrik dari jam 13.30 sampai jam 17.00 masi mati, belum pernah sebelumnya kejadian seperti ini. Ternyata mati karena dari pusat penyuplai listrinya. Dan suami ngecek harga tiket untuk hari ini lebih murah dari yang saya beli. Wew…. Suami galau. Akhirnya ia minta untuk di ambilin baju-baju yang akan dibawa. Saya asal ngambil baju karena saya pikir ga bakal jadi berangkat hehe
Setelah sampai bandara harga tiket tidak sesuai beli online. Kami makin galau… akhirnya berpikir tenang.  Dan Alhamdulillah dapat tiket lebih murah dari saya beli.
Semua memang rencana Alloh sehari sebelum saya berangkat, suami mengajukan exit re-entry karena exit re-entry dia sudah habis masanya. Gak sampai 10 menit katanya sudah jadi. (salah satu keuntungan tinggal di KAUST buat ngurusin visa family atau mengajukan exit re-entry tidak perlu datang ke kedutaan karena disini sudah ada Government yang mengurusi hal itu).
MasyaAlloh, Alhamdulillah naik pesawat berdua lagi. Terakhir naik pesawat Juli lalu untuk ke Turki. Sampai ke Indonesia jam 13.30 tanggal 19 Desember, disambut dengan crowdednya bandara Indonesia dan macetnya Jakarta hahaha.. meski bagaimanapun Indonesia saya tetap cintah…
Hingga sampai ke rumah jam 21.00 wew luar biasa. Disambut dengan nasi padang. hihi
Engkaulah sebaik-baik scenario ya Robb,, karena ga kebayang klo saya pulang sendiri dengan koper yang berat banget huhu Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmusholihaat.


Jan 2, 2015

Hakikat Kehidupan

Hakikat Kehidupan 

by : Anik Sofiyah

Hakikat kehidupan
Ada yang datang ada yang pergi
Hakikat kehidupan
Ada kesedihan ada kebahagiaan
Hakikat kehidupan
Ada ujian ada kesabaran
Hakikat kehidupan
belajar dari setiap peristiwa
Hakikat kehidupan
Setiap kita punya skenario dan cerita yang berbeda
Meski cerita kita tak sama, tapi kehidupan kita penuh warna
biarlah ia berjalan sesuai Yang Maha Kuasa
hakikat kehidupan
engkaulah yang meberikan warna
entah hitam atau putih
atau penuh warna seperti pelangi yang menghiasi langit biru
hakikat kehidupan
 engkaulah yang akan membawa dirimu sendiri
cinta kepada dunia yang fana ini atau cinta yang selalu mengharap keridhoan-Nya
kamulah yang berbuat….
Hakikat kehidupan
Dia sudah tentukan
kita menikmatinya~ mensyukurinya~ dan bertaqwa kepada-Nya.



Dec 13, 2014

365 Hari di Saudi Arabia

ini Beacon maskod dari KAUST tempat suami saya kuliah dan kami tinggal

Daya tarik dan yang bikin betah di Saudi Arabia


Satu tahun sudah saya meninggalkan Jakarta ikut suami merantau ke negara di mana Al-Qur’an diturunkan. Masih ingat di benak saya waktu satu tahun yang lalu saya menangis sepanjang perjalanan sejak pamitan waktu di bandara, di pesawat sampe di apartemen tempat saya dan suami tinggal saat ini. Waktu itu saya merasa kehilangan banget karena saya anak perempuan satu-satunya di keluarga dan saya tidak pernah merantau sebelumnya.
Setelah menikah seminggu kemudian saya dan suami berjauhan (kalo bahasa anak sekarang LDR). Karena suami harus mengikuti Orientasi Mahasiswa. Ternyata saya dan suami harus menjalani LDR selama 4 bulan (kebayang dong rindunya kaya apa) ^_^.
Saya ingat dan masih tertempel di dinding Ruang tamu suami saya menyambut saya dengan tulisan “ We start our family here” ya memang saya dan suami memulai kehidupan bersama Desember Tahun lalu. Memang pernikahan kita masi seumur jagung tapi namanya keluarga ngambek-ngambek dikit mah pasti ada :D
Baru sampai di apartemen hampir setiap hari saya skypean atau line-an sama orang tua. Setiap abis sholat suka nangis karena kangen kalo udah skypean terus di nasehatin bapak, tegar lagi besoknya nangis lagi. Begitu lika-liku bulan pertama.
Beruntung dengan fasilitas yag ada di KAUST sebagai dependent saya mengikuti program English Class di Harbor Library, terdapat juga swimming pool for female dan Gym for female semua ada. Lebih enaknya lagi bebas tanpa abaya dan pergi sendirian pun aman terkendali ^_^.
Hari demi hari saya dan suami lewati, biasanya kalo di Jakarta saya sibuk banget pas tinggal di Saudi bingung mau ngapain. Akhirnya bantuin jualan souvenir Korea, baca buku, nambah hafalan, masak, dan kegiatan ibu rumah tangga lainnya. Kebiasaan saya dan suami kalo weekend kita melakukan kegiatan bersama entah masak ayam penyet bareng, siomay atau kerja bakti dirumah sama-sama (tips untuk pasangan lakukan kegiatan sama-sama deh, insyaAlloh bisa menambah kemisteri kamu dan suami).

Dec 9, 2014

Menciptakan keajaiban dengan Buku Impian


Hari ini saya mau cerita tentang si Pengembala Kambing tapi bukan seperti nyanyian Tasya ya… ^^
Si Pengembala kambing ini saya panggil dengan abang. Si abang ini lahir dari keluarga yang keluarga ekonomi menengah kebawah. Lahir menjadi anak ke-3 dar 5 bersaudara, bapaknya hanya seorang buruh dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Sang bapak sudah sakit sejak anak pertama. Dengan kondisi sakit paru-paru tetap berusaha untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Si abang ini sejak kecil memang beda dari teman sebayanya. Ketika teman-teman sebayanya sedang main bola tapi si abang ini harus mengembala kambing untuk membantu sang bapak. Itulah kenapa saya panggil si penggembala kambing.
Terlahir dengan keluarga dengan ekonomi menengah kebawah dan seorang bapak yang sakit-sakitan, berat sekali cobaan hidupnya. Terkadang keluarga si abang ni harus meminta bantuan ke saudara-saudara terdekatnya. Hingga kakak dari si pengembala kambing ini mendengar keluarganya direndahkan karna saking sulitnya hidup. Mendengar direndahkan kakak dari si pengembala kambing ini memotivasi si abang supaya mengangkat derajat keluarganya.